Menteri HAM dan Bupati Madina Unjuk Kebolehan Menabuh Gordang Sambilan

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 03:05 WIB

50315 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panyabungan, waspada24.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution unjuk kebolehan menabuh alat musik tradisional Mandailing, Gordang Sambilan.

 

Peristiwa langka itu terjadi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Sabtu, 18 Oktober 2025, dalam acara penyambutan kedatangan Menteri Natalius Pigai bersama rombongan di Bumi Gordang Sambilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bupati Saipullah mengaku bangga karena Menteri Natalius Pigai memilih berkunjung ke Madina. “Ini adalah suatu kehormatan yang luar biasa. Kami sangat senang dan tentu kami, besar harapan, dapat melaksanakan hal-hal yang bisa kami dukung dalam rangka menyukseskan tugas pokok dan fungsi yang Bapak laksanakan,” kata dia.

 

Di hadapan Menteri Pigai, bupati memaparkan letak geografis, potensi ekonomi, kondisi sosial dan masyarakat, serta peranan adat dalam pembangunan.

 

“​Bapak Menteri, tentu kami di Kabupaten Mandailing Natal mempunyai salah satu kekayaan adat yang mengedepankan kekerabatan, namanya Dalihan na Tolu,” ujar dia.

 

Bupati Saipullah menerangkan pengakuan terhadap HAM telah tumbuh di dalam jiwa masyarakat Madina yang lekat dengan agama dan adat budaya sejak usia dini.

 

“Sehingga perhatian atau gagasan maupun fokus kami terhadap Hak Asasi Manusia, insyaallah, akan sejalan dengan tugas yang Bapak pandu,” pungkas bupati.

 

Menteri Natalius Pigai mengaku telah mengenal Madina sejak lama. Dulu, sewaktu menjabat kepala seksi di Balai Latihan Kerja Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dia sering melewati Madina saat menuju Medan dari Padang maupun sebaliknya.

 

Dia juga menceritakan sedikit pengalamannya ketika bersembunyi di Pahae Julu sekitar tahun 1999. Saat itu, Natalius Pigai dicari-cari oleh pihak pemerintah karena sepak terjangnya sebagai aktivis. “Waktu saya masih aktivis, waktu kami dicari-cari. Kami sembunyinya di Tanah Batak,” papar dia.

 

Menteri Natalius Pigai menjelaskan, pengakuan terhadap HAM sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Mandailing yang termaktub dalam Poda na Lima. HAM itu, kata dia, dimulai dari kebersihan hati. “Paias rohamu. Itu, kan, di Poda na Lima,” tanya dia disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

 

Menteri Natalius Pigai sepakat dengan Bupati Saipullah terkait pentingnya peranan Dalihan na Tolu. Dia menilai itu sebagai akar kehidupan bermasyarakat di Bumi Gordang Sambilan.

 

“Kemudian dengan tadi apa Bapak Bupati sampaikan Dalihan na Tolu. Itu Dalihan na Tolu itu artinya pohon kehidupan. Ada akarnya, ada batangnya, dan ada rantingnya, dan ada daunnya,” jelas dia.

 

Kementerian HAM, kata Natalius Pigai, memiliki anggaran yang bisa diakses oleh masyarakat berupa pelatihan dan pendidikan bagi komunitas-komunitas yang bergerak di bidang advokasi hak-hak dasar manusia.

 

Dalam kesempatan ini, Pemkab Madina memberikan cendera mata kepada Kementerian HAM. Pun sebaliknya, pemerintah daerah menerima piagam penghargaan.

 

Terlihat hadir Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Dandim 0212 Tapanuli Selatan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, Kapolres Madina AKBP Arie Sopandi Paloh, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Madina Ny. Yupri Astuti Saipullah, Pj. Sekda Drs. M. Sahnan Pasaribu, para asisten, dan sejumlah kepala OPD.

(Magrifatulloh).

Berita Terkait

Profesor Dr Sutan Nasomal,SH,MH Harapkan Konferensi XXIII PGRI Cabang Pulau Banyak Tahun 2026: Perkuat Solidaritas Guru, Wujudkan Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas
Alumni SMANSAKA 1 Kabanjahe Angkatan 1996 Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pos Piket Sekolah
Polsek Tapung Hilir Hasilkan 4 Ton Jagung Pipil – Siap Dijual Ke Bulog Tandun Melalui Bulog Kampar
Kasus Mandek Berbulan-Bulan, Keluarga Satria Aritonang Sebut Janji Pengacara Tinggal Retorika
JEMBATAN PENGHUBUNG ANTARA DESA PINTU RIME DAN DESA PERTIK DI KECAMATAN PINING MEMBUTUHKAN PERHATIAN KITA
KELUARGA ALMARHUM SATRIA ARITONANG TUNTUT PENGEMBALIAN UANG JASA ADVOKAT SEBESAR RP 40 JUTA KARENA DINILAI WANPRESTASI
Tingkatkan Kualitas SDM, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama PKBM Amanah Alwasliyah Indrapura
Usai Ikrar Pemasyarakatan, Lapas Labuhan Ruku Gerak Cepat Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!

Senin, 21 September 2026 - 19:08 WIB

Lanal dan Bea Cukai Gorontalo Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina

Jumat, 11 September 2026 - 21:35 WIB

Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Kasus Penyekapan dan Pelecehan di Sumedang, Upaya Intimidasi Pers Terungkap

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:24 WIB

Konsistensi Nur Bintang Qurahmi: Santri Asal Takalar Raih Dua Kali Juara 2 Tingkat Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:04 WIB

Pengukuhan Datuak Suku Malayu Rambai Manih Jadi Momentum Perkuat Persatuan Kaum

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:46 WIB

Warung di Wilayah Plered Ini Diduga Jadi Agen Rokok Ilegal, Aparat Diminta Bertindak

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:36 WIB

Taufik Hidayat (TH) Kembali Tenar, LP Dari Korban Lainnya “SAA” Ditangani Unit PPA Polresta Bandung

Berita Terbaru