Lawan Intimidasi dan Premanisme, AKPERSI: Tidak Ada Kompromi bagi Pembungkam Media

Tamrin L.

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:13 WIB

50248 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Waspada24.com

Mengawali tahun 2026, kondisi kebebasan pers di tanah air berada dalam titik nadir, Sabtu (10/1/25).

Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) secara resmi menetapkan status “Darurat Pembungkaman Pers” sebagai respons atas rentetan kekerasan yang menimpa insan pers sepanjang tahun 2025.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tegas ini dirilis secara resmi di Jakarta pada Sabtu (10/01), menyusul meningkatnya tensi ancaman terhadap jurnalis, Seperti di lansir dari bn-16 bangka.com.

​Catatan kelam tersebut merujuk pada berbagai insiden brutal yang dialami langsung oleh jajaran pengurus dan anggota AKPERSI di berbagai wilayah.

Bentuk represi yang terjadi sangat beragam, mulai dari intimidasi verbal, pengancaman pembunuhan, pemukulan, hingga aksi pengeroyokan.

Tidak berhenti di situ, serangan terhadap jurnalis juga merambah pada upaya fitnah dan kriminalisasi yang sistematis untuk membungkam kritik.

​Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah adanya serangan fisik dan verbal yang berujung pada tantangan terbuka dari pelaku.

Bukannya menunjukkan itikad baik atau permohonan maaf, oknum tersebut justru menantang perang media.

Merespons sikap arogan tersebut, Ketua Umum AKPERSI langsung menginstruksikan jalur hukum melalui laporan resmi yang kini tengah bergulir di meja hijau.

​Menyikapi eskalasi konflik ini, AKPERSI menegaskan garis kebijakan organisasi yang tanpa kompromi. Mereka menyatakan tidak akan memberikan ruang toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk intimidasi.

Organisasi ini menggarisbawahi bahwa segala bentuk premanisme, intervensi mafia, serta pelanggaran terhadap Undang-Undang Pers harus dilawan demi menjaga marwah profesi.

​Solidaritas menjadi kekuatan utama organisasi ini dalam menghadapi tekanan eksternal. Mengusung konsep kekeluargaan, AKPERSI memiliki komitmen bahwa rasa sakit yang dialami satu anggota adalah duka bagi seluruh organisasi.

Prinsip satu komando ini memastikan bahwa setiap upaya penekanan terhadap satu jurnalis akan direspon dengan perlawanan kolektif dari seluruh keluarga besar AKPERSI.

​Dalam penggalan orasinya, Ketua Umum AKPERSI kembali mengingatkan publik dan pemerintah mengenai posisi krusial pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Ia menegaskan bahwa pembungkaman terhadap pers adalah lonceng kematian bagi demokrasi itu sendiri.

“Jika integritas wartawan bisa dibeli, maka pondasi bangsa Indonesia akan runtuh,”

Ujarnya, sembari mengenang aksi protes mereka ke Kementerian Desa beberapa waktu lalu.

​Sebagai pernyataan penutup, AKPERSI secara terbuka menyerukan perang terhadap segala bentuk upaya pembungkaman kreativitas jurnalistik.

Mereka mendesak kehadiran negara untuk bertindak tegas dan tidak boleh tunduk pada kekuatan mafia maupun kelompok premanisme.

Negara dituntut menjamin perlindungan hukum bagi para jurnalis agar fungsi kontrol sosial dapat berjalan tanpa bayang-bayang ketakutan. (*)

Berita Terkait

Deklarasi Capres RI 2029 Partai Cinta Negeri Berlangsung Khidmat, Samsuri S.Pd.I., M.A. Jadi Tokoh Sentral
Gantina Nasution Pertanyakan kelanjutan pengaduan atas pencemaran Nama baik ,penyidik polres Mandailing Natal dinila Lamban
Di Sela-Sela Rakernas APKASI, Bupati Madina Sempatkan Bersua Perantau di Batam
​Anies Baswedan Resmikan Transformasi Gerakan Rakyat Menjadi Partai Politik
Menusia dan Kewajiban Moral Tanpa Batas dalam Menjaga Keberlangsungan Peradaban
Lintasarta Pastikan Tertibkan Kabel Wifi Diduga Ilegal, Provider Lokal di Madina Terancam
Proyek Drainase “Tak Bertuan” di Kelurahan Sabintang Tuai Sorotan, Warga Pertanyakan Transparansi Anggaran
KETUA LMP MADINA UCAPKAN SELAMAT dan SUKSES Atas KENAIKAN PANGKAT KAPOLSEK PANYABUNGAN AKP. DASTER SINULINGGA,S.H

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:01 WIB

Di Sela-Sela Rakernas APKASI, Bupati Madina Sempatkan Bersua Perantau di Batam

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:04 WIB

Menusia dan Kewajiban Moral Tanpa Batas dalam Menjaga Keberlangsungan Peradaban

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:16 WIB

Lintasarta Pastikan Tertibkan Kabel Wifi Diduga Ilegal, Provider Lokal di Madina Terancam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:13 WIB

Lawan Intimidasi dan Premanisme, AKPERSI: Tidak Ada Kompromi bagi Pembungkam Media

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:02 WIB

Proyek Drainase “Tak Bertuan” di Kelurahan Sabintang Tuai Sorotan, Warga Pertanyakan Transparansi Anggaran

Sabtu, 3 Januari 2026 - 12:14 WIB

KETUA LMP MADINA UCAPKAN SELAMAT dan SUKSES Atas KENAIKAN PANGKAT KAPOLSEK PANYABUNGAN AKP. DASTER SINULINGGA,S.H

Senin, 29 Desember 2025 - 22:01 WIB

Terlalu! Perusahaan BUMN Adhi Karya Nunggak Kepada Catering Rp 156.959.000 juta, Sang Pemilik Mengaku Merugi

Rabu, 24 Desember 2025 - 23:36 WIB

Diduga Ada 12 Rakit PETI Darat Beroperasi di Wilayah Hukum Polsek Benai

Berita Terbaru