Klarifikasi Panglima TNI: Warga Sipil Bukan Bagian dari Proses Pemusnahan Amunisi di Garut

WASPADA24.COM

- Redaksi

Rabu, 28 Mei 2025 - 15:46 WIB

50212 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama jajaran di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, membantah jajarannya melibatkan warga sipil dalam pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu, meski ada korban tewas yang bukan berasal dari prajurit TNI.

“Sebenarnya kita tidak melibatkan warga sipil dalam pemusnahan bahan peledak yang sudah expired,” ujar Agus kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2025). Agus menekankan, warga sipil tersebut merupakan pegawai dan tukang masak di Gudang Pemusnahan Amunisi (III) kawasan tersebut. “Sebenarnya masyarakat sipil itu tukang masak dan pegawai di situ. Iya, pegawai di situ tukang masak,” katanya.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bakal mengubah standar operasional prosedur (SOP) terkait pemusnahan amunisi yang sudah kedaluwarsa, buntut ledakan yang memakan korban jiwa di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Agus mengaku hal itu sebagai bentuk evaluasi imbas adanya ledakan amunisi yang kedaluwarsa tersebut. Pasalnya, dari kejadian itu anggota TNI meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang ini menjadi masukan buat kita, SOP-nya nanti akan kita ubah supaya personil yang melaksanakan pemusnahan itu bisa aman.”

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah Provinsi DKI Jakarta, Dedi Siregar, dalam siaran persnya menyatakan mendukung pernyataan Panglima TNI tersebut terkait tidak dilibatkannya warga sipil dalam pemusnahan amunisi di Garut. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mendukung pernyataan yang telah disampaikan oleh Panglima TNI tersebut. Mengingat adanya berbagai opini dan spekulasi mengenai korban jiwa dalam musibah tersebut, penting bagi kita untuk melakukan pelurusan informasi agar tidak terjadi hoax yang bisa memantik konflik.

Dedi juga mengajak masyarakat agar tidak mudah termakan isu hoax dan provokasi dengan berbagai opini berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itulah penting untuk kita bersama menjaga situasi pasca insiden tersebut agar tetap kondusif dan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menggiring opini yang menyesatkan publik.

“Oleh karena itu masyarakat mesti cerdas dalam menerima berita hoax agar tidak mudah terhasut dengan opini media yang punya kepentingan tertentu. Kami bisa pastikan bahwa pernyataan Panglima TNI tersebut benar adanya, bahwa warga sipil tidak dilibatkan dalam pemusnahan amunisi di Garut.”

Dedi Siregar juga sangat menyayangkan selama ini banyak opini yang berkembang untuk menyudutkan TNI melalui insiden ini, sehingga hal tersebut bisa mengganggu stabilitas keamanan. Seharusnya kita terus mendukung agar TNI dapat melakukan pembenahan SOP terkait dengan pemusnahan amunisi ke arah yang lebih baik lagi.

“Kita menginginkan Indonesia tetap aman dan damai, maka perlu kita antisipasi narasi yang tidak benar yang menyudutkan TNI. Kami berharap masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk mendukung TNI kita agar lebih kuat dan profesional lagi ke depannya. Jangan mudah diadu domba oleh pihak asing yang tidak ingin TNI kita maju dan modern.” (red)

Berita Terkait

Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA
Tanggapi Aksi Buruh Tani, Ketua DPC PDIP Karo Pastikan Panggil Lusia br Sukatendel Pekan Ini
VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya
Soroti Rentetan Kasus di Bank Mandiri, KAMAKSI Desak Dirut Riduan Mundur
Modal Konglomerat Mengalir ke Luar Negeri, Utang Global Membengkak, Pinjol Makin Berisiko
PERON 26 Dorong Aspirasi Damai, Ajak Driver Online Bersama Jaga Kondusivitas
BASRI LEWAIMANG RESMI DITETAPKAN DPO NARKOTIKA
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Agar Memberikan Klarifikasi Ucapan Anggotanya “Menghina Wartawan Gerombolan Sirkus”

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Belum Dikembalikan! Rp130 Juta Simpanan Anggota KSU KMGR Paya Rentan Desa Kem-Kem Macet

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Satlantas Polres Karo di Bawah AKP Andita Sitepu Tegakkan Disiplin Lalu Lintas & Kesadaran Pajak Kendaraan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:23 WIB

AKP Joni H. Pardede Pimpin Langkah Cepat: Satresnarkoba Polres Karo Amankan 20 Butir Ekstasi di Kabanjahe

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Lega: Pemkab Karo Bergerak Cepat Atasi Genangan & Banjir Sepanjang Jalur Simpang Enam–Lau Dah  

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Namanya Dicatut Tanpa Izin! Warga Berastepu Laporkan Orang yang Mengaku Wakili 165 KK Pengungsi Sinabung

Rabu, 30 September 2026 - 01:31 WIB

​Uang Simpanan Tak Kunjung Dibayarkan, Anggota Koperasi Mega Gotong Royong Desa Siabang-Abang Gelar Aksi Spontanitas dan Tuntut Keadilan

Minggu, 27 September 2026 - 04:13 WIB

Wakil Rektor II IT&B Indonesia Asprina Br Surbakti (38) Ditemukan Tewas di Kediaman Perumahan Je Khesain — Mobil Dibawa Kabur, Polisi Telusuri Jejak Pelaku

Sabtu, 26 September 2026 - 00:13 WIB

Bupati Karo Hadiri Ibadah Oikumene ASN dan Non-ASN: Tanamkan Nilai Iman dan Integritas dalam Pelayanan

Berita Terbaru