Lawan Intimidasi dan Premanisme, AKPERSI: Tidak Ada Kompromi bagi Pembungkam Media

Tamrin L.

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:13 WIB

50376 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Waspada24.com

Mengawali tahun 2026, kondisi kebebasan pers di tanah air berada dalam titik nadir, Sabtu (10/1/25).

Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) secara resmi menetapkan status “Darurat Pembungkaman Pers” sebagai respons atas rentetan kekerasan yang menimpa insan pers sepanjang tahun 2025.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tegas ini dirilis secara resmi di Jakarta pada Sabtu (10/01), menyusul meningkatnya tensi ancaman terhadap jurnalis, Seperti di lansir dari bn-16 bangka.com.

​Catatan kelam tersebut merujuk pada berbagai insiden brutal yang dialami langsung oleh jajaran pengurus dan anggota AKPERSI di berbagai wilayah.

Bentuk represi yang terjadi sangat beragam, mulai dari intimidasi verbal, pengancaman pembunuhan, pemukulan, hingga aksi pengeroyokan.

Tidak berhenti di situ, serangan terhadap jurnalis juga merambah pada upaya fitnah dan kriminalisasi yang sistematis untuk membungkam kritik.

​Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah adanya serangan fisik dan verbal yang berujung pada tantangan terbuka dari pelaku.

Bukannya menunjukkan itikad baik atau permohonan maaf, oknum tersebut justru menantang perang media.

Merespons sikap arogan tersebut, Ketua Umum AKPERSI langsung menginstruksikan jalur hukum melalui laporan resmi yang kini tengah bergulir di meja hijau.

​Menyikapi eskalasi konflik ini, AKPERSI menegaskan garis kebijakan organisasi yang tanpa kompromi. Mereka menyatakan tidak akan memberikan ruang toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk intimidasi.

Organisasi ini menggarisbawahi bahwa segala bentuk premanisme, intervensi mafia, serta pelanggaran terhadap Undang-Undang Pers harus dilawan demi menjaga marwah profesi.

​Solidaritas menjadi kekuatan utama organisasi ini dalam menghadapi tekanan eksternal. Mengusung konsep kekeluargaan, AKPERSI memiliki komitmen bahwa rasa sakit yang dialami satu anggota adalah duka bagi seluruh organisasi.

Prinsip satu komando ini memastikan bahwa setiap upaya penekanan terhadap satu jurnalis akan direspon dengan perlawanan kolektif dari seluruh keluarga besar AKPERSI.

​Dalam penggalan orasinya, Ketua Umum AKPERSI kembali mengingatkan publik dan pemerintah mengenai posisi krusial pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Ia menegaskan bahwa pembungkaman terhadap pers adalah lonceng kematian bagi demokrasi itu sendiri.

“Jika integritas wartawan bisa dibeli, maka pondasi bangsa Indonesia akan runtuh,”

Ujarnya, sembari mengenang aksi protes mereka ke Kementerian Desa beberapa waktu lalu.

​Sebagai pernyataan penutup, AKPERSI secara terbuka menyerukan perang terhadap segala bentuk upaya pembungkaman kreativitas jurnalistik.

Mereka mendesak kehadiran negara untuk bertindak tegas dan tidak boleh tunduk pada kekuatan mafia maupun kelompok premanisme.

Negara dituntut menjamin perlindungan hukum bagi para jurnalis agar fungsi kontrol sosial dapat berjalan tanpa bayang-bayang ketakutan. (*)

Berita Terkait

Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Klarifikasi Pemberitaan Sepihak – Tidak Ada Bukti Aktivitas Terlarang, Tes Urine Negatif
Sekjen PP GP Alwashliyah H. Saibal Putra Tegaskan Dukungan Penuh Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur
Antisipasi Karhutla 2026, Polda Riau dan Forkopimda Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman El Nino
Keuchik Husni: TMMD 128 Angin Segar Pembangunan Desa
Wujud Kepedulian TNI, MCK Musala Dibangun Bersama Warga
Bahu Jalan hingga Lokasi Kenduri Dibersihkan Satgas TMMD
Dari Gubuk Reot ke Rumah Layak, Kisah Menyentuh di Gunung Cut
Satgas TMMD Abdya Wujudkan Rumah Layak untuk Warga

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:31 WIB

Permudah Petani, TMMD Abdya Bangun Jalan 2,5 Km di Medan Pegunungan

Kamis, 30 April 2026 - 18:28 WIB

Kepala Desa Gunung Cut Puji Kepedulian TMMD Abdya terhadap Kesehatan Warga

Kamis, 30 April 2026 - 17:53 WIB

Warga Gunung Cut Bersyukur, TMMD Abdya Bangun Fasilitas MCK Layak di Dayah

Kamis, 30 April 2026 - 16:53 WIB

Dipercaya Satgas TMMD Jadi Kepala Tukang, Warga Gunung Cut Raup Upah Lebih Tinggi

Kamis, 30 April 2026 - 16:39 WIB

Dari Pembangunan ke Kebersamaan, TMMD Abdya Tunjukkan Kedekatan dengan Masyarakat

Kamis, 30 April 2026 - 16:14 WIB

Rehab 5 RTLH Dikebut, Satgas TMMD Abdya Catat Progres 20 Persen

Kamis, 30 April 2026 - 15:38 WIB

Satgas TMMD Abdya Tunjukkan Empati, Ikut Tahlilan Malam ke-7 Warga Gunung Cut

Rabu, 29 April 2026 - 19:31 WIB

Satgas TMMD Bangun Akses Vital, Petani Gunung Cut Segera Nikmati Jalan Baru

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Permudah Petani, TMMD Abdya Bangun Jalan 2,5 Km di Medan Pegunungan

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:31 WIB

error: Content is protected !!