Jalan Nasional Sidikalang – Kuta buluh Kabupaten Dairi Putus Total, Pengendara Melintas Dari Lahan Warga Bayar

REDAKSI SUMUT

- Redaksi

Rabu, 15 Januari 2025 - 14:59 WIB

50302 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAIRI – Akses jalan nasional Sidikalang – Kuta Buluh alami kerusakan parah hingga mengalami putus total tepatnya di Desa Pasir Mbelang, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumut. Seluruh badan jalan diperkirakan kurang lebih 10 meter terputus amblas kejurang.

Dengan kondisi jalan nasional yang terputus memang tidak menghambat aktivitas pengguna jalan, karna pengendara masih diberikan melintas dari lahan milik salahseorang warga setempat, namun oleh pemilik lahan setiap pengendara yang akan melintas dari lahan miliknya diwajibkan membayar Rp.10.000 / per mobil, untuk kenderaan roda dua dikutip Rp.2000 – Rp. 5000 setiap melintas. Selasa (14/1/2025) sore

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak sedikit pengguna jalan/pengendara yang melintas dari lahan milik warga tersebut, menggerutu dan kesal dengan adanya kegiatan pengutipan itu, terkesan tidak ada kepedulian Pemerintah setempat dan pihak BBPJN wilayah sumut menyikapi persoalan kebutuhan umum masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Wartarealitas.com dari sumber yang layak dipercaya, diperkirakan jalan nasional sidikalang – kuta buluh alami putus total sudah lebih sebulan.

Mirisnya hingga saat ini belum ada tanda tanda akan diperbaiki oleh pihak terkait. Sehingga praktek pungutan liar yang dilakukan beberapa warga setempat masih terus beraktivitas 24 jam, diperkirakan raup keuntungan jutaan rupiah per harinya.

Seorang pengendara mobil pribadi bernama Berto Tarigan (48) Warga Kota Medan yang hendak melintas dari lahan warga tersebut kepada awak media membenarkan adanya kutipan 10.000 setiap melintas,

 

Selain menguras isi dompet, dirinya juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Dairi agar melaporkan situasi jalan tersebut ke Kementerian PUPR atau kepihak BBPJN (Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional) wilayah sumut agar seyogyanya segera melakukan perbaikan jalan nasional yang terputus demi kelancaran dan kenyamanan berkendara. Ungkapnya.

(RISWAN)

 

Berita Terkait

Diduga Ada “Main Mata” Antara Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negri Sidikalang Dengan Jaksa

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 16:25 WIB

Bendera Merah Putih Koyak & Lusuh di YPIS Maju Binjai: Pelanggaran Hormat dan Aturan yang Terabaikan

Senin, 6 Juli 2026 - 16:11 WIB

Kepala Sekolah SMPN 2 Selesai Ditegur Keras: Biarkan Bendera Koyak dan Lusuh Berkibar Tanpa Pernah Diturunkan, Langgar Hukum  

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:08 WIB

OTT KPK Terhadap Bupati Langkat Syah Afandin, Masyarakat Sesalkan Berulangnya Kasus

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Penyimpangan Anggaran Desa Suka Makmur, Langkat: Laporan Ungkap Mark Up, Dana Fiktif, dan Silpa Diduga Digelapkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:02 WIB

Kisah Mencekam Tanah Nenek Moyang yang Harus Diperjuangkan Melawan PT LNK Tanpa Dasar Hukum

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:46 WIB

PT LNK Tolak Penguburan di Tanah Asli Warga; Keluarga & Warga Kecewa Tak Ada Solusi dari Kepala Desa Nambiki, Camat dan Bupati Langkat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:24 WIB

PENERAPAN ATURAN KETAT PEMBELIAN BBM BERSUBSIDI; SPBU 14.207.172 DUGAAN MELANGGAR DENGAN MENJUAL SOLAR KE KENDARAAN BERPENGISIAN TANGKI MODIFIKASI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:39 WIB

KELUARGA ALMARHUM SATRIA ARITONANG TUNTUT PENGEMBALIAN UANG JASA ADVOKAT SEBESAR RP 40 JUTA KARENA DINILAI WANPRESTASI

Berita Terbaru