Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

WASPADA24

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:51 WIB

50100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Aceh Tenggara, 13 Juni 2026 — Seorang putri daerah asal Kabupaten Aceh Tenggara berhasil menembus babak grand final ajang pemilihan Duta Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) 2026 yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur. Ia adalah Joyce Christine Hutauruk, putri yang pernah tumbuh dan menjalani masa kecil di Desa Pulolatong, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara. Ajang prestisius ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang di seluruh Indonesia, menjadikan capaian tersebut istimewa bagi dirinya maupun bagi daerah asalnya.

Bagi masyarakat Tanoh Alas Metuah, keberhasilan Joyce melaju hingga grand final bukan sekadar soal prestasi akademik atau keberanian tampil di panggung nasional. Di mata warga, langkahnya mencerminkan kemampuan generasi muda Aceh Tenggara untuk bersaing dan berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik dari daerah lain. Joyce dipandang sebagai representasi bahwa anak-anak yang bertumbuh di kampung-kampung pelosok pun memiliki peluang yang sama untuk menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Pemilihan Duta FILKOM UB selama ini dikenal sebagai ajang bergengsi di lingkungan kampus, karena tidak hanya menguji kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian, kepemimpinan, komunikasi, serta kepedulian sosial para pesertanya. Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.500 orang, proses seleksi berlangsung ketat sebelum akhirnya menyisakan sejumlah grand finalis, termasuk di antaranya Joyce. Predikat grand finalis ini membuat namanya kini ikut menjadi sorotan, bukan hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di kampung halamannya di Aceh Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons capaian itu, beredar sebuah ajakan terbuka kepada masyarakat Aceh Tenggara untuk memberikan dukungan penuh kepada Joyce. Ajakan tersebut disebarkan melalui berbagai platform digital dan pesan berantai. Seruan itu dibuka dengan sapaan hangat kepada “saudara-saudara masyarakat Aceh Tenggara di mana pun berada” dan mengajak semua pihak sejenak menyatukan hati, pikiran, dan doa untuk mendukung putri daerah yang sedang berjuang membawa nama baik Tanoh Alas di kancah nasional.

Dalam ajakan itu ditegaskan bahwa keberhasilan Joyce mencapai babak grand final bukan semata kebanggaan pribadi maupun keluarga, melainkan kebanggaan kolektif seluruh masyarakat Aceh Tenggara. Tulisan tersebut menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa anak-anak Tanoh Alas Metuah memiliki kemampuan, kecerdasan, keberanian, dan daya saing yang mampu berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik bangsa. Ketika seorang anak daerah melangkah ke panggung yang lebih besar, demikian ditegaskan, sesungguhnya ia tidak berjalan sendirian karena ada doa orang tua, dukungan sahabat, serta semangat kampung halaman yang mengiringinya.

Ajakan itu juga menekankan pentingnya persatuan. Masyarakat Aceh Tenggara, warga Kutacane, para perantau “Agara” di berbagai daerah di Indonesia, hingga masyarakat Aceh secara umum, diajak untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu dalam satu semangat: mendukung putri daerah agar meraih hasil terbaik. Penulis seruan itu menggambarkan keberhasilan Joyce kelak bukan hanya sebagai kemenangan seorang individu, tetapi sebagai kemenangan Aceh Tenggara, kemenangan yang memperkenalkan bahwa dari bumi Tanoh Alas Metuah lahir generasi generasi hebat yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Secara lebih konkret, ajakan tersebut mengimbau masyarakat untuk memberi dukungan melalui berbagai saluran digital yang disediakan panitia. Dukungan diminta diwujudkan dengan memberikan tanda suka (like), membagikan (share), dan menyebarluaskan informasi mengenai keikutsertaan Joyce di pemilihan Duta FILKOM UB 2026. Setiap bentuk dukungan itu diharapkan menjadi tambahan semangat bagi perjuangan Joyce, sekaligus menjadi bukti bahwa Aceh Tenggara berdiri di belakang putra-putri terbaiknya.

