Mitra, Sulut|Waspada24.com
Langkah sigap Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) dan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara, didukung penuh personel TNI, dalam mengamankan situasi pasca-perkelahian antarkelompok di Kecamatan Belang menuai pujian, Rabu (3/12/25).
Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah tersebut menyampaikan apresiasi atas kecepatan tindakan aparat dalam menangani insiden yang melibatkan warga Desa Watuliney dan Desa Molompar pada Minggu (30/11) dini hari.
Diketahui, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Silo Watuliney, Pdt. Femmy Tiow, M.Th., mengonfirmasi bahwa saat ini kehadiran petugas keamanan masih tampak signifikan di Watuliney Raya dan Molompar Raya.
Namun, yang paling utama, beliau menekankan bahwa keadaan telah kondusif dan masyarakat sudah dapat kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari tanpa rasa khawatir.
“Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasanya. Kami berterima kasih banyak atas perhatian dan pihak keamanan yang sangat cepat bertindak,”
ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Minahasa Tenggara, Selasa (2/12) siang.
Apresiasi tersebut tidak hanya tertuju pada upaya pemulihan keamanan di lapangan, melainkan juga pada ketegasan proses hukum yang dijanjikan.
Pdt. Femmy Tiow bersyukur bahwa aparat keamanan dengan segera merealisasikan penanganan dan proses hukum yang tegas bagi para pelaku, hal yang sempat ia sampaikan dalam forum dialog Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut bersama masyarakat sehari sebelumnya, pada Senin (1/12).
”Kami menyampaikan terima kasih atas tindakan cepat yang dilakukan, merealisasikan hasil dialog tetapi juga apa yang disampaikan oleh Kapolda Sulut,”
tambahnya. Kecepatan tindakan Forkopimda, baik di tingkat Provinsi Sulawesi Utara maupun Kabupaten Minahasa Tenggara, dinilai menjadi kunci utama terciptanya kembali suasana yang aman dan damai di Belang dalam waktu singkat.
Pujian serupa juga datang dari tokoh agama Islam di wilayah tersebut. Imam Masjid Ar-Rahman Desa Molompar Induk, Munawir Bokingo, menegaskan bahwa suasana di Molompar Raya dan Watuliney Raya sudah kembali aman dan terkendali.
Ia secara khusus memuji kinerja sinergis dari jajaran Polda Sulut dan Polres Minahasa Tenggara.

”Hal itu berkat dari kerja pihak kepolisian,”
kata Munawir Bokingo. Mewakili tokoh agama dari Desa Molompar Induk, ia menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada kepolisian yang telah bertindak tegas dan cepat dalam proses penyelesaian masalah.
Penetapan beberapa tersangka dalam kasus ini diyakini menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam penegakan hukum.
Hukum Tua Desa Molompar, Suaib Baso, turut menyampaikan apresiasi yang senada.
Pernyataan bersama dari para pemimpin agama dan masyarakat ini memperkuat sinyal bahwa langkah-langkah penanganan yang diambil aparat keamanan telah efektif dan mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen warga di Kecamatan Belang. (74M)



































