Sudah 20 Hari Pasca Banjir Bandang, Jalan Nasional Aceh Tenggara–Gayo Lues Belum Bisa Dilalui Semua Kendaraan

WASPADA24

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:07 WIB

50442 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Waspada24.com — Sudah 20 hari pasca banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, kondisi badan Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara dengan Kabupaten Gayo Lues hingga kini belum dapat dilalui seluruh jenis kendaraan. Selasa (16/12/2025), kondisi badan jalan nasional tersebut masih tampak terputus dan belum pulih sepenuhnya.

Hujan deras yang mengguyuri Kabupaten Aceh Tenggara selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan banjir bandang hebat, sehingga badan jalan nasional putus total akibat terjangan arus Sungai Alas yang meluap dan menghantam struktur jalan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan Waspada24.com pada Selasa (16/12/2025) menunjukkan bahwa badan Jalan Nasional masih terlihat putus di Desa Lawe Kelabu. Hingga saat ini, akses tersebut belum dapat dilalui kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, dari Desa Rumah Bundar menuju perbatasan Kabupaten Gayo Lues.

Jalan nasional tersebut merupakan salah satu akses lintasan utama dari Kabupaten Gayo Lues menuju Provinsi Sumatera Utara. Terputusnya jalur ini membuat seluruh kendaraan tidak dapat melintas, sehingga berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat serta menghambat pendistribusian bantuan ke lokasi-lokasi bencana. Tak hanya itu, sejumlah kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan harga akibat terhambatnya akses transportasi.

Harapan masyarakat Kabupaten Gayo Lues kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Aceh, serta Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara, agar segera melakukan perbaikan badan Jalan Nasional yang terputus. Pasalnya, harga bahan pokok di Gayo Lues saat ini sangat mahal akibat akses jalan yang belum pulih.

“Saat dikonfirmasi Waspada24.com, salah satu warga Rumah Bundar, Alim (37), Selasa (16/12/2025) pukul 14.30 WIB, menjelaskan bahwa sudah memasuki hari ke-20 pascabencana banjir bandang, akses jalan utama milik BPJN Aceh tersebut belum juga bisa dilalui seluruh kendaraan bermotor menuju perbatasan Kabupaten Gayo Lues,” jelasnya.

Putusnya badan jalan (Air Pusing) di Desa Lawe Kelabu hanya sepanjang puluhan meter saja, akibat diterjang derasnya arus Sungai Alas. Apabila bagian jalan tersebut telah diperbaiki, kendaraan diyakini sudah dapat kembali melintas menuju Kabupaten Gayo Lues.

Terdapat beberapa titik badan jalan yang sempat terputus akibat banjir bandang. Di Desa Lawe Penggalan, badan jalan sebelumnya putus, namun saat ini sudah bisa dilalui kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.

Badan jalan di Desa Leuser juga sempat terputus, termasuk akses jalan menuju objek wisata Ketambe. Namun seluruh titik tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan dengan normal.

Saat ini, satu-satunya badan jalan yang belum bisa dilalui kendaraan hanyalah di Desa Lawe Kelabu (Air Pusing).

Inilah harapan masyarakat Gayo Lues dan masyarakat Aceh Tenggara kepada BWSS I dan BPJN Aceh agar segera menurunkan alat berat berupa excavator ke lokasi badan jalan yang terputus di Desa Lawe Kelabu, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, sehingga akses vital antarwilayah dapat segera kembali normal.

Laporan: M. Jeni
Waspada24.com

Berita Terkait

Kodim 0108/Agara Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Teger Miko, Pemasangan Hanger Masuki Tahap Krusial
Dana Ketahanan Pangan Rp134 Juta Diduga Tak Dinikmati Warga Desa
Ruas Jalan Nasional Medan–Kutacane Bertaburan Lubang. Polres Agara usut Rutin BPJN
Laksanakan Perintah Kasad, Kodim 0108/Agara Tuntaskan Program Bedah RTLH, Danposramil Lawe Bulan Serahkan Kunci Rumah Layak Huni
Proyek Bronjong Desa Ketambe Disorot: Dugaan Mutu Material Diabaikan, Pengawasan Dipertanyakan, LSM KOREK Desak Audit Menyeluruh
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:03 WIB

KILANG PADI MANGKRAK, DUA KALI BELANJA AMBULAN HANYA SATU KENDARAAN: DUA PROYEK DIDUGA SARANG KORUPSI TERSELUBUNG DESA SUKA MAKMUR

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:10 WIB

Bendera Merah Putih di Kantor Desa Sukamakmur Terlihat Koyak, Lusuh, dan Tak Pernah Diturunkan Melanggar Aturan – Nilai Kebangsaan

Senin, 6 Juli 2026 - 16:25 WIB

Bendera Merah Putih Koyak & Lusuh di YPIS Maju Binjai: Pelanggaran Hormat dan Aturan yang Terabaikan

Senin, 6 Juli 2026 - 16:11 WIB

Kepala Sekolah SMPN 2 Selesai Ditegur Keras: Biarkan Bendera Koyak dan Lusuh Berkibar Tanpa Pernah Diturunkan, Langgar Hukum  

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:08 WIB

OTT KPK Terhadap Bupati Langkat Syah Afandin, Masyarakat Sesalkan Berulangnya Kasus

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Penyimpangan Anggaran Desa Suka Makmur, Langkat: Laporan Ungkap Mark Up, Dana Fiktif, dan Silpa Diduga Digelapkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:02 WIB

Kisah Mencekam Tanah Nenek Moyang yang Harus Diperjuangkan Melawan PT LNK Tanpa Dasar Hukum

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:46 WIB

PT LNK Tolak Penguburan di Tanah Asli Warga; Keluarga & Warga Kecewa Tak Ada Solusi dari Kepala Desa Nambiki, Camat dan Bupati Langkat

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Dana Ketahanan Pangan Rp134 Juta Diduga Tak Dinikmati Warga Desa

Jumat, 10 Jul 2026 - 23:46 WIB