Dalam Seminar Nasional “The Legend of Pongtiku II” di Toraja, Gubernur Zainal Paparkan Potensi Besar Provinsi Kaltara

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 13:26 WIB

50168 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada24.com TORAJA – Tampil sebagai pembicara dalam hajatan Seminar Nasional bertajuk “The Legend of Pongtiku II” yang berlangsung Senin, 7 Juli 2025, di Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum memaparkan potensi besar provinsi yang dipimpinnya

 

Acara yang diinisiasi oleh Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dengan tema ‘Peran Sulawesi sebagai Interkoneksi Indonesia Menghadapi 100 Tahun Indonesia’ ini dimanfaatkan Gubernur Zainal sebagai platform untuk terus mengenalkan Kaltara kepada masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Lebih lanjut, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi penting bagi para pemimpin wilayah timur Indonesia dalam mempersiapkan masa depan negara menuju Indonesia Emas 2045.

 

Gubernur Zainal menjelaskan, Kaltara saat ini merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Melalui jalur perdagangan laut ini, terdapat Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia.

 

KIHI sendiri telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 11.000 hektare. Bahkan, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, KIHI direncanakan akan diperluas hingga 30.000 hektare untuk dijadikan pusat hilirisasi nasional.

 

“Saya sudah menyaksikan langsung kawasan industri seperti di Tuban dan Kendal, yang luasnya hanya 3 ribu hektare, namun sangat produktif. Bayangkan potensi Kaltara dengan kawasan tiga kali lebih besar,” ungkap putra Sulsel asal Sinjai ini.

 

Selain itu, Gubernur Zainal juga menyoroti cadangan energi bersih Kaltara yang melimpah, yaitu potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Bulungan dan PLTA Mentarang Induk di Malinau.

 

Pembangkit listrik tenaga air ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik seluruh Pulau Kalimantan, bahkan hingga ke wilayah Sulawesi.

 

“Energi ini tidak hanya cukup untuk kita, tetapi juga bisa kita salurkan ke daerah lain. Kita memiliki sumber daya yang luar biasa, dan ini merupakan kontribusi signifikan Kaltara bagi ketahanan energi nasional,” tegasnya.

 

Dari sisi kesejahteraan, Gubernur Zainal memaparkan, Kaltara sempat mengalami peningkatan angka kemiskinan pada tahun 2021-2022 akibat pandemi Covid-19. Namun, sejak tahun 2023, angka tersebut mulai menurun berkat intervensi kebijakan dan program pemberdayaan.

 

“Kami berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat untuk terus memberikan perhatian pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi besar namun masih memerlukan penguatan program pembangunan,” ujarnya.

 

Berdasarkan data BPS tahun 2022, sektor pertambangan memberikan kontribusi 36,42 persen terhadap PDRB Kaltara yang mencapai Rp 138,72 triliun. Di sektor pertanian, Kaltara memiliki total luas lahan 7,8 juta hektare, dengan luas sawah 8.260 hektare pada tahun 2024.

 

Sektor perikanan juga sangat menjanjikan. Beliau menyebutkan bahwa tambak-tambak organik yang dikelola masyarakat lokal di Kaltara berukuran besar, bahkan mencapai 25 hektare per unit.

 

“Udang windu dan kepiting bakau adalah komoditas ekspor unggulan yang berkembang pesat di wilayah ini,” papar mantan Wakapolda Kaltara ini.

 

Tak hanya itu, Gubernur Zainal juga menyinggung potensi pariwisata budaya di Kaltara yang memiliki 43-45 desa wisata aktif. Diharapkan, konektivitas pariwisata antara Kalimantan dan Sulawesi dapat semakin kuat di masa mendatang.

 

“Tentunya, Kaltara tidak hanya kaya, tetapi juga siap menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi hijau dan kesejahteraan Indonesia. Mari, kami membuka pintu untuk kolaborasi dan investasi,” pungkasnya. (*/rt)

Dalam hajatan Seminar Nasional bertajuk “The Legend of Pongtiku II” yang berlangsung Senin, 7 Juli 2025, di Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum memaparkan potensi besar provinsi yang dipimpinnya.

 

Acara yang diinisiasi oleh Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dengan tema ‘Peran Sulawesi sebagai Interkoneksi Indonesia Menghadapi 100 Tahun Indonesia’ ini dimanfaatkan Gubernur Zainal sebagai platform untuk terus mengenalkan Kaltara kepada masyarakat luas.

 

Lebih lanjut, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi penting bagi para pemimpin wilayah timur Indonesia dalam mempersiapkan masa depan negara menuju Indonesia Emas 2045.

 

Gubernur Zainal menjelaskan, Kaltara saat ini merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Melalui jalur perdagangan laut ini, terdapat Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia.

 

KIHI sendiri telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 11.000 hektare. Bahkan, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, KIHI direncanakan akan diperluas hingga 30.000 hektare untuk dijadikan pusat hilirisasi nasional.

