BLANGKJEREN, GAYO LUES – Di tengah hamparan lahan yang mulai disiapkan, suasana keakraban dan kekeluargaan begitu terasa. Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si, turun langsung ke Desa Ume Lah, Kecamatan Blangpegayon, Sabtu (17/10/2026) untuk meninjau persiapan lahan perkebunan kopi rakyat.
Tidak hanya sekadar meninjau, Bupati Suhaidi duduk bersama, berdialog langsung dengan para petani dan warga dengan penuh keakraban. Tanpa sekat, warga menyampaikan harapan, keluh kesah, hingga cita-cita mereka agar kopi dari Ume Lah bisa menjadi kebanggaan baru Gayo Lues.
Bupati mendengarkan dengan seksama setiap masukan dari warga. Sesekali tawa dan canda menghangatkan suasana dialog di bawah rindangnya pepohonan Gayo.
“Kedatangan kami bukan hanya untuk melihat lahan, tapi untuk melihat hati masyarakat. Semangat warga Ume Lah ini luar biasa. Ini modal utama kita,” ujar Bupati Suhaidi.

Bupati menegaskan, Pemkab Gayo Lues berkomitmen penuh menjadikan kopi sebagai lokomotif ekonomi kerakyatan. Pemerintah akan mengawal penuh, mulai dari penyediaan bibit, upah tanam, bantuan pupuk, hingga pendampingan dan jaminan pasar.
“Kalau lahannya sudah siap, pemerintah wajib hadir. Jangan biarkan petani berjuang sendiri. Kopi Gayo Lues ini sudah terkenal di dunia, tugas kita sekarang adalah memastikan petani di di Ume Lah dan Masyarakat Gayo Lues pada umumnya ikut sejahtera dari kopi,” tegasnya.
Salah satu warga, mewakili warga mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati yang mau turun langsung ke desa mereka yang berada di pelosok.
“Kami sangat terharu, Bapak Bupati mau datang dan duduk bersama kami seperti keluarga. Ini menambah semangat kami untuk berkebun,” ucap salah seorang warga.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan langsung ke titik-titik lahan yang sedang dalam tahap pembersihan.
Turut hadir : Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Aparatur Desa Ume Lah, dan tokoh masyarakat.
































