Kutacane.Waspada24.com-Disinyalir Pihak Satker PPK 3.5 penanganan jalan Batas Gayo lues-Kutacane dan Sumut, Provinsi Aceh lakukan tambal sulam (patching) secara ugal ugalan dan terkesan asal jadi.
Pasalnya proyek patching sudah diperbaiki, kini kembali rusak disejumlah titik dan rawan kecelakaan dan pada Rabu 20/07/26 dua pelajar alami kecelakaan, satu korban meninggal dunia.
Berdasarkan hasil Observasi dilapangan, dugaan pekerjaan asal jadi terlihat banyak jalan sudah berlobang dan menganga. Dugaan kuat lemah pengawasan Kepala Balai Jalan Nasional BPJN Aceh wilayah Agara batas -Sumut itu.

Padahal anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah pusat mencapai miliaran rupiah dari tahun ke tahun guna untuk perbaikan jalan Nasional, tapi pekerjaan tidak tuntas-tuntas, Jika dihitung mulai dari tahun 2023 hingga tahun 2026.
Diminta APH secepatnya untuk mengusut seluruh penggunaan anggaran dana rutin sumber dana dari APBN mencapai belasan miliaran yang dikelola oleh Satker PPK 35 BPJN Aceh itu.
Saat di chek and richek di lapangan, tampaknya pekerjaan tambal sulam dilakukan terburu-buru dan asal asalan diduga tidak menggunakan aspal.

Ada beberapa titik, tidak dilakukan pengecatan batas area aspal yang rusak, tidak ada pemotongan serta pembongkaran lapisan lama.
Sehingga kondisi jalan akibat tambal sulam tidak rata dengan aspal yang lama,2025 di perbaiki ,kini sudah rusak dimana mana, baik di Kecamatan Bababussalam tepat di jantung kota kutacane Lampu merah.serta wilayah kecamatan Bambel.
Beberapa minggu yang lalu jalan lintas tepatnya dijantung kota kutecane sudah dicor memakai alat dengan semen.Tapi sayangnya hitungan hari jalan tersebut sudah rusak kembali.Itu lah contohnya pekerjaan BPJN wilayah 3.5 asal jadi.

Masih banyak titik Jalan Nasional terlihat berlubang dan kupak kapik Dikecamatan Semadam.Desa Titi pasir.Kecamatan Lawe sigala. Desa lawe Tua. Ketambe dan Badar serta Bukit Tusam dan Babul Makmur.
Dikecamatan Bambel. Mulai dari jembatan rangka baja desa biak moli sampai ke pusat kota kutacane Aceh Tenggara ruas jalan tersebut berlubang dan kupak kapik.
Jarak tempuh dari jembatan rangka baja biak moli sampai ke pusat kota kuta cane lebih kurang ada +5 Km,jalan tersebut terlihat berlubang dan bergelobang. Akibatnya membahayakan para pengemudi jalan dan merenggut nyawa seseorang.
Pantauan waspada24.com- pada Selasa 28/07/26 turun ke lokasi untuk melihat jalan yang berlubang dan kupak kapik ada beberapa titik, yang ditemukan di badan jalan Nasional yang sudah di patching di tahun yang silam sekarang kembali lagi rusak dan berlubang.
Dugaan mutu kwalitas rendah dari perkerjaan mengakibatkan kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap kenyamanan, keamanan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain persoalan teknis, itulah munculnya dugaan adanya penggelembungan volume pekerjaan dalam pelaksanaan tambal sulam yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Sementara itu,PPK BPJN wilayah 3,5 Agara Jaya Yuliadi dikonfirmasi Wartawan waspada24.com.baru baru ini , tidak ada jawaban, baik via WassApp dan SMS ,terkesan tertutup dan abai.
Kendati sudah berulangkali kita tayangkan kondisi jalan batas Agara Sumut, Galus Agara ,besar dugaan pekerjaan paching jalan batas Aceh Tenggara Sumut bermasalah.
Laporan(M.Jeni)



































