Kutacane, Waspada24.com — Sudah 20 hari pasca banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, kondisi badan Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara dengan Kabupaten Gayo Lues hingga kini belum dapat dilalui seluruh jenis kendaraan. Selasa (16/12/2025), kondisi badan jalan nasional tersebut masih tampak terputus dan belum pulih sepenuhnya.

Hujan deras yang mengguyuri Kabupaten Aceh Tenggara selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan banjir bandang hebat, sehingga badan jalan nasional putus total akibat terjangan arus Sungai Alas yang meluap dan menghantam struktur jalan.
Pantauan Waspada24.com pada Selasa (16/12/2025) menunjukkan bahwa badan Jalan Nasional masih terlihat putus di Desa Lawe Kelabu. Hingga saat ini, akses tersebut belum dapat dilalui kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, dari Desa Rumah Bundar menuju perbatasan Kabupaten Gayo Lues.
Jalan nasional tersebut merupakan salah satu akses lintasan utama dari Kabupaten Gayo Lues menuju Provinsi Sumatera Utara. Terputusnya jalur ini membuat seluruh kendaraan tidak dapat melintas, sehingga berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat serta menghambat pendistribusian bantuan ke lokasi-lokasi bencana. Tak hanya itu, sejumlah kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan harga akibat terhambatnya akses transportasi.

Harapan masyarakat Kabupaten Gayo Lues kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Aceh, serta Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara, agar segera melakukan perbaikan badan Jalan Nasional yang terputus. Pasalnya, harga bahan pokok di Gayo Lues saat ini sangat mahal akibat akses jalan yang belum pulih.
“Saat dikonfirmasi Waspada24.com, salah satu warga Rumah Bundar, Alim (37), Selasa (16/12/2025) pukul 14.30 WIB, menjelaskan bahwa sudah memasuki hari ke-20 pascabencana banjir bandang, akses jalan utama milik BPJN Aceh tersebut belum juga bisa dilalui seluruh kendaraan bermotor menuju perbatasan Kabupaten Gayo Lues,” jelasnya.
Putusnya badan jalan (Air Pusing) di Desa Lawe Kelabu hanya sepanjang puluhan meter saja, akibat diterjang derasnya arus Sungai Alas. Apabila bagian jalan tersebut telah diperbaiki, kendaraan diyakini sudah dapat kembali melintas menuju Kabupaten Gayo Lues.
Terdapat beberapa titik badan jalan yang sempat terputus akibat banjir bandang. Di Desa Lawe Penggalan, badan jalan sebelumnya putus, namun saat ini sudah bisa dilalui kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.
Badan jalan di Desa Leuser juga sempat terputus, termasuk akses jalan menuju objek wisata Ketambe. Namun seluruh titik tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan dengan normal.
Saat ini, satu-satunya badan jalan yang belum bisa dilalui kendaraan hanyalah di Desa Lawe Kelabu (Air Pusing).
Inilah harapan masyarakat Gayo Lues dan masyarakat Aceh Tenggara kepada BWSS I dan BPJN Aceh agar segera menurunkan alat berat berupa excavator ke lokasi badan jalan yang terputus di Desa Lawe Kelabu, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, sehingga akses vital antarwilayah dapat segera kembali normal.
Laporan: M. Jeni
Waspada24.com



































