Lagi” Pasien Ditolak, Dirut RSUD Panyabungan Malah Mau Laporkan Korban

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 15:48 WIB

501,257 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madina – WASPADA24.COM Belum lama ini ada pasien rumah sakit umum daerah (RSUD) Panyabungan kabupaten Mandailing natal (Madina) diduga menelantarkan pasiennya hingga meninggal dunia, kini beredar lagi info RSUD tersebut diduga menolak pasiennya.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bahkan pasien kali ini kata dr.Rusli Pulungan sebagai direktur RSUD Panyabungan kondisinya karena kondisi mabuk sehingga tidak ditanggung BPJS.

 

“Itu pasien yang dua orang adalah orang mabuk, mereka tidak masuk bpjs makanya dibebankan biaya penanganan , dan kami akan membuat laporan polisi karena sudah mencemarkan nama baik Rumah Sakit umum,” jelas Rusli Pulungan lewat Whatsapp nya, sabtu (07/06/2025).

 

Rusli menyebutkan bahwa pasien kali ini sama halnya dengan orang yang mau bunuh diri tentu tidak ditanggung oleh BPJS, Terkait pemberitaan yang kata Rusli Pulungan selalu menyudutkan RSUD Panyabungan adalah Hoax.

 

Tidak samapai disitu dirinya (Rusli) pihaknya bakal melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian seakan mengancam atau menakut-nakuti yang diduga korban-korbannya yang selama ini meski sebelumnya dia yang menjadi meminta maaf kepada pasien dengan dalih menyantuni pasien seperti yang terjadi baru-baru ini.

 

“Dalam waktu dekat ini kita akan membuat laporan polisi,” Timpalnya .

 

Seblumnya, kejadian kali ini juga menjadi sorotan publik setelah diduga menolak menangani pasien gawat darurat sebelum pasien membayar uang muka sebesar Rp4 juta. Kejadian ini menuai kritik tajam dari masyarakat.

 

Menurut pengakuan korban bernama Parlindungan, kejadian bermula saat dirinya mengalami kecelakaan di Desa Kayulaut karna dia mengalami luka yang agak serius dirinya segera dibawa ke IGD RSUD Panyabungan pada Jumat malam (06/06/2025).

 

Alih-alih dirinya (Parlindungan) mengaku bukannya segera mendapatkan pertolongan penanganan medis bahkan pihak rumah sakit justru memintai dirinya membayar awal sebelum tindakan medis dilakukan kepada dirinya.

 

“Kami diminta bayar Rp4 juta dulu baru bisa ditangani. Padahal kondisi saya sudah sangat lemah, Kami tidak punya uang sebanyak itu secara mendadadul kami cuma minta tolong untuk ditangani dulu,” ujar Parlindungan kepada wartawan.

 

 

Pihak keluarga mengaku tak bisa membayar untuk perobatan akhirnya membawa pasien pulang ke-rumah kediaman mereka di Desa Saba Dolok Kota Nopan tanpa di tangani secara medis setelah merasa dipersulit oleh RSUD Panyabungan.

 

Namun, sejumlah masyarakat mengecam kebijakan tersebut. Menurut mereka, UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan jelas menyebutkan bahwa rumah sakit dilarang menolak pasien dalam kondisi gawat darurat, apa pun alasannya.

 

“Ini pelanggaran serius kalau benar-benar rumah sakit menolak pasien karena belum bayar, itu bisa dipidana,”

(Magrifatulloh & Tim ).

Berita Terkait

Luckygem Casino Nederland: een kijkje in het aanbod van live casino en sportsbook
Amunbet Casino UK: Explore top slots and live casino games with exciting promotions
Maximize your gaming experience at Stake Casino Argentina: top bonus offers to claim
Polsek Tapung Hilir Hasilkan 4 Ton Jagung Pipil – Siap Dijual Ke Bulog Tandun Melalui Bulog Kampar
Kasus Mandek Berbulan-Bulan, Keluarga Satria Aritonang Sebut Janji Pengacara Tinggal Retorika
JEMBATAN PENGHUBUNG ANTARA DESA PINTU RIME DAN DESA PERTIK DI KECAMATAN PINING MEMBUTUHKAN PERHATIAN KITA
KELUARGA ALMARHUM SATRIA ARITONANG TUNTUT PENGEMBALIAN UANG JASA ADVOKAT SEBESAR RP 40 JUTA KARENA DINILAI WANPRESTASI
Tingkatkan Kualitas SDM, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama PKBM Amanah Alwasliyah Indrapura

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Menteri Imipas Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional: Sudah Sangat Tepat Agar Tidak Terulang Lagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Satu dari Enam di Sumut! Pemkab Karo Kini Miliki Tim Tanggap Insiden Siber Resmi

Kamis, 24 September 2026 - 02:04 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange

Kamis, 17 September 2026 - 21:28 WIB

Kabar Gembira! Febiona & Agnesia Korban Keracunan MBG di Karo Kondisi Membaik, Segera Pulang Akhir Pekan Ini RSCM Bantah Isu Hilang Ingatan & Gangguan Psikotik  

Sabtu, 12 September 2026 - 19:08 WIB

Banjir Melanda Aceh, Mualem Disorot karena Bolak-Balik Kuala Lumpur, Publik Pertanyakan Kepemimpinan

Rabu, 9 September 2026 - 17:35 WIB

Pengamat Apresiasi Polres Cimahi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis, Ratusan Ribu Jiwa Diselamatkan

Selasa, 8 September 2026 - 14:59 WIB

Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

Senin, 7 September 2026 - 00:07 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!

Berita Terbaru