Jakarta | Waspada24.com
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII mengambil langkah proaktif dalam memperkuat stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, Selasa (27/01/26).
Panglima Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, menggelar pertemuan strategis dengan jajaran tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah di Kantor Bupati Melonguane, Kepulauan Talaud, pada Selasa (27/1).
Didampingi langsung oleh Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, dialog ini bertujuan untuk memastikan situasi wilayah tetap kondusif melalui pendekatan komunikasi yang humanis.
Upaya tatap muka ini menjadi instrumen penting bagi TNI Angkatan Laut untuk menciptakan ruang diskusi yang terbuka dan menyejukkan.
Fokus utama dari agenda ini adalah membangun kepercayaan publik serta meredam potensi gesekan di tengah masyarakat.
Dengan mengedepankan transparansi, Kodaeral VIII berharap koordinasi lintas sektoral ini dapat menjaga ketertiban umum di wilayah Melonguane agar tetap stabil dan terkendali.
Dalam arahannya, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi aktif para tokoh lokal yang selama ini menjadi pilar penjaga kerukunan.
ia menegaskan bahwa TNI AL berkomitmen penuh untuk bekerja secara profesional dan tidak menutup diri terhadap kritik maupun masukan konstruktif dari warga.
Sikap terbuka ini dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan setiap dinamika sosial yang muncul di lapangan.
Menanggapi isu sensitif terkait kedisiplinan, Dankodaeral VIII memberikan jaminan bahwa setiap pelanggaran yang melibatkan oknum prajurit akan diproses secara tegas dan objektif berdasarkan hukum yang berlaku.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi dan selalu mengedepankan musyawarah dalam menyikapi kesalahpahaman.
“Dialog adalah sarana terbaik untuk menjaga perdamaian dan persatuan,”
Tegasnya di hadapan para undangan.
Respon positif datang dari perwakilan tokoh masyarakat Melonguane yang mengapresiasi kecepatan TNI AL dalam menyerap aspirasi warga.
Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan seremonial saja, melainkan berlanjut dalam komunikasi intensif guna menjaga keharmonisan di Kepulauan Talaud.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Kodaeral VIII, Danlanal Melonguane, serta unsur Forkopimda setempat. (*-74M)


































