Kaukus Nusantara Desak Pemekaran ALA Dan ABAS Jadi Solusi Jaga Keutuhan NKRI Pasca-Kericuhan di Aceh

WASPADA24.COM

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:53 WIB

50109 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane.Waspada24.com-Koordinator Kaukus Nusantara Untuk Pemekaran Daerah Menuntut dan Mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS).

Tuntutan ini disampaikan langsung oleh Burhan Alpin, yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA). Desakan ini mencuat setelah dirinya melihat perkembangan situasi terkini di Aceh yang dinilai mencoreng wajah bangsa.

Dalam Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang seharusnya berlangsung khidmat, mendadak berubah menjadi rusuh.Kecam Pengusiran Wakapolda dan Penurunan Merah Putih

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Burhan Alpin mengungkapkan kegeramannya atas aksi anarkis yang terjadi di tempat ibadah. Ia menilai insiden tersebut memperlihatkan lemahnya bangsa ini dalam menjaga stabilitas keamanan.”Malu kita di mata nasional dan dunia internasional melihat ini, bagaimana lemahnya bangsa ini dalam menjaga keutuhan NKRI. Wakapolda Aceh diusir dari tempat mulia Masjid Raya Baiturrahman.

Kejadian ini memancing keributan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) melalui aksi menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera GAM yang jelas-jelas sudah dilarang pemerintah,” tutur Alpin dengan nada geram saat dihubungi awak media.Desak Ketegasan Presiden Prabowo

Menjelang Hari KemerdekaanMengingat insiden ini terjadi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, Alpin meminta ketegasan dari pucuk pimpinan negara. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah Tegas konkret agar gejolak serupa tidak terus berulang.

“Kami meminta dan mendesak dengan keras dan tegas agar Presiden Prabowo berani bersikap tegas. Ini sudah sangat memalukan di saat menjelang bangsa ini memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus nanti. Jika dibiarkan, Aceh akan tetap berteriak merdeka lagi,” ujarnya.

Sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.Alpin menawarkan opsi pemekaran wilayah yang sudah diperjuangkan masyarakat arus bawah sejak puluhan tahun lalu.

“Pemekaran Aceh sudah masuk dalam Desain Besar Penataan Daerarah (Desartada 2010) oleh Kemendagri dan DPR RI sebagai Kepentingan Strategis Nasional (KSN) tidak perlu lagi menunggu Persetujuan Provinsi, hanya Pertimbangan itu Jelas ada dalam Pasal Pemekaran di UUPA, jadi Tunggu apa lagi,”ujar Alpin.

“Kami menawarkan jalan tengah yang sudah puluhan tahun diperjuangkan sejak tahun 1999, yaitu agar Aceh segera dimekarkan demi menjaga agar NKRI tetap utuh. Atau, apakah harus menunggu kami dari ALA dan ABAS untuk ikut-ikutan meminta merdeka?” tegas Alpin.

Kritik Ketidakadilan Ketatapan Pusat dan DaerahLebih lanjut, Alpin menilai adanya ketimpangan pembangunan dan perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi terhadap wilayah pedalaman serta pesisir barat selatan Aceh. Jarak geografis yang jauh dan perbedaan adat istiadat menjadi alasan kuat mengapa pemekaran ini sudah bersifat darurat.

“Pemerintah Pusat dinilai tidak adil terhadap Provinsi Aceh sejak dulu, dan Pemerintah Provinsi lebih tidak adil lagi terhadap pemerintah kabupaten di wilayah kami di pedalaman dan pesisir barat selatan.

Karena rentang kendali yang sangat jauh serta adat istiadat yang berbeda, sudah sewajar dan selayaknya Pemerintah Pusat segera mengesahkan RUU tersebut sebelum Aceh lepas dan Indonesia bubar,” jelasnya.

Ia juga membandingkan kebijakan pemerintah pusat di wilayah lain, seperti Papua, yang dinilai jauh lebih mudah mendapatkan status pemekaran daerah tanpa birokrasi yang berbelit-belit.

“Kenapa daerah lain seperti Papua bisa dipecah menjadi beberapa provinsi tanpa permintaan masyarakatnya dan tanpa syarat yang lengkap? Tapi ketika kami diperlakukan tidak adil oleh pusat dan provinsi, Jakarta diam saja. Haruskah kami pun ikut teriak Merdeka, atau Mekarkan Aceh sekarang juga!” pungkas Alpin menutup pernyataannya.

Laporan(M.Jeni)
Waspada24.com

Berita Terkait

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting
Kapolsek Bambel Kegiatan Dipompes Darul Iman
Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
PAD Tahun 2025 Tidak Capai Target. LPP Bupati Aceh Tenggara
Empat Frakasi DPRK Setujui LPP APBK Aceh Tenggara Tahun 2025.
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
Kapolres Aceh Tenggara Kunjungi Lapas Kelas II B Kutacane Untuk Perkuat Antara Intansi
Kapolres Aceh Tenggara Motivasi Pelajar di SMPN 1 Kutacane Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:49 WIB

How New Online Casino Canada 2026 rewards players: top promotions and Interac payout perks

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Dive into the world of online sportsbooks at best online casinos.ca: your ultimate betting

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Unlocking the excitement: Explore top games at Online Pokies NZ 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Malina Casino Polska: aplikacja mobilna, która zmienia sposób gry

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Alawin Casino w 2026 roku: odkryj najnowsze bonusy i promocje

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Kako započeti igru na Malina Casino Hrvatska: vodič za nove igrače

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Explore premium domains that elevate your casino branding in 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Mejores Casinos Online en México 2026: cómo elegir la app perfecta para jugar

Berita Terbaru