Bitung | Waspada24.com – Langkah strategis dalam merawat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digalakkan oleh jajaran kepolisian di daerah.
Upaya nyata tersebut direalisasikan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., melalui agenda kunjungan dan silaturahmi bersama jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Bitung.
Pertemuan penting antar-lembaga ini diselenggarakan secara resmi pada Jumat, (6/11/26), bertempat di ruang kerja Kapolres Bitung.
Jalannya agenda silaturahmi tersebut dimulai tepat pukul 16.00 WITA dengan suasana yang mencerminkan keakraban dan kekeluargaan yang erat.
Kehadiran rombongan PC NU Kota Bitung dipimpin langsung Ketua Narto Pakaya, S.Pd., M.Pd., didampingi Wakil Ketua Abdul Basit Samalam, S.Sos., serta Sekretaris Komarudin Kiyai, S.Sos.
Turut hadir dalam rombongan tersebut Mustasyar NU KH Fauzi Badarab, Wakil Sekretaris Rifai Yanto, S.Sos., Ketua Banser Muh. Julkifly Olii, S.H., Ketua Panitia Pelantikan Jefry Inaku, S.Sos., serta Wakil Ketua Panitia Ismail Haji Jafar, S.E.
Sementara itu, Kapolres Bitung dalam menyambut para tamu terhormat tersebut turut didampingi perwakilan Pejabat Utama (PJU) Polres Bitung.
Agenda tatap muka ini dimanfaatkan oleh kedua belah pihak sebagai momentum strategis guna mempererat tali persaudaraan serta membuka ruang komunikasi yang lebih luas.
Kolaborasi antara pihak kepolisian dan organisasi keagamaan dipandang sebagai fondasi krusial dalam menciptakan situasi kamtibmas yang senantiasa aman, damai, dan kondusif.
Di hadapan para pengurus PC NU, Kapolres Bitung menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, dalam membangun kesadaran kolektif demi mencegah potensi gangguan keamanan.
Pihak kepolisian juga secara khusus mengajak para ulama untuk turut serta memberikan pembinaan moral kepada generasi muda agar terhindar dari bahaya narkotika, minuman keras, aksi tawuran, serta berbagai bentuk perilaku negatif lainnya.
Selain masalah kenakalan remaja, perhatian khusus juga diberikan pada bijaknya penggunaan media sosial dengan cara selalu memverifikasi informasi sebelum disebarluaskan demi mencegah berita bohong atau hoaks.
Menegaskan komitmennya, Kapolres Bitung menyatakan tugas menjaga keamanan wilayah bukanlah eksklusivitas Polri semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat.
”Kami sangat mengapresiasi silaturahmi dan kemitraan yang terjalin dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bitung. Kami berharap hubungan baik ini terus diperkuat melalui komunikasi, koordinasi, dan kerja sama dalam menjaga situasi kamtibmas. Kami juga mengajak para ulama dan tokoh agama untuk bersama-sama membimbing generasi muda agar menjauhi narkoba, minuman keras, tawuran, serta tidak mudah terpengaruh informasi hoaks. Apabila terdapat potensi konflik atau permasalahan sosial di tengah masyarakat, kami berharap dapat segera dikomunikasikan kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110, sehingga bisa ditangani secara cepat, tepat, dan mengedepankan pendekatan persuasif,”
ungkap Kapolres.
Peran sentral para ulama dalam menghadirkan kesejukan sosial melalui pesan-pesan keagamaan yang edukatif turut diapresiasi tinggi untuk merawat toleransi serta semangat kebersamaan.
Melalui sinergitas yang terbangun harmonis ini, segala bentuk potensi kerawanan sosial di Kota Bitung diyakini mampu diantisipasi dan dicegah sejak dini.
Rangkaian kegiatan silaturahmi yang penuh makna tersebut akhirnya ditutup dengan resmi pada pukul 16.50 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. (74M)































