Bitung | Waspada24.com — Komandan Kodim (Dandim) 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menghadiri Sosialisasi Keselamatan Pelayaran sekaligus Public Audience Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keselamatan Pelayaran, Senin (12/10/26), bertempat di Satrol Kodaeral VIII, Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung.
Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan menginisiasi forum maritim ini. Penyelenggara merancang kegiatan guna membangun budaya serta kesadaran keselamatan pelayaran di kalangan masyarakat pesisir dan nelayan Kota Bitung.
Rangkaian acara diawali pementasan tarian daerah, penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, laporan panitia, serta sambutan Dansatrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla. CRMP.
Dalam pementasan dan pembukaannya, suasana akrab nan khidmat menyelimuti seluruh jajaran instansi dan warga maritim yang hadir.
Dansatrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits menegaskan pentingnya sektor maritim bagi mobilitas warga serta roda perekonomian lokal.
Ia menyebut transportasi laut merupakan penghubung vital antar wilayah sekaligus penopang utama sumber penghidupan warga pesisir Bitung.
Sebab itu, Kolonel Marvill mengimbau para pelaku aktivitas laut agar selalu memeriksa kelaikan armada, kondisi cuaca, kapasitas muatan, hingga ketersediaan alat pelampung.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan, operator kapal, awak kapal, nelayan, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kedisiplinan, mematuhi prosedur keselamatan, serta membangun tanggung jawab bersama dalam setiap aktivitas pelayaran,”
tegasnya Marvill, pada Sabtu (10/10).
Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Esy Suharto, yang membacakan sambutan Pangdam XIII/Merdeka, menekankan bahwa faktor keselamatan jiwa tidak boleh tergeser oleh alasan finansial.
Ia mengingatkan seluruh operator dan pengguna jasa laut agar mematuhi standar operasional keselamatan kapan pun dan di mana pun.
Brigjen Esy menambahkan, aksi simbolis pembagian life jacket kepada perwakilan nelayan menjadi momentum nyata kesiapsiagaan di laut.
“Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, otoritas pelabuhan, Basarnas, Bakamla, operator pelayaran, dan masyarakat perlu terus diperkuat melalui koordinasi serta pengawasan terpadu guna mewujudkan pelayaran yang aman dan selamat,”
paparnya.
Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ turut menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan seluruh pemangku kepentingan maritim.
Ia berharap forum sosialisasi dan evaluasi ini mampu mendongkrak pemahaman warga pesisir secara intensif terkait keselamatan melaut.
Letkol Dewa mengajak para nelayan memeriksa prakiraan cuaca, kelayakan kapal, serta membatasi muatan agar tidak melampaui kapasitas demi keamanan bersama.
“Jangan mengabaikan faktor keselamatan demi mengejar waktu maupun kepentingan ekonomi, karena keselamatan jiwa manusia adalah hal yang paling utama,”
imbau Dandim.
Ia menambahkan, keterpaduan antarinstansi menjadi kunci utama terciptanya iklim pelayaran yang kondusif di perairan Bitung.
“Dengan koordinasi, pengawasan, dan kepatuhan terhadap aturan yang dilaksanakan secara konsisten, diharapkan aktivitas pelayaran di wilayah perairan Kota Bitung dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, sehingga mampu mendukung perekonomian serta kesejahteraan masyarakat pesisir,”
tambahnya.
Panitia menutup rangkaian agenda dengan penyerahan plakat penghargaan, sesi foto bersama, pembagian life jacket kepada perwakilan nelayan lokal, serta ramah tamah antar peserta.
Sejumlah pejabat daerah dan perwakilan instansi turut meramaikan kegiatan ini, di antaranya Asisten I Wali Kota Bitung Forsman F.T. Dandel, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, Kazona Bakamla Tengah Laksma Bakamla Teguh Prasetya, Plt. Direktur KPLP Dr. Triono, Kadishub Kota Bitung Oktavianus Kandoli, Ketua HNSI Mario Mamuntu, serta sekitar 50 perwakilan nelayan Bitung. (74M)


































