dr. Andriana Susanti, M.Kes., Sp.A menggelar sosialisasi penyakit campak di hadapan ratusan pasien rawat jalan di Poliklinik RSUD H Padjonga Daeng Ngalle

Redaksi laikang jaya grup

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 00:21 WIB

5019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar – Waspada24 | Dokter spesialis anak, dr. Andriana Susanti, M.Kes., Sp.A menggelar sosialisasi penyakit campak di hadapan ratusan pasien rawat jalan di Poliklinik RSUD H Padjonga Daeng Ngalle (HPDN), Jalan H Ince Husain Daeng Parani, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Selasa, 21-4-2026. Kegiatan ini berlangsung di area pendaftaran rumah sakit yang terletak. Ratusan pasien tampak memadati lokasi, mengantre di lima loket pelayanan sambil mengikuti pemaparan materi sosialisasi.

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam suasana yang tetap tertib, para pasien terlihat antusias menyimak penjelasan dr. Andriana Susanti yang akrab disapa dr. Anti. Ia menyampaikan materi menggunakan slide proyektor, didampingi oleh staf operator yang mengatur tampilan presentasi.

 

Di sela-sela antrean, pasien dan keluarga yang menunggu giliran pemeriksaan memanfaatkan waktu untuk mendengarkan edukasi mengenai bahaya campak dan pentingnya vaksinasi.

 

Dalam pemaparannya, dr. Anti menekankan pentingnya kekebalan komunitas atau herd immunity sebagai benteng utama dalam mencegah penyebaran penyakit campak.

 

“Kalau banyak orang tervaksin, maka akan terbentuk yang namanya kekebalan komunitas. Ibaratnya kalau kita berpegangan tangan membentuk lingkaran, orang yang mau menembus masuk itu akan susah,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga memberikan perlindungan kepada kelompok rentan yang tidak dapat menerima vaksin karena kondisi medis tertentu.

 

“Kalau sedikit yang divaksin, kuman akan mudah berpindah-pindah. Kasihan kelompok rentan yang tidak bisa divaksin, mereka yang akhirnya berisiko tinggi tertular,” lanjutnya.

 

Menurut dr. Anti, cakupan vaksinasi yang tinggi menjadi kunci untuk memutus rantai penularan penyakit menular seperti campak.

 

Usai kegiatan, dr. Anti menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari arahan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat kepada para dokter anak di seluruh Indonesia.

 

“Alhamdulillah, sosialisasi campak ini sudah kita laksanakan. Ini berdasarkan arahan Ketua Umum IDI Pusat, jadi memang saat ini kami dokter anak diminta aktif melakukan sosialisasi,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara IDI dan rumah sakit melalui program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).

 

“Ini salah satu bentuk kolaborasi dengan rumah sakit melalui tim PKRS untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat,” tambahnya.

 

Meskipun tidak banyak pertanyaan dari peserta, dr. Anti menilai masyarakat cukup memperhatikan materi yang disampaikan.

 

“Semoga pesan yang kami sampaikan bisa diterima, bahwa vaksinasi sangat penting untuk mencegah campak. Kalau pun terkena, gejalanya biasanya lebih ringan jika sudah divaksin,” katanya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bersifat situasional dan tidak dilakukan setiap hari, melainkan menyesuaikan dengan agenda rumah sakit.

 

“Sosialisasi ini tidak setiap hari, tapi rumah sakit punya jadwal rutin dengan tema yang berbeda dan dokter yang berbeda,” jelasnya.

 

Terkait kasus campak, dr. Anti mengungkapkan bahwa saat ini terdapat beberapa kasus yang masih dalam penanganannya.

 

“Untuk yang saya tangani sendiri, di HPDN ada tiga kasus, kemudian di RS Maryam ada lima kasus,” ungkapnya.

 

Sementara itu, petugas surveilans RSUD HPDN, Rahmawani, menyampaikan data terbaru terkait kasus campak di rumah sakit tersebut.

 

“Per hari ini ada dua kasus campak, satu perempuan usia 3 tahun dari Bate Gulung, Kabupaten Gowa, dan satu laki-laki usia 10 tahun dari Kabupaten Takalar,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa kedua pasien tersebut saat ini dalam penanganan medis.

 

Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran campak serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

 

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi semakin meningkat sehingga dapat menekan angka penyebaran penyakit campak di wilayah Takalar dan sekitarnya.

Berita Terkait

Bupati Madina Sampaikan Pidato LKPJ Tahun 2025, Ini Fokusnya
Wabup Madina Hadiri Musrenbang RKPD Sumut 2027, Sejumlah Kepala Dinas Turut Serta
On Air Pa’biritta BBPMP Sulsel, Bupati Takalar Daeng Manye Beberkan Kunci Lonjakan SPM Pendidikan Takalar
Laksus Minta Kejati Sulsel Dalami Pengakuan Andi Ina-Syahar Cs di Kasus Bibit Nanas 
Bupati Madina Sampaikan Pidato LKPJ Tahun 2025, Ini Fokusnya
Camat Bukit Malintang Akan Panggil Kades Hutabangun Jae, Sorotan Publik Soal Transparansi Desa Jadi Perhatian Serius
Diduga Tebang Pilih, Pemko Binjai abaikan Pelanggaran Bangunan Ilegal di DAS
Bupati Takalar mendampingi Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 14:30 WIB

Ikrar Bebas Narkoba dan HP Digelorakan, Kakanwil Ditjenpas Sumut: Perubahan Dimulai dari Hal Kecil

Rabu, 22 April 2026 - 13:30 WIB

Perangi Narkotika dan Kejahatan Umum, Lapas Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Inkracht di Kejari Binjai

Rabu, 22 April 2026 - 08:59 WIB

Dari Meja Hijau PN Banyuwangi, Hayatul Makin Kawal Hak Terdakwa Hingga Putusan Akhir

Selasa, 21 April 2026 - 23:30 WIB

Pungutan Perpisahan Sekolah Bisa Jadi Pungli: Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita: Stop Bebani Orang Tua!

Minggu, 19 April 2026 - 18:54 WIB

Kepala Rutan Tarutung Tegaskan Zero Narkoba, Penipuan Online, dan Judol di Dalam Rutan

Sabtu, 18 April 2026 - 01:28 WIB

Dari Bantaran Sungai Brantas, TNI Hadir Bangun Jembatan Harapan Warga Malang

Jumat, 17 April 2026 - 20:39 WIB

Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan

Jumat, 17 April 2026 - 20:25 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Air Mata Bahagia Nurhabibah, Rumahnya Direhab Satgas TMMD Kodim Abdya

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:23 WIB

ACEH BARAT DAYA

Berkah TMMD ke-128, Warung Warga Gunung Cut Tangan-tangan Laris Manis

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:17 WIB

REGIONAL

Bupati Madina Sampaikan Pidato LKPJ Tahun 2025, Ini Fokusnya

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:12 WIB

error: Content is protected !!