*Sudah Diatur Sejak Awal? Jika Agha Novrian Benar Jadi Kepala Bapenda Medan, Apa Transaksi di Baliknya?*

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 14:14 WIB

50686 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan.Waspada24.com Proses seleksi jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan sejatinya masih berlangsung, Namun publik dikejutkan dengan beredarnya nama Agha Novrian yang disebut-sebut sudah “ditetapkan” sebagai calon terpilih. Bocornya nama ini sebelum pengumuman resmi bukan hanya mencederai semangat transparansi, tapi juga menimbulkan kecurigaan bahwa proses seleksi ini hanyalah formalitas belaka, sekadar panggung untuk membenarkan hasil yang sudah dikunci sejak awal.

 

Lebih dari itu, mencuatnya nama Rizki Nugraha yang tak lain adalah abang kandung Agha Novrian, dikabarkan terus melakukan lobby-lobby untuk bisa menduduki posisi penting sebagai Direktur Utama PD Pasar Kota Medan. Dugaan bahwa dua jabatan strategis akan dipegang oleh satu keluarga menimbulkan tanda tanya besar: ada apa sebenarnya di balik proses ini? Apakah ini bentuk nyata dari praktik nepotisme modern yang dibungkus rapi dalam mekanisme seleksi administratif?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Publik mulai berspekulasi tentang adanya dugaan “transaksi politik”. Jika benar Agha Novrian sudah dipilih bahkan sebelum asesmen selesai, maka pertanyaannya: untuk apa proses seleksi dilakukan? Apakah ini hanya panggung sandiwara yang pada akhirnya menipu kepercayaan publik?

 

Ketua BARA-AKSI (Barisan Rakyat Anti Korupsi), Gafran Siregar, menyampaikan keprihatinannya. Ia menyebut, “Ini bukan hanya soal nama yang bocor, ini tentang matinya proses seleksi yang sehat dan kredibel. Ketika jabatan publik ditentukan bukan lewat kompetensi, tapi koneksi, maka korupsi tinggal menunggu giliran.” BARA-AKSI mengecam keras dugaan praktik semacam ini dan mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat penegak hukum lainnya turun tangan menyelidiki proses seleksi ini dari hulu ke hilir.

 

Jika semua dugaan ini benar, maka Pemko Medan sedang berada dalam titik rawan praktik politik transaksional dan nepotisme yang berpotensi merusak kepercayaan rakyat. Jabatan publik seharusnya tidak dibagi-bagikan sebagai hadiah politik, melainkan harus diperoleh melalui proses yang adil, bersih, dan obyektif. Pungkas Gafran.

(Tim)

Berita Terkait

JugaBet Argentina: descubre los mejores bonos de bienvenida en 2026
Пинап: увлекательное онлайн-казино для игроков из Kyrgyzstan
Casino Utan Svensk Licens 2026: En djupdykning i populära spel och bonusar
¡Descubre la emoción en Casino DoradoBet Ecuador!
¡Descubre la emoción en Casino DoradoBet Ecuador!
Online-Casino-Angebote im Jahr 2026: Worauf Sie bei Boni achten sollten
Pinco Casino: Azərbaycan üçün Ən Yaxşı Onlayn Kazino!
28mars Casino: your guide to mobile gaming and fast payouts

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:09 WIB

JugaBet Argentina: descubre los mejores bonos de bienvenida en 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Пинап: увлекательное онлайн-казино для игроков из Kyrgyzstan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Casino Utan Svensk Licens 2026: En djupdykning i populära spel och bonusar

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:47 WIB

¡Descubre la emoción en Casino DoradoBet Ecuador!

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Online-Casino-Angebote im Jahr 2026: Worauf Sie bei Boni achten sollten

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Pinco Casino: Azərbaycan üçün Ən Yaxşı Onlayn Kazino!

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:09 WIB

28mars Casino: your guide to mobile gaming and fast payouts

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Profesor Dr Sutan Nasomal,SH,MH Harapkan Konferensi XXIII PGRI Cabang Pulau Banyak Tahun 2026: Perkuat Solidaritas Guru, Wujudkan Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas

Berita Terbaru

REGIONAL

¡Descubre la emoción en Casino DoradoBet Ecuador!

Senin, 12 Okt 2026 - 15:47 WIB