Aceh Tenggara.Waspada24.com- Masyarakat Kuning 1, mendesak kementerian PUPR segera lakukan pembangunan jembatan kuning 1 dan jalan rusak parah Kecamatan Bambel Aceh Tenggara.
Dimana saat musim penghujan, air sungai Lawe Kinga kerap meluap, sehingga jalan Nasional dan Jembatan Kuning 1 ikut terendam, pada dasarnya, sungai Lawe Kinga kini sudah terlalu dangkal dan menyempit, ini tentu harus ada perhatian serius dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melaku normalisasi setiap tahun.
Apabila dimusim penghujan, sungai Lawe Kinga tetap membawa matrial dari pegunungan dari hulu ke hilir, ini bertanda hutan diatas sudah gundul akibat illegal loging oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Kini, sungai Lawe Kinga lebih tinggi sungai dari pada Jembatan kuning 1, tentu hal ini sudah saatnya Kementrian PUPR untuk membangun jembatan Kuning 1 kata Rasidan salah seorang warga setempat pada Minggu (01/11/2026).
Ia menjelaskan, Drenase dan saluran ruas jalan Nasional sering tersumbat, sehingga setiap hujan turun, air Lawe Kinga besar dan membawa matrial, inilah penyebab dangkalnya sungai Lawe Kinga, tidak hanya itu saja, badan jalan disaat ini masih di penuhi lumpur, namun pihak BPJN wilayah 3.5 Aceh belum juga melakukan pengkerokan lumpur sampai pada aspal atau badan jalan tersebut.

Sepanjang jalan Nasional masih ditemui lumpur, di perhitungkan sekitar 2 Km dan berlubang, para pengguna jalan saat ini melintas harus hati-hati akibat jalan tersebut di genangi air dan lumpur, di samping itu jalan berlubang tidak terlihat oleh mata karna di tutupi genangan air dan lumpur. Oleh sebab itu pengguna jalan merasa di hantui dan rawan kecelakaan.
Disaat dikonfirmasi PPPK BPJN Jaya Juliadi Jumat (30/10/26) menjelaskan,” untuk pembangunan jembatan Kuning 1 saat ini sedang dalam proses pelelangan/ tender dengan anggaran 18 Miliar panjang jembatan yang akan di bangun sekitar 15 M dan oprit 150 M, mungkin di awal 2027 jembatan kuning sudah di bangun,”jelas Jaya.
Laporan(M.Jeni)































