Kutacane.Waspada24.com-Ribuan Masyarakat ditiga Kecamatan.Lawe Alas,Tanoh Alas dan Babul Rahmah, berharap ke pada dinas terkait di Pemkab segera memperbaiki ruas jalan mbarung kedataran.Walaupun ruas jalan tersebut tidak ada anggaran untuk menghaspal semuanya dipatching yang rusak parah di akhir tahun 2025 ini.
Sebagian besar badan jalan yang hancur total mulai dari Desa Lawe Sarap Kecamatan Lawe Alas sampai ke Desa Tuhi Jongkat Kecamatan Tanoh Alas masuk ke wilayah Kecamatan Babul Rahmah , kondisi jalan yang belasan tahun rusak parah tidak ada perhatian dari pemerintah daerah.

Sejak belasan tahun terakhir, jalan utama antar desa yang menghubungkan Desa Lawe sikap dan Tuhi Jongkat sepanjang dua puluh kilometer itu, merupakan milik kabupaten yang sudah tidak layak disebut jalan karena mirip kubangan kerbau di tengah sawah.
Rusaknya jalan tersebut mengakibatkan aktivitas pendidikan, ekonomi dan kesehatan terhambat, kondisi jalan yang rusak berat itu, membuat kecelakaan tunggal pengendara khususnya sepeda motor sudah tidak terhitung setiap harinya.
Ketika di jumpai wartawan waspada24.com-salah satu anggota Dewan dari dapil empat peraksi.Hanura Musyadi.Spd.di ruangan kerjanya.Senen.24/11/25,” dia menjelaskan sudah 5 tahun berturut-turut di ajukan perbaikan ruas jalan mbarung kedataran toh sampai saat belum ada tanggapan dari pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tenggara,” jelasnya.
Disaat hujan turun beberapa pekan terakhir ini membuat jalan sulit dilalui karena lobang di badan jalan tertutup dengan air sehingga pengendara yang hendak melintas kerap terjatuh atau kendaraan roda empat susah untuk melintas.

Kalau digambarkan kondisinya sudah tidak layak disebut jalan, kalau musim panas berdebu dan banyak lobang di tengah badan jalan, kalau musim penghujan seