Takalar – waspada24.com | Proyek pembangunan drainase di Kelurahan Pat’têne kembali disorot warga. Pengerjaan galian yang terkesan asal-asalan serta dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) membuat publik mempertanyakan kualitas dan keseriusan kontraktor dalam mengerjakan proyek bernilai besar ini.
Proyek yang menelan anggaran Rp 28,9 miliar dari APBN dan dikerjakan PT Jaya Etika Beton itu dinilai tidak mencerminkan pekerjaan profesional. Warga menilai, sejumlah bagian galian tampak tidak sesuai standar teknis, mulai dari kedalaman yang tidak merata hingga proses pemadatan tanah yang terkesan dilakukan seadanya.Selasa(9/12/2025)-
Tak hanya soal kualitas konstruksi, pelaksanaan proyek juga disoroti karena diduga mengabaikan aspek K3. Pekerja di lapangan kerap terlihat tanpa Alat Pelindung Diri (APD) standar, yang bukan hanya membahayakan pekerja, namun juga menunjukkan lemahnya manajemen keselamatan dari pihak pelaksana.
Kondisi lapangan yang jauh dari standar ini menimbulkan kekhawatiran bahwa saluran drainase tidak akan bertahan lama dan berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat, termasuk risiko banjir, kerusakan struktur, bahkan kecelakaan kerja.
Warga menuntut instansi teknis, konsultan pengawas, hingga aparat penegak hukum untuk turun memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi. Mereka menegaskan bahwa proyek bernilai puluhan miliar dari uang rakyat tidak boleh dibiarkan dikerjakan dengan kualitas rendah dan minim pengawasan.
(Nakku JAGUAR)🇲🇨




























