KABANJAHE | Waspada24.com – Kepedulian dan semangat gotong royong ditunjukkan oleh jajaran pengurus DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Karo. Aksi ini tergerak setelah mereka menerima permohonan bantuan yang mendesak dari sepasang suami istri warga Karo yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kamboja, yaitu Muhammad Irfan dan Agnes Anggraini Ginting asal Kecamatan Kabanjahe.
Saat ini, keduanya sedang menunggu pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di depan Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh. Mereka belum bisa masuk ke tempat penampungan karena kapasitasnya sudah terisi penuh oleh sekitar 3.000 WNI lainnya.
Kondisi semakin memprihatinkan karena sang istri, Agnes Anggraini Ginting, membutuhkan penanganan medis yang intensif serta evakuasi cepat kembali ke Indonesia. Sebelumnya, pasangan ini sudah melampirkan bukti catatan medis untuk menjelaskan kondisi kesehatannya secara jelas.
Merespons permohonan yang disampaikan kepada Ketua DPD IPK Karo, Mahasendi Sembiring Milala, jajaran Satgas Inti IPK Karo dan pengurus PAC langsung bergerak mengumpulkan bantuan. Turut berpartisipasi memberikan donasi adalah Korindo S. Milala, Ketua PPM Kabupaten Karo sekaligus Wakil Ketua DPRD Karo.
Hanya dalam waktu singkat, terkumpul dana bantuan sebesar Rp21.500.000. Dana ini akan digunakan untuk menutupi biaya pengobatan di Kamboja serta memudahkan proses kepulangan mereka agar segera mendapatkan perawatan yang lebih lengkap di Indonesia.
“Ini murni gerakan kemanusiaan. Kami merasa terpanggil membantu saudara sebangsa yang sedang kesulitan di negeri orang. Hingga Jumat, 19 Juni 2026, total dana yang terkumpul sudah mencapai Rp21,5 juta. Kami akan segera memberitahukan proses penyalurannya,” ujar Mahasendi Sembiring Milala.
Aksi tanggap cepat ini mendapatkan apresiasi karena mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat. Saat ini, DPD IPK Karo terus berkoordinasi untuk memastikan proses pemulangan dan bantuan berjalan lanca. (RS)



































