PW GPA DKI Jakarta Dukung Sinergitas TNI dengan Kampus untuk Perkuat Wawasan Kebangsaan: Stop Opini Liar, Jangan Lebay!

WASPADA24

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 08:47 WIB

50180 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al-Wasliyah (PW GPA) DKI Jakarta mengaku heran dengan oknum yang tak bertanggung jawab yang terkesan alergi terhadap kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lingkungan kampus dan Perguruan Tinggi.

Kami mengecam keras atas narasi sesat yang dilontarkan pihak tertentu. Ia menduga ada oknum pihak tertentu yang ingin mengadu domba antara mahasiswa dan TNI.

Dedi menilai, ada segelintir pihak yang tak ingin melihat komunikatif mahasiswa, kampus, dan TNI berjalan dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menurutnya, bahwa kehadiran dan sinergitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan elemen mahasiswa harus kita apresiasi dan dukung untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan geopolitic global,” kata Ketua PW GPA DKI Jakarta, Dedi Siregar dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

“Sebagai kelompok intelektual, tentu kita pernah mengalami dinamika kehidupan kampus kuliah, berorganisasi, berdiskusi, hingga berinteraksi dengan berbagai pihak termasuk TNI. Saya tidak pernah merasakan adanya intimidasi ataupun tindakan represif. Oleh sebab itu, Stop buat opini liar. Jangan lebay,” tegasnya.

Akivis Pemuda Islam ini menegaskan, selama ini justru banyak anggota TNI yang aktif membantu mahasiswa maupun sivitas kampus lainnya dalam menjalankan aktivitas sosial dan pengabdian kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.

“Salah satu contohnya adalah keterlibatan TNI dalam memfasilitasi dan mengawal program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang melibatkan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi”, jelasnya.

Ia menambahkan, sinergitas antara TNI dan kampus bukanlah hal baru. Sejumlah kegiatan seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), pelatihan bela negara, hingga kegiatan tanggap bencana sering kali melibatkan TNI secara aktif.

“Hal ini menjadi bukti bahwa TNI lahir dari rahim raykat serta justru berkontribusi positif terhadap penguatan karakter generasi muda dan wawasan kebangsaan mahasiswa”, tandasnya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, bahwa kekhawatiran berlebihan terhadap kehadiran TNI di kampus justru mengaburkan fakta-fakta sinergi positif yang sudah terjalin lama.

“TNI tidak sedang menggantikan peran akademisi atau mahasiswa, melainkan hadir sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan nasional dari lingkungan kampus,” sambungnya.

Dalam konteks global yang penuh tantangan, kampus sebagai pusat ilmu dan moral. Menurut Dedi, tidak bisa bersikap eksklusif.

Maka dari itu, kehadiran TNI dalam berbagai kegiatan bukanlah bentuk intervensi militer, tetapi bentuk kolaborasi strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

“Sudah saatnya kita melihat kehadiran TNI dari kacamata objektif dan konstruktif. Jangan sampai kampus terjebak pada narasi murahan yang hanya menciptakan sekat-sekat semu di tengah urgensi sinergi kebangsaan,” pungkasnya.

Salam Hormat,
Pimpinan Wilayah
Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta

Dedi Siregar
Ketua

Berita Terkait

Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
Budi Arie Clear: Tak Ada Bukti Hukum Keterlibatan dalam Kasus Judi Online
“Budi Arie Clear”, Pengamat Minta Publik Tak Terjebak Narasi dan Spekulasi Kasus Judi Online
Aktivis Nasional Dedi Siregar: Bendera Identitas di Samarinda Bukan Serta-Merta Simbol Separatisme, Apresiasi Respons Cepat Pangdam VI/Mulawarman
Kepala BNN dan Jajaran Di Apresiasi, Ringkus Gembong Narkoba Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Aktivis Nasional Kombes Reza Chairul Sosok Tepat Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Imbauan Panglima TNI: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Narasi yang Belum Terverifikasi
FPII Kecam Keras Pelabelan “Londo Ireng, Kasihhati : Itu Serangan Terbuka Terhadap Martabat Insan Pers Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:44 WIB

The best bonuses at Nagad88 Bangladesh: what every player should know this year

Minggu, 6 September 2026 - 15:13 WIB

Why choose Instant Withdrawal Casino Canada: The advantages of real money gaming and rapid

Minggu, 6 September 2026 - 04:03 WIB

Neosurf Casinos Australia: Your gateway to thrilling slots and live casino experiences

Minggu, 6 September 2026 - 03:17 WIB

Registro fácil en casinos sin verificación: comienza a jugar en minutos

Minggu, 6 September 2026 - 03:09 WIB

Payment security tips for players at Online Pokies NZ: stay safe while you play

Minggu, 6 September 2026 - 02:45 WIB

Discover the best bonuses at PayID Pokies Australia: Strategies for real money pokies

Minggu, 6 September 2026 - 02:20 WIB

1win en 2026: mejores estrategias para jugar al poker y ganar

Sabtu, 5 September 2026 - 22:15 WIB

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji

Berita Terbaru