Smoking Pipe Community: Hidupkan Tradisi dan Seni Padudan Sumedang

WASPADA24.COM

- Redaksi

Kamis, 27 Februari 2025 - 19:01 WIB

50255 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG | Sekelompok pecinta pipa rokok atau padudan memproduksi sendiri berbagai jenis padudan dengan bahan berkualitas tinggi. Mereka tergabung dalam Smoking Pipe Community.

“Komunitas ini kami bentuk sebagai ajang silaturahmi sesama pecinta pipa rokok. Kami sering mengadakan kopi darat untuk berbagi pengalaman,
dan ke depannya komunitas ini ingin lebih berkembang lagi,” ujar Ketua Smoking Pipe Community, Teguh, Kamis (27/2/2025).

Saat ini, kata Teguh, komunitas yang berbasis di GOR PKPRI, depan SMPN 3 Sumedang di Jln. Dokter Saleh no.1, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan tersebut memiliki sekitar 55 anggota dari berbagai macam profesi, mulai dari ASN, pensiunan polisi, pegawai swasta, guru, hingga masyarakat umum. Mereka juga berkumpul sering berkumoul di Desa Marongge dan Café Batu Ali di Regol Wetan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan Teguh, beberapa bahan yang digunakan untuk padudan diantaranya Kayu Sonokeling, Kelapa, Fornis, Galih Asem, Kaboa, Tali Arus, Kelor, bahkan Gading Gajah dan Tanduk Rusa.

Menurut Teguh, bahan kayu seperti Sonokeling mereka ambil bahan yang sudah tidak terpakai dari hutan di daerah Buahdua, Surian, Tomo, dan Ujungjaya dengan konsep daur ulang.

“Kami hanya mengambil bagian akar atau dahan yang sudah mati agar tidak terbentur proses hukum, karena kayu Sonokeling ini termasuk kayu yang dilindungi seperti kayu Jati,” ungkapnya.

Teguh menjelaskan, setiap pipa rokok dibuat dengan seni yang khas. Ada yang berbentuk lilitan ular dari kayu Fornis, pipa panjang 33 cm dari akar Sonokeling, hingga desain unik dari Kaboa yang menyerupai tokoh Petruk.

“Keunikan dan keindahan pipa rokok buatan kami menarik perhatian banyak pembeli, tidak hanya dari Sumedang tetapi juga dari Bandung, Bogor, dan Sukabumi. Harga pipa rokok bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp. 3 juta. Bergantung bahan, tingkat kesulitan, dan nilai seni yang terkandung di dalamnya,” katanya.

Namun demikian, Teguh mengakui bahwa produksi pipa rokok masih menghadapi kendala. seperti keterbatasan modal, bahan baku, serta tingkat kesulitan pembuatan yang sangat bergantung pada mood pengrajin.

Untuk merawat pipa rokok, lanjutnya, komunitas menyarankan penggunaan madu dan cottonbud agar tetap bersih dan terjaga kualitasnya.

Ke depan Teguh berharap komunitasnya bisa terus berkembang dengan dukungan dana dan bahan baku yang lebih terjamin.

“Kami bercita-cita membentuk badan usaha agar komunitas memiliki pemasukan yang lebih stabil,” tuturnya.

Bagi yang ingin melihat langsung proses pembuatan atau memesan pipa rokok, bisa datang langsung ke alamat komunitas atau menghubungi Teguh di 082263065442 dan Tedy di 082119339443. (*)

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

BikiniSlots Casino beginner’s guide: navigating the withdrawal process smoothly

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:49 WIB

TopX cassino online: descubra os jogos imperdíveis de 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pinco mobil oyun deneyimi: Her yerde eğlence için en iyi yöntemler

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Win Big at Goldbet Casino – The Ultimate Online Gaming Destination in South Africa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Why the EarnBet Casino APK is a must-have for avid mobile gamblers

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Исследуем возможности казино 1хбет: от слотов до живых игр

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Betaalmethoden in online casino’s: snel, veilig en met de beste rewards

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Exploring the best online casino games: a new player’s guide to slots and tables

Berita Terbaru

REGIONAL

TopX cassino online: descubra os jogos imperdíveis de 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:49 WIB