Mengalirkan Air, Membedah Nestapa di Ujung Dinas

Tamrin L.

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 21:16 WIB

50114 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Waspada24.com – Di bawah terik matahari Kelurahan Makawidey, Kecamatan Aertembaga, Senin siang, 6 Juli 2026, sebuah takdir baru sedang ditulis untuk keluarga Suhadad Jokoh. Di sana, di salah satu sudut miskin Kota Bitung, bau kayu basah dan semen segar menyeruak di antara kerumunan orang yang menahan napas.

​Jarum jam menunjuk tepat pukul 11.05 Wita ketika deretan mobil dinas kepolisian merapat. Pintu mobil terbuka, dan turunlah Kepala Kepolisian Resor Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H. Ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, ini adalah lakon terakhir dari sebuah masa bakti.

​Bagi Albert, hari itu adalah palu gada emosional. Di tengah persiapan transisi tugasnya menuju Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, ia memilih menghabiskan jam-jam terakhirnya sebagai Kapolres di lapangan, berpeluh bersama warga prasejahtera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ia tidak datang sendiri untuk menyaksikan fragmen akhir ini. Di belakangnya, berdiri Wakapolres Kompol J.H. Daniel Korompis, S.E., dan Staf Ahli Wali Kota Drs. Jeffry Wowiling, M.Si., bersama barisan Pejabat Utama Polres, para Kapolsek, serta personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang menjadi mata dan telinga di akar rumput.


​”Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, hari ini kita dapat meresmikan bantuan fasilitas air bersih dan menyerahkan hasil bedah rumah,”


suara Albert memecah keheningan, sarat akan beban perpisahan namun sarat ketegasan.

​Bagi warga Makawidey, krisis air bersih adalah hantu menahun yang mencekik kehidupan sehari-hari. Berangkat dari keresahan purba itulah, proyek instalasi air bersih ini diinisiasi sebagai kado nyata Hari Bhayangkara ke-80.

​Sebuah prasasti beton diletakkan di tengah ruangan. Tangan Albert mantap menggoreskan tanda tangan di atasnya sebuah gestur birokrasi yang seketika mengubah jalannya nasib ratusan kepala keluarga yang mendambakan air layak konsumsi.

​Begitu keran dibuka dan air pertama mengucur lancar, riuh tepuk tangan warga pecah. Infrastruktur ini bukan sekadar urusan sanitasi, melainkan sebuah intervensi langsung kepolisian terhadap hak paling mendasar manusia, bertahan hidup dengan layak.

​Dari urusan air, langkah kaki Albert beralih menuju sebuah bangunan yang berdiri tegak di dekatnya. Itu adalah rumah Suhadad Jokoh, yang beberapa minggu lalu mungkin lebih mirip gubuk reot yang ringkih dihantam angin malam.

Suasana mendadak hening seketika saat gunting mendekati pita biru di ambang pintu. Dengan satu gerakan lambat, pita terputus, membuka lembaran baru bagi keluarga kecil yang telah lama hidup dalam kecemasan atap bocor dan dinding lapuk.

​Pintu kayu itu berderit terbuka, membiarkan keluarga Suhadad melangkah masuk untuk pertama kali. Di dalam ruangan yang kini bersih dan kokoh, pertahanan emosional mereka runtuh, air mata bahagia tumpah mengalir di pipi yang legam oleh kerja keras.


​”Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama bagi warga yang membutuhkan,”


ujar Albert, memandangi ruangan itu dengan tatapan mata yang dalam.

​Ia menyadari betul waktu jabatannya di Kota Cakalang ini tinggal menghitung hari.


“Secara pribadi, ini menjadi kegiatan bakti sosial terakhir saya sebagai Kapolres Bitung. Terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama ini,”


tambahnya, ada jeda panjang sebelum kalimat itu selesai diucapkan.

Di sudut ruangan, Penatua Arie Tempo, yang berdiri mewakili keluarga penerima manfaat, tak kuasa menahan getar di suaranya saat diberi kesempatan berbicara.

Kalimat-kalimatnya keluar tersendat, sarat akan luapan rasa terima kasih yang tak terbendung.


​”Kami tidak mampu membalas segala kebaikan ini. Rumah ini bukan hanya tempat berteduh, tetapi menjadi simbol kasih, kepedulian, dan perhatian yang akan selalu kami kenang,”


ucap Arie, suaranya parau menahan haru yang membuncah.

​Arie kemudian menatap Albert, menyampaikan doa pamungkas dari masyarakat kecil yang telah disentuh hidupnya oleh kebijakan sang perwira. Ia berharap langkah sang Kapolres di tempat baru nanti selalu diliputi keselamatan.

​Siang itu, di Makawidey, korps baju cokelat tidak sedang memamerkan senjata atau barisan pasukan. Mereka sedang mendefinisikan ulang arti penegakan hukum: bahwa keadilan tertinggi adalah ketika masyarakat miskin bisa tidur nyenyak di bawah atap yang aman dan meminum air yang bersih.

​Saat iring-iringan mobil Kapolres perlahan meninggalkan lokasi, debu jalanan Makawidey beterbangan, meninggalkan jejak air bersih yang terus mengalir dan sebuah rumah baru yang berdiri sebagai monumen perpisahan yang manis. (74M)

Berita Terkait

Mario Mamuntu: Tanpa Aturan Tegas, Masa Depan Generasi Muda Kota Bitung Jadi Taruhan
Aksi Cepat Polsek Matuari dan Polres Bitung Selamatkan Pria Nekat Panjat Tower Sinyal di Girian Bawah
Cegah Kekerasan dan Intoleransi Sekolah, Tim LDMT Dorong Pemkot Bitung Perluas Program ke Sekolah Lain
Dandim 1310/Bitung Dorong Budaya Keselamatan Pelayaran bagi Nelayan dan Warga Pesisir
Sinergi TNI-Polri Amankan Penutupan FPSL 2026 hingga Tradisi Pengucapan Syukur Bitung
Sentuhan Budaya di HUT ke-36 Kota Bitung, Kapolres Tebarkan Pesan Persatuan dan Kedamaian
Kejutan HUT ke-81 TNI, Polres Bitung dan Minut Sambangi Makodim 1310/Bitung
Kawal Keamanan FPSL 2026, Kapolres Bitung Hadiri Pembukaan Beserta Jajaran PJU

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Guía de juegos en Rush Casino: opciones de ruleta y slots para todos

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Online o terrestre dove si trova l'ottimale esperienza di gioco con app Superbet

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Wypłacalne kasyna internetowe 2026: porównanie najlepszych licencji dla graczy

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

PLN Perkuat Sinergi dengan DPRD Kepulauan Anambas untuk Tingkatkan Layanan Kelistrikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Jamin Pasokan BBM Subsidi, Kapolres Bitung Kawal Langsung Distribusi Pertalite dari Terminal Integrated

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Profesor Dr Sutan Nasomal,SH,MH Harapkan Konferensi XXIII PGRI Cabang Pulau Banyak Tahun 2026: Perkuat Solidaritas Guru, Wujudkan Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Alumni SMANSAKA 1 Kabanjahe Angkatan 1996 Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pos Piket Sekolah

Senin, 18 Mei 2026 - 20:07 WIB

Polsek Tapung Hilir Hasilkan 4 Ton Jagung Pipil – Siap Dijual Ke Bulog Tandun Melalui Bulog Kampar

Berita Terbaru