Di dalam seruan yang sama, identitas kolektif sebagai satu keluarga besar Tanoh Alas kembali ditekankan. Masyarakat Aceh Tenggara diajak menunjukkan diri sebagai komunitas yang menjunjung tinggi persaudaraan, menghargai setiap prestasi, dan selalu hadir mendampingi generasi muda yang berjuang. “Ketika satu putri Aceh Tenggara berjuang, maka seluruh masyarakat Aceh Tenggara berdiri di belakangnya memberikan dukungan,” demikian salah satu pesan yang disebarkan dan kini banyak dikutip kembali di berbagai kanal komunikasi warga.

Ajakan itu kemudian dirangkaikan dengan seruan kebanggaan dan penyebutan identitas Aceh Tenggara, Tanoh Alas Metuah, sebagai rumah besar bersama. Ungkapan seperti “Satu hati, satu semangat, satu kebanggaan untuk Aceh Tenggara” digunakan untuk menegaskan bahwa dukungan kepada Joyce bukan hanya soal ajang pemilihan duta kampus, melainkan juga tentang upaya memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan diri kolektif masyarakat daerah.

Seruan tersebut ditutup dengan doa agar perjuangan Joyce memperoleh ridha Allah SWT dan berujung pada hasil terbaik yang membanggakan. Nama Joyce kembali disebut sebagai putri daerah yang diharapkan mampu membawa pulang kebanggaan bagi Aceh Tenggara. Bagi banyak warga, apa pun hasil akhir pemilihan Duta FILKOM UB 2026, langkah Joyce mencapai grand final sudah menjadi penanda bahwa dari sudut Tanoh Alas Metuah, generasi muda siap tampil dan berkontribusi di panggung nasional.

FERNANDO. H

Berita Terkait

Kaukus Nusantara Desak Pemekaran ALA Dan ABAS Jadi Solusi Jaga Keutuhan NKRI Pasca-Kericuhan di Aceh
Kapolres Aceh Tenggara Kunjungi Lapas Kelas II B Kutacane Untuk Perkuat Antara Intansi
Kapolres Aceh Tenggara Motivasi Pelajar di SMPN 1 Kutacane Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Usai Dua Jam Diringkus Pengedar. Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Berhasil Meringkus Pemasok Sabu
Kapolres Aceh Tenggara Gelar Silaturahmi Dengan Generasi Muda.Temu Ramah Bersama OKP Cipayung Plus
Jalan Nasional Kutacane – Batas Sumut Renggut Nyawa pelajar, APH Diminta usut Rutin Satker PPK 3.5 BPJN Aceh
Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Dunia Pendidikan Lewat Kunjungan ke SMP Negeri 1 Kutacane

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Ingkari Kesepakatan, CV Lae Saga Kembali Tuai Protes: Warga Minta APH Bongkar Legalitas HGU dan Warkah Perolehan Lahan

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:15 WIB

Sekolah Rakyat Subulussalam Bukan Hasil Lobi, Melainkan Kebijakan Nasional Presiden Prabowo

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:02 WIB

SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:53 WIB

“Rp800 Ribu per KK Dipalak! Skema Pungli JADUP Siperkas Diduga Terstruktur, Aparat Didesak Bertindak

Rabu, 22 Oktober 2025 - 00:07 WIB

Ketakutan Menyelimuti Warga Lae Mbetar, Gangguan Keamanan Kian Meningkat

Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:35 WIB

Surat Terbuka untuk Pemerintah Desa: Meminta Perlindungan dari Maraknya Keributan dan Ancaman di Tengah Warga

Jumat, 17 Oktober 2025 - 15:27 WIB

Mobil Wartawan Dirusak Usai Geber Knalpot dan Klakson Dini Hari, Polisi Diminta Usut Tuntas

Berita Terbaru

Nasional

BASRI LEWAIMANG RESMI DITETAPKAN DPO NARKOTIKA

Selasa, 18 Agu 2026 - 23:20 WIB