 

“Saya sudah menyaksikan langsung kawasan industri seperti di Tuban dan Kendal, yang luasnya hanya 3 ribu hektare, namun sangat produktif. Bayangkan potensi Kaltara dengan kawasan tiga kali lebih besar,” ungkap putra Sulsel asal Sinjai ini.

 

Selain itu, Gubernur Zainal juga menyoroti cadangan energi bersih Kaltara yang melimpah, yaitu potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Bulungan dan PLTA Mentarang Induk di Malinau.

 

Pembangkit listrik tenaga air ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik seluruh Pulau Kalimantan, bahkan hingga ke wilayah Sulawesi.

 

“Energi ini tidak hanya cukup untuk kita, tetapi juga bisa kita salurkan ke daerah lain. Kita memiliki sumber daya yang luar biasa, dan ini merupakan kontribusi signifikan Kaltara bagi ketahanan energi nasional,” tegasnya.

 

Dari sisi kesejahteraan, Gubernur Zainal memaparkan, Kaltara sempat mengalami peningkatan angka kemiskinan pada tahun 2021-2022 akibat pandemi Covid-19. Namun, sejak tahun 2023, angka tersebut mulai menurun berkat intervensi kebijakan dan program pemberdayaan.

 

“Kami berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat untuk terus memberikan perhatian pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi besar namun masih memerlukan penguatan program pembangunan,” ujarnya.

 

Berdasarkan data BPS tahun 2022, sektor pertambangan memberikan kontribusi 36,42 persen terhadap PDRB Kaltara yang mencapai Rp 138,72 triliun. Di sektor pertanian, Kaltara memiliki total luas lahan 7,8 juta hektare, dengan luas sawah 8.260 hektare pada tahun 2024.

 

Sektor perikanan juga sangat menjanjikan. Beliau menyebutkan bahwa tambak-tambak organik yang dikelola masyarakat lokal di Kaltara berukuran besar, bahkan mencapai 25 hektare per unit.

 

“Udang windu dan kepiting bakau adalah komoditas ekspor unggulan yang berkembang pesat di wilayah ini,” papar mantan Wakapolda Kaltara ini.

 

Tak hanya itu, Gubernur Zainal juga menyinggung potensi pariwisata budaya di Kaltara yang memiliki 43-45 desa wisata aktif. Diharapkan, konektivitas pariwisata antara Kalimantan dan Sulawesi dapat semakin kuat di masa mendatang.

 

“Tentunya, Kaltara tidak hanya kaya, tetapi juga siap menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi hijau dan kesejahteraan Indonesia. Mari, kami membuka pintu untuk kolaborasi dan investasi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Alumni SMANSAKA 1 Kabanjahe Angkatan 1996 Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pos Piket Sekolah
Polsek Tapung Hilir Hasilkan 4 Ton Jagung Pipil – Siap Dijual Ke Bulog Tandun Melalui Bulog Kampar
Kasus Mandek Berbulan-Bulan, Keluarga Satria Aritonang Sebut Janji Pengacara Tinggal Retorika
JEMBATAN PENGHUBUNG ANTARA DESA PINTU RIME DAN DESA PERTIK DI KECAMATAN PINING MEMBUTUHKAN PERHATIAN KITA
KELUARGA ALMARHUM SATRIA ARITONANG TUNTUT PENGEMBALIAN UANG JASA ADVOKAT SEBESAR RP 40 JUTA KARENA DINILAI WANPRESTASI
Tingkatkan Kualitas SDM, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama PKBM Amanah Alwasliyah Indrapura
Usai Ikrar Pemasyarakatan, Lapas Labuhan Ruku Gerak Cepat Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan
Pemerintah Desa Lengkese Kawal Penyaluran Bantuan Pangan 2026, Warga Merasa Terbantu

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Menteri Imipas Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional: Sudah Sangat Tepat Agar Tidak Terulang Lagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Ahli Waris Bong Kon HO Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan RUPS Sejak 2006

Kamis, 24 September 2026 - 02:04 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange

Kamis, 17 September 2026 - 21:28 WIB

Kabar Gembira! Febiona & Agnesia Korban Keracunan MBG di Karo Kondisi Membaik, Segera Pulang Akhir Pekan Ini RSCM Bantah Isu Hilang Ingatan & Gangguan Psikotik  

Sabtu, 12 September 2026 - 19:08 WIB

Banjir Melanda Aceh, Mualem Disorot karena Bolak-Balik Kuala Lumpur, Publik Pertanyakan Kepemimpinan

Rabu, 9 September 2026 - 17:35 WIB

Pengamat Apresiasi Polres Cimahi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis, Ratusan Ribu Jiwa Diselamatkan

Selasa, 8 September 2026 - 14:59 WIB

Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

Senin, 7 September 2026 - 00:07 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!

Berita Terbaru