Jakarta | Waspada24.com
Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat resmi melebarkan sayap ke kancah perpolitikan nasional dengan bertransformasi menjadi partai politik, Senin (19/01/26).
Deklarasi perubahan bentuk ini diumumkan secara terbuka dalam gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung di Jakarta pada Minggu, (18/01).
Dalam momentum tersebut, Partai Gerakan Rakyat langsung mengambil sikap politik yang tegas dengan menyatakan penolakan terhadap wacana penunjukan kepala daerah melalui mekanisme DPRD.
Eks Gubernur Jakarta sekaligus calon Presiden 2024, Anies Baswedan, hadir langsung untuk membuka agenda Rakernas perdana tersebut.
Kehadiran Anies menjadi simbol krusial dalam peresmian partai ini, mengingat basis massa organisasi tersebut berakar dari pendukungnya.
Langkah ini menandai babak baru bagi Gerakan Rakyat yang kini memposisikan diri sebagai entitas politik formal yang siap bersaing dalam kontestasi elektoral mendatang.
Selain itu, acara peresmian ini juga menjadi ajang konsolidasi bagi para loyalis dan barisan mantan tim pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) pada Pilpres 2024 silam.
Sejumlah tokoh kunci terlihat memadati lokasi Rakernas, memperlihatkan struktur kekuatan lama yang kini melebur dalam partai baru tersebut.
Kehadiran para elite eks tim sukses tersebut menegaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat menjadi wadah perjuangan bagi para pendukung setia visi perubahan yang diusung Anies.
Berdasarkan pantauan dari akun media sosial Ahmed Yogie N, deretan tokoh penting yang hadir di antaranya adalah mantan Kapten Timnas AMIN, Muhammad Syaugi Alaydrus, dan mantan Dewan Pakar Saut Situmorang.
Terlihat pula eks Deputi Disabilitas Surya Tjandra serta Sulfikar Amir yang sebelumnya menjabat sebagai Juru Bicara Timnas AMIN.
Kehadiran para tokoh lintas sektor ini memperkuat legitimasi Partai Gerakan Rakyat sebagai kekuatan politik baru yang diperhitungkan. (74M)


































