Aliansi Mahasiswa Soroti Program 100 Hari Kerja Bupati Madina: Banyak yang Belum Layak Disebut Capaian

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 12:23 WIB

50161 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panyabungan – Waspada24.Com.Program 100 hari kerja Bupati Mandailing Natal (Madina (Saipullah), yang didampingi Wakil Bupati Atika Azmi Utammi, mendapat sorotan tajam dari Aliansi Mahasiswa Pemantau Kebijakan Pemerintah. Dalam pemaparannya, Bupati mengumumkan delapan target utama yang diklaim sebagai bagian dari capaian kerja awal pemerintahannya. Namun, aliansi mahasiswa menilai sebagian besar dari program tersebut tidak relevan untuk disebut sebagai capaian dalam kurun waktu 100 hari.

 

Delapan poin yang disampaikan oleh Bupati Saipullah antara lain:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

1. Pemindahan Pasar Pagi ke eks Bioskop Tapanuli;

2. Perpindahan RSUD Panyabungan ke Panatapan;

3. Pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP);

4. Pembentukan BUMD;

5. Perbaikan Infrastruktur Jalan;

6. Penanganan Kawasan Kumuh;

7. Pemfungsian Kembali Taman Raja Batu;

8. Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

 

Namun menurut penilaian aliansi mahasiswa, hampir seluruh poin tersebut belum menunjukkan hasil konkret dalam 100 hari pertama pemerintahan Saipullah-Atika.

 

“Pemindahan Pasar Pagi seharusnya bukan diklaim sebagai capaian. Itu adalah tindak lanjut program pemerintahan sebelumnya. Bahkan, akan lebih tepat jika dibedakan menjadi dua program: optimalisasi pasar eks Bioskop Tapanuli dan penataan kawasan pasar lama,” ujar Pajar Nasution

 

Hal serupa juga berlaku pada wacana pemindahan RSUD Panyabungan ke Panatapan. Mahasiswa menilai program tersebut belum terealisasi dan hanya melanjutkan rencana lama. “Jelas tidak tepat bila ini dijadikan program 100 hari, apalagi disebut pencapaian,” lanjut Aktivis PMII ini.

 

Program pembentukan BUMD pun dinilai belum menyentuh tahap konkret, mengingat baru berada pada tahapan kajian awal. “Pendiriannya adalah proses panjang. Jika pun mau dimasukkan, harusnya disebut sebagai pencanangan, bukan capaian.”

 

Sementara itu, perbaikan infrastruktur jalan dianggap sebagai kegiatan rutin tahunan pemerintah, yang seharusnya diarahkan lebih spesifik kepada perbaikan jalan strategis yang mendukung ekonomi rakyat secara langsung.

 

“Begitu juga dengan Koperasi Merah Putih, itu bukan inisiatif Pemda, melainkan program nasional. Pemda hanya memfasilitasi,” kata mereka.

 

Penanganan kawasan kumuh dinilai terlalu umum tanpa penyebutan lokasi yang jelas. “Jika yang dimaksud adalah kawasan pasar lama, maka sebutkan secara spesifik, agar publik tahu manfaat riilnya.”

 

Untuk Taman Raja Batu, meskipun dinilai potensial sebagai proyek prioritas, mahasiswa menilai bahwa belum ada realisasi signifikan, sehingga tidak tepat disebut sebagai capaian. Begitu pula kerja sama dengan badan usaha, yang menurut mahasiswa masih sebatas rencana awal.

 

Aliansi mahasiswa menyatakan bahwa seluruh poin yang disebutkan belum memenuhi kriteria program 100 hari yang ideal.

 

“Program 100 hari seharusnya fokus pada kegiatan yang bersifat cepat, nyata, dan langsung dirasakan oleh masyarakat. Program tersebut harus menggambarkan arah visi-misi kepala daerah serta menyentuh sektor-sektor prioritas seperti pelayanan publik, ekonomi rakyat, infrastruktur dasar, dan tata kelola pemerintahan,” tegas mereka.

 

Mahasiswa berharap ke depannya pemerintah daerah lebih selektif dan terukur dalam menentukan program-program kerja prioritas, serta tidak terjebak dalam sekadar pencitraan tanpa hasil konkret.

(Magrifatulloh).

Berita Terkait

Alumni SMANSAKA 1 Kabanjahe Angkatan 1996 Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pos Piket Sekolah
Polsek Tapung Hilir Hasilkan 4 Ton Jagung Pipil – Siap Dijual Ke Bulog Tandun Melalui Bulog Kampar
Kasus Mandek Berbulan-Bulan, Keluarga Satria Aritonang Sebut Janji Pengacara Tinggal Retorika
JEMBATAN PENGHUBUNG ANTARA DESA PINTU RIME DAN DESA PERTIK DI KECAMATAN PINING MEMBUTUHKAN PERHATIAN KITA
KELUARGA ALMARHUM SATRIA ARITONANG TUNTUT PENGEMBALIAN UANG JASA ADVOKAT SEBESAR RP 40 JUTA KARENA DINILAI WANPRESTASI
Tingkatkan Kualitas SDM, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama PKBM Amanah Alwasliyah Indrapura
Usai Ikrar Pemasyarakatan, Lapas Labuhan Ruku Gerak Cepat Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan
Pemerintah Desa Lengkese Kawal Penyaluran Bantuan Pangan 2026, Warga Merasa Terbantu

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Menteri Imipas Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional: Sudah Sangat Tepat Agar Tidak Terulang Lagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Ahli Waris Bong Kon HO Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan RUPS Sejak 2006

Kamis, 24 September 2026 - 02:04 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange

Kamis, 17 September 2026 - 21:28 WIB

Kabar Gembira! Febiona & Agnesia Korban Keracunan MBG di Karo Kondisi Membaik, Segera Pulang Akhir Pekan Ini RSCM Bantah Isu Hilang Ingatan & Gangguan Psikotik  

Sabtu, 12 September 2026 - 19:08 WIB

Banjir Melanda Aceh, Mualem Disorot karena Bolak-Balik Kuala Lumpur, Publik Pertanyakan Kepemimpinan

Rabu, 9 September 2026 - 17:35 WIB

Pengamat Apresiasi Polres Cimahi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis, Ratusan Ribu Jiwa Diselamatkan

Selasa, 8 September 2026 - 14:59 WIB

Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

Senin, 7 September 2026 - 00:07 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!

Berita Terbaru