Pasokan BBM Lancar, Tapi Harga di Pengecer Mencekik: Pertalite Tembus Rp30 Ribu/Liter di Aceh Tenggara

WASPADA24.COM

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 22:35 WIB

50379 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Waspada24.com — Ironis. Di saat pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Aceh Tenggara berjalan normal, harga eceran di lapangan justru melambung,seolah-seolah bak ditelan bumi. Pertalite di beli dari SPBU 10.000 perliter dan pertamax di beli dari SPBU.12.500 perliternya.Bayangkan,harga di Encer pertalit Rp25.000–Rp30.000.Pertamax dibeli Rp12.500, dijual Rp30.000.Keuntungan mencapai 300 persen.

Membuat maraknya penjualan minyak ilegal semakin sulit dikendalikan.Kondisi ini membuat masyarakat terheran-heran: ke mana hilangnya BBM yang setiap hari masuk belasan ton ke setiap SPBU?

Aceh Tenggara memiliki empat SPBU yang tersebar di Desa Kampung Karo Kecamatan (Babul Makmur), Desa Kuning dan Lawe Kihing (Bambel), serta SPBU Kampung Melayu (Babussalam).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap hari, mobil tangki dari Medan mengalirkan rata-rata 8 ton Pertalite, 8 ton Pertamax dan 8 Ton Solar ke setiap SPBU. Jika dikalikan empat SPBU, volume BBM yang masuk mencapai puluhan ton per hari.

Lain lagi di pertaminishop untuk minyak non subsidi pertamax itu paling sedikit 5 ton yang masuk, itu pun hitungan jam minyak tersebut sudah habis.Namun anehnya, BBM di SPBU tetap cepat habis. Masyarakat pun menyebutnya seolah “ditelan bumi”.sebut Alyas Spd.

Sejak banjir yang melanda Aceh Tenggara sepekan lalu, distribusi BBM sempat terhambat selama dua hari. Setelah itu, pasokan kembali normal.

Pantauan Waspada24.com pada Kamis (04/12/25) pukul 08.30 WIB di SPBU Kuning, SPBU Lawe Kihing, dan SPBU Kampung Melayu menunjukkan tidak ada hambatan distribusi. Pengiriman BBM berlangsung lancar. Lantas, mengapa antrian mengular hingga 1 kilometer setiap hari baik di SPBU Lawe kihing mau pun di SPBU kampung melayu.

Saat di jumpai.Waspada24.com-salah warga dari desa kelapa gading Alyas, S.Pd. Sebagai Kepala Sekolah di SMAN 1 Ketambe, yang ditemui saat antrean di SPBU Lawe Kihing Kamis,04/12/25 pukul 08.30 WIB,dia mengaku bingung dengan fenomena saat ini.

Setiap hari mobil tangki masuk, ke empat SPBU yang ada di Agara dan buka dari pagi sampai tengah malam, tapi BBM tetap langka. Ke mana perginya Pertalite, Pertamax, dan Solar itu?” jelasnya Alyas Kembali.

Alyas juga menilai situasi ini tidak wajar, terlebih munculnya banyak warga yang tiba-tiba ikut menjual BBM karena harga yang sangat tinggi di tingkat pengecer dan harga meroket membuat banyak orang terpikat untuk menjual BBM.

Warga berharap pada pemerintah daerah dan DPRK, dan aparat penegak hukum (APH) segera menelusuri dugaan permainan BBM yang merugikan masyarakat Aceh Tenggara.

Cek ke lapangan. Lihat sendiri nasib rakyatmu. Di saat bencana, harga minyak justru makin mencekik leher. Ke mana lagi kami mengadu, Pak DPRK?” tegas Alyas, tokoh masyarakat Kelapa Gading.

Masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera memberi solusi agar distribusi BBM kembali normal dan harga kembali stabil.

Laporan(M.Jeni)
Waspada24.com.

Berita Terkait

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting
Kapolsek Bambel Kegiatan Dipompes Darul Iman
Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
PAD Tahun 2025 Tidak Capai Target. LPP Bupati Aceh Tenggara
Empat Frakasi DPRK Setujui LPP APBK Aceh Tenggara Tahun 2025.
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
Kaukus Nusantara Desak Pemekaran ALA Dan ABAS Jadi Solusi Jaga Keutuhan NKRI Pasca-Kericuhan di Aceh
Kapolres Aceh Tenggara Kunjungi Lapas Kelas II B Kutacane Untuk Perkuat Antara Intansi

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:08 WIB

Banjir Melanda Aceh, Mualem Disorot karena Bolak-Balik Kuala Lumpur, Publik Pertanyakan Kepemimpinan

Rabu, 9 September 2026 - 17:35 WIB

Pengamat Apresiasi Polres Cimahi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis, Ratusan Ribu Jiwa Diselamatkan

Selasa, 8 September 2026 - 14:59 WIB

Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

Senin, 7 September 2026 - 00:07 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar

Selasa, 1 September 2026 - 21:51 WIB

Budi Arie Clear: Tak Ada Bukti Hukum Keterlibatan dalam Kasus Judi Online

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:19 WIB

“Budi Arie Clear”, Pengamat Minta Publik Tak Terjebak Narasi dan Spekulasi Kasus Judi Online

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Aktivis Nasional Dedi Siregar: Bendera Identitas di Samarinda Bukan Serta-Merta Simbol Separatisme, Apresiasi Respons Cepat Pangdam VI/Mulawarman

Berita Terbaru