Tarif Merosot, Potongan Tinggi, dan Minim Perlindungan: Ojol Karawang Ajukan Perlawanan Lewat Dialog

WASPADA24

- Redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:48 WIB

50460 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang — Sekretaris Umum Perjuangan Ojek Online Karawang (POK), Johan, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya para mitra pengemudi ojek online (ojol). Pernyataan ini disampaikan Johan menyusul maraknya ajakan rencana aksi demo dan offbid massal yang sebelumnya sempat digagas oleh komunitas ojol di berbagai daerah.

Menurut Johan, pengemudi ojol selama ini menghadapi tekanan berat akibat penurunan tarif, potongan aplikasi yang tinggi, serta belum adanya payung hukum yang memadai. Ia menyebutkan, pada tahun 2021 tarif minimum sempat mencapai Rp12.600 per order, namun kini hanya berkisar Rp5.000, belum termasuk potongan tambahan yang memberatkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski begitu, Johan menyatakan pihaknya tetap membuka ruang dialog dan mendukung langkah-langkah pemerintah pusat maupun daerah sepanjang kebijakan tersebut mengedepankan keadilan dan perlindungan terhadap pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojol. Ia juga mendorong agar pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Karawang, segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Moda Transportasi Berbasis Aplikasi.

Lebih lanjut, Johan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga stabilitas kamtibmas, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Ia memastikan setiap bentuk aspirasi yang disampaikan oleh mitra ojol akan dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Kami siap mendukung kebijakan pemerintah yang pro-rakyat. Kami juga menjamin situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Jawa Barat. Aspirasi kami bukan untuk memecah belah, melainkan untuk memperjuangkan keadilan secara konstitusional,” ujar Johan kepada media, Sabtu (26/7/2025).

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal positif dari kalangan pengemudi ojol bahwa perjuangan mereka bukanlah bentuk perlawanan, melainkan upaya untuk memperkuat kolaborasi antara rakyat dan negara dalam menciptakan kebijakan yang adil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. (red)

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43 WIB

Jelang Hari Raya Idul Adha Harga Ternak di Aceh Tenggara Naik

Kamis, 30 April 2026 - 19:42 WIB

Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Ludes di Lalap Sijago Merah

Kamis, 30 April 2026 - 09:55 WIB

Ketua DPD Partai Gelora Rekrut 20 Ribu Anggota Di 16 Kecamatan Aceh Tenggara.

Rabu, 29 April 2026 - 20:12 WIB

Tiga Pelaku Curi Kabel Tower Tengah Malam Sudah Diamankan Di Polres Aceh Tenggara

Rabu, 29 April 2026 - 19:49 WIB

Aksi Cepat Polres Agara di Lawe Alas, Pria 32 Tahun Tertangkap Tangan Simpan Sabu

Sabtu, 25 April 2026 - 21:10 WIB

Berkedok Aktivitas Menjahit Sepatu, Polres Agara Ungkap 123 Paket Ganja Siap Edar

Jumat, 24 April 2026 - 04:10 WIB

Samsudin Tajmal Dorong Polda Aceh Transparan dan Profesional Mengusut Spanduk Fitnah yang Serang Tokoh Publik

Kamis, 23 April 2026 - 02:44 WIB

Spanduk Provokatif dan Ancaman Disintegrasi: Tetap Waspada, Jangan Sampai Aceh Terpecah!

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Dikebut, Dansatgas Soroti Kekompakan Tim di Lapangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

ACEH TENGGARA

Jelang Hari Raya Idul Adha Harga Ternak di Aceh Tenggara Naik

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43 WIB

error: Content is protected !!