Ikhtiar Bitung Mengejar Mandiri Pangan

Tamrin L.

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:04 WIB

50282 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Bitung | Waspada24.com — Di hamparan tanah merah Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, sore itu tampak berbeda, Sabtu 7 Maret 2026.

Jajaran petinggi Kota Bitung tak lagi hanya berkutat dengan tumpukan berkas di meja kerja.

Mengenakan pakaian lapangan, mereka turun ke tanah, menyemai benih jagung dalam gerakan serentak Kuartal I Tahun 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini adalah penggalan cerita dari ambisi besar negeri ini: mengejar kedaulatan pangan.

​Suasana di Wangurer Barat terasa cair namun sarat instruksi. Melalui layar digital, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau langsung dari pusat.

Suaranya yang tegas menggema, mengingatkan bahwa urusan perut bangsa bukan sekadar soal bercocok tanam, melainkan strategi bertahan di tengah gempuran dinamika global yang kian tak menentu.

​Bagi Kapolri, penanaman jagung ini adalah mandat langsung dari meja Presiden.

Di tengah rantai pasok dunia yang sering kali tersendat akibat konflik geopolitik, Indonesia tak punya pilihan selain berdiri di atas kaki sendiri.

Jagung kini bukan sekadar komoditas, melainkan instrumen stabilitas ekonomi nasional yang krusial.

​”Kebutuhan pangan, terutama jagung, terus mendaki. Sektor peternakan kita menjerit minta pasokan pakan yang stabil,”

ujar Listyo Sigit dalam arahannya yang disimak khidmat oleh peserta di Bitung.

Ia menekankan bahwa ketergantungan pada pasar luar negeri hanya akan membuat ekonomi domestik rentan terhadap guncangan.

​Logika yang dibangun sederhana namun tajam, kemandirian pangan adalah kunci ketahanan nasional.

Dengan sumber daya alam yang melimpah, Listyo meyakini bahwa pengelolaan yang optimal adalah jalan satu-satunya untuk memastikan kesejahteraan rakyat tidak tergadai oleh kepentingan asing atau fluktuasi harga global.

​Di sudut utara Sulawesi, pesan itu diterjemahkan dengan aksi nyata. Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, tampak bahu-membahu dengan Kapolres Bitung AKBP Albert Zai dan Dandim 1310/Bitung I Dewa Made Dharmawan Juniarta.

Ketiganya memperlihatkan wajah sinergi Forkopimda yang solid di hadapan masyarakat.

​Tak hanya para pemegang tongkat komando, sejumlah perwira menengah seperti Komandan Yonmarhanlan VIII Helmi Hamsyir dan Kapten Laut (P) Sunarko dari Satrol Kodaeral VIII juga larut dalam barisan.

Kehadiran unsur TNI-Polri ini menegaskan bahwa ketahanan pangan kini telah masuk dalam kategori operasi pertahanan non-militer.

​Dukungan administratif pun tak kalah kuat. Asisten I Forsman F.T Dandel dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Steven DJ Prok, sibuk memastikan teknis penanaman berjalan presisi.

Mereka paham betul, tanpa pendampingan dinas terkait, bibit yang ditanam hari ini hanya akan menjadi seremoni tanpa panen yang berarti.

​Di lapisan akar rumput, Camat Madidir Heimans Bidara Kansil bersama Ketua DPD APPSI Hairuddin Bandu turut mengawal jalannya kegiatan.

Kehadiran tokoh agama setempat, Tirsa Sondakh Watung, memberikan nuansa spiritual bahwa ikhtiar swasembada ini adalah tugas mulia bagi kemaslahatan umat.

​Program kolaboratif lintas sektor ini menjadi simbol baru dalam birokrasi kita.

Melibatkan pemerintah pusat hingga petani di pelosok, gerakan ini membawa misi ambisius, mendongkrak produksi jagung nasional secara signifikan dalam satu kuartal demi memenuhi dahaga industri pakan ternak di tanah air.

​Harapannya jelas, produktivitas yang melesat akan linear dengan peningkatan pendapatan petani di daerah.

Dengan begitu, ekonomi lokal tidak lagi lesu, dan masyarakat memiliki akses pangan yang lebih terjangkau berkat rantai distribusi yang semakin pendek dan mandiri.

​Di Bitung, semangat kolaborasi ini menjadi bukti bahwa swasembada bukan sekadar mimpi di atas kertas.

Melalui penanaman serentak di awal 2026 ini, langkah konkret telah dipijakkan.

Kini tinggal waktu yang akan menjawab, sejauh mana benih-benih yang ditanam di Wangurer Barat ini mampu tumbuh menjadi pilar kemandirian bangsa. (74M)

Berita Terkait

Mario Mamuntu: Tanpa Aturan Tegas, Masa Depan Generasi Muda Kota Bitung Jadi Taruhan
Aksi Cepat Polsek Matuari dan Polres Bitung Selamatkan Pria Nekat Panjat Tower Sinyal di Girian Bawah
Cegah Kekerasan dan Intoleransi Sekolah, Tim LDMT Dorong Pemkot Bitung Perluas Program ke Sekolah Lain
Dandim 1310/Bitung Dorong Budaya Keselamatan Pelayaran bagi Nelayan dan Warga Pesisir
Sinergi TNI-Polri Amankan Penutupan FPSL 2026 hingga Tradisi Pengucapan Syukur Bitung
Sentuhan Budaya di HUT ke-36 Kota Bitung, Kapolres Tebarkan Pesan Persatuan dan Kedamaian
Kejutan HUT ke-81 TNI, Polres Bitung dan Minut Sambangi Makodim 1310/Bitung
Kawal Keamanan FPSL 2026, Kapolres Bitung Hadiri Pembukaan Beserta Jajaran PJU

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:53 WIB

Spinstar Casino : les bonus les plus attractifs en 2026 pour maximiser vos gains

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34 WIB

Kolikkopelit LoistoKasino: top 5 peliä, joita et halua missata

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:03 WIB

Konung Casino w 2026 roku: najlepsze bonusy dla graczy online

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:52 WIB

Erlebe Live-Action im SlotJoint Casino: Tipps für neue Spieler

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:29 WIB

Casino Together : découvrez les meilleurs bonus en 2026 pour maximiser vos gains

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Guía de juegos en Rush Casino: opciones de ruleta y slots para todos

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Online o terrestre dove si trova l'ottimale esperienza di gioco con app Superbet

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Berita Terbaru

REGIONAL

Konung Casino w 2026 roku: najlepsze bonusy dla graczy online

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:03 WIB