Pembersihan badan jalan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Lima titik lokasi terdampak longsor berada di Desa Palok, Karang Anyar, Aih Sak Yak di kilometer 14, Dusun Panglima Belas, dan Desa Badak. Semua titik tersebut sepenuhnya tertimbun material longsoran berupa tanah basah, kayu, dan batu sehingga akses transportasi terputus. Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak awal pekan.
Langkah cepat langsung diambil dengan menurunkan satu unit alat berat jenis excavator (beko) untuk membersihkan badan jalan dari tumpukan material. Di saat bersamaan, upaya pengamanan dilakukan oleh empat personel dari kepolisian sektor setempat dan satu personel dari satuan lalu lintas untuk setiap titik. Pengamanan ini bertujuan mengatur lalu lintas serta memastikan proses evakuasi material berjalan dengan aman, sekaligus mencegah adanya pengendara yang nekat melintasi jalur longsoran saat proses pembersihan berlangsung.
Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, SIK melalui Kapolsek Blangkejeren Iptu Syamsuddin, SH menyampaikan bahwa seluruh proses pengamanan dan pembersihan dilakukan secara terpadu dan berlangsung kondusif. Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, mengingat alat berat yang bekerja di tengah ruas jalan licin bisa menimbulkan risiko kecelakaan jika tidak diatur dengan baik.
Setelah dilakukan pembersihan intensif oleh alat berat dibantu personel di lapangan, kelima titik longsoran akhirnya berhasil dibuka kembali. Akses jalan yang tadinya tertutup kini sudah dapat dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Meskipun demikian, aparat masih berjaga untuk memastikan tidak ada gangguan susulan, serta untuk membantu kelancaran arus lalu lintas di lokasi yang baru saja dibersihkan.
Kapolsek Blangkejeren juga mengimbau kepada warga dan pengendara agar lebih waspada ketika melintas di jalur rawan longsor, terutama saat kondisi hujan deras. Ditekankan pula pentingnya mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan semua pihak. Koordinasi lintas sektor, termasuk unsur pemerintah daerah, terus dijalankan untuk memetakan titik-titik rawan dan melakukan langkah antisipatif ke depan.
Situasi di lapangan saat ini sudah mulai kondusif dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal setelah terjadinya gangguan akibat bencana tersebut. Namun potensi longsor susulan tetap diwaspadai, mengingat kondisi geografis Gayo Lues yang terdiri dari perbukitan dan pegunungan dengan kontur tanah yang labil di musim penghujan.
Abdiansyah


































