Bitung | Waspada24.com – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak melulu bersandar pada tindakan represif atau penegakan hukum di pengadilan.
Pendekatan kultural yang humanis, merangkul warga lewat silaturahmi, serta membuka ruang dialog langsung terbukti menjadi kunci merawat kedamaian di tengah publik.
Prinsip inilah yang mendasari langkah taktis pimpinan tertinggi kepolisian resor setempat dalam merajut kebersamaan dengan warga. Pada penghujung pekan ini, langkah nyata tersebut diejawantahkan secara langsung melalui program keagamaan yang menyentuh akar rumput.
Tepatnya pada Jumat (30/10), Masjid At-Taubah yang berlokasi di Kelurahan Manembo-nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, mendadak disambangi oleh jajaran pejabat utama kepolisian setempat dalam balutan suasana yang khidmat dan hangat.
Agenda kerohanian tersebut diawali dengan pelaksanaan ibadah Salat Jumat secara berjamaah. Posisi imam dalam salat tersebut diisi oleh Ustad Sutarman, sementara penceramah yang menyampaikan pesan-pesan keimanan di mimbar masjid adalah Ustad Zupri, S.Pd.
Kehadiran korps baju cokelat di tengah para jamaah tidak datang sendirian. Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., tampak didampingi oleh sejumlah perwira kuncinya, di antaranya Kasat Sabhara IPTU S.W. Sugianto, Kasi Humas AKP Abdul Natip Anggai, S.Sos., serta Kaurmintu Sat Intelkam AIPTU Sulaeman.
Begitu rangkaian ibadah selesai dilaksanakan, suasana berubah menjadi forum interaksi terbuka ketika pimpinan kepolisian resor tersebut berdiri di hadapan para jamaah untuk menyampaikan berbagai pesan penting seputar kamtibmas.
Dalam arahannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Bitung agar tidak pernah lelah memperkuat solidaritas serta meningkatkan sinergitas dengan pemerintah daerah beserta instansi terkait demi terpeliharanya situasi daerah yang aman.
Tidak lupa, peringatan keras sekaligus edukasi diberikan kepada para orang tua dan generasi muda yang hadir agar senantiasa menjauhi barang haram narkotika yang terbukti ampuh merusak masa depan, kesehatan, keharmonisan keluarga, sekaligus menjerumuskan pelakunya ke dalam jerat hukum yang berat.
Selain masalah narkoba, momentum tatap muka itu juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan agenda lalu lintas yang sedang berjalan, yakni Operasi Patuh Klabat Samrat 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026 mendatang.
Terkait operasi tersebut, warga diimbau untuk bertindak sebagai pelopor keselamatan di jalan raya dengan cara tertib berlalu lintas, melengkapi surat-surat serta kelengkapan kendaraan, wajib mengenakan helm standar bagi pengendara roda dua, serta mendahulukan faktor keselamatan di atas segalanya.
Aspek digital pun tak luput dari perhatian aparat penegak hukum; masyarakat diminta kian cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial dengan cara menyaring informasi terlebih dahulu sebelum mempercayai atau membagikannya agar tidak memicu keresahan publik.
Guna memastikan komunikasi berjalan dua arah, momen Jumat Keliling tersebut juga diselingi sesi penyerapan aspirasi di mana warga dipersilakan menyampaikan keluhan, kritik, maupun masukan sebagai bahan evaluasi demi peningkatan kualitas pelayanan institusi kepolisian.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai, S.Sos., mewakili Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program Jumat Keliling ini dirancang secara konsisten sebagai sarana mempererat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.
”Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat kepedulian, menjauhi narkoba, tertib berlalu lintas, serta bijak dalam menggunakan media sosial,”
ungkapnya, sembari berharap rumah ibadah terus menjadi pusat perekat persaudaraan dan kebaikan sosial demi terwujudnya Kota Bitung yang senantiasa kondusif. (kiti)






























