Bireuen – Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., menghadiri kegiatan Masa Ta’aruf dan Baitul Arqam Mahasiswa Baru Angkatan V Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) Kabupaten Bireuen, yang berlangsung di Kampus Induk UMMAH Aceh Bireuen, Senin 14 September 2026
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bireuen hadir sekaligus memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru dengan mengangkat tema “Pencegahan dan Penanggulangan Intoleransi, Radikalisme, NAPZA, Judi Online dan Phishing.”
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang semakin pesat

Dalam penyampaiannya, Kapolres Bireuen menekankan bahwa mahasiswa merupakan bagian penting dari masyarakat sekaligus calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, kemampuan berpikir kritis, kepedulian sosial serta mampu menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab
Kapolres mengingatkan pentingnya menjaga toleransi di lingkungan kampus. Perbedaan agama, suku, budaya, organisasi, pandangan, pilihan politik maupun latar belakang sosial dan ekonomi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mahasiswa harus mampu membedakan antara berbeda pendapat dengan bermusuhan. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling membenci,” ujar Kapolres.

Terkait ancaman radikalisme dan ekstremisme, Kapolres mengajak mahasiswa untuk tidak mudah terpengaruh propaganda yang mengarah pada kebencian maupun kekerasan. Mahasiswa diharapkan mampu memverifikasi informasi, memahami persoalan dari berbagai perspektif, membangun budaya dialog, menghargai perbedaan serta mengembangkan wawasan kebangsaan
“Berpikir kritis bukan berarti membenci. Memiliki keyakinan bukan berarti boleh memaksakan keyakinan kepada orang lain. Berbeda pandangan bukan berarti harus melakukan kekerasan,” tegasnya.
Selanjutnya, Kapolres memberikan perhatian khusus terhadap bahaya NAPZA yang dapat merusak masa depan generasi muda. Mahasiswa diminta berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan tidak mudah terpengaruh ajakan lingkungan yang negatif
Kapolres juga mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya judi online yang dapat menimbulkan ketergantungan, kerugian finansial, utang, konflik keluarga, terganggunya pendidikan hingga mendorong seseorang melakukan tindakan melanggar hukum.
“Jangan jadikan judi online sebagai cara mendapatkan uang. Uang kuliah bukan modal judi, uang kiriman orang tua bukan untuk taruhan, dan masa depan bukan untuk dipertaruhkan,” pesan AKBP Yulhendri
Selain itu, perkembangan kejahatan digital berupa phishing juga menjadi salah satu perhatian dalam pembekalan tersebut. Kapolres menjelaskan bahwa phishing merupakan upaya penipuan untuk memperoleh informasi penting seperti username, password, PIN, OTP, data rekening, data pembayaran maupun data pribadi.

Kepada mahasiswa, Kapolres mengingatkan prinsip “STOP – CEK – JANGAN KLIK – LAPORKAN.”
Mahasiswa diminta tidak panik dan tidak terburu-buru ketika menerima pesan mencurigakan, memeriksa kebenaran informasi dan identitas pengirim, tidak membuka tautan mencurigakan serta segera melaporkan dugaan penipuan melalui kanal resmi atau kepada pihak yang berwenang.
“OTP jangan diberikan kepada siapa pun. PIN jangan diberikan kepada siapa pun. Password jangan diberikan kepada siapa pun. Jangan percaya hanya karena seseorang mengaku sebagai petugas resmi,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak mahasiswa untuk menjadi generasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab. Setiap informasi yang diterima maupun akan dibagikan hendaknya terlebih dahulu dipastikan kebenaran, manfaat dan dampaknya terhadap orang lain.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa mahasiswa bukan objek keamanan, melainkan mitra Polri dan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen toleransi, agen literasi digital, pelopor anti-NAPZA, pelopor anti-judi online, pelopor keamanan digital serta mitra Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan prinsip 5 Jangan dan 5 Lakukan kepada mahasiswa.
5 Jangan, yaitu jangan membenci karena perbedaan, jangan mudah terpengaruh propaganda radikal, jangan mencoba NAPZA, jangan bermain judi online, serta jangan memberikan OTP, PIN, password atau data pribadi kepada pihak yang tidak dipercaya.
Sementara 5 Lakukan, yakni hormati perbedaan, saring informasi sebelum sharing, pilih lingkungan pergaulan yang positif, gunakan teknologi untuk belajar, berkarya dan berprestasi, serta laporkan apabila menemukan dugaan tindak pidana.
Mengakhiri pembekalannya, Kapolres Bireuen berpesan agar mahasiswa menggunakan masa muda untuk belajar, berkarya dan membangun masa depan.
“Kalau ingin mencari penghasilan, bangun usaha. Kalau ingin dikenal, bangun prestasi. Kalau ingin memiliki pengaruh, jadilah pemimpin yang berintegritas. Kalau ingin berbeda, berbeda dalam prestasi dan karya, bukan dalam kebencian,” pesan Kapolres.
Kapolres kemudian mengajak seluruh civitas akademika UMMAH untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang toleran, aman, damai, bebas NAPZA, bebas judi online serta cerdas dan aman dalam menggunakan teknologi.

“Beda itu biasa. Damai itu pilihan. Narkoba bukan solusi. Judi online bukan jalan rezeki. Data pribadi adalah rahasia,” pungkas AKBP Yulhendri.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan mahasiswa baru UMMAH dapat menjadi generasi muda yang berkarakter, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, cakap digital serta mampu menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian di lingkungan kampus maupun masyarakat
Pada kesempatan tersebut, Kapolres Bireuen turut menyerahkan Plakat Kenang – kenangan kepada Rektor Ummah Dr. H. Muharrir Asy’ari, Lc., M.Ag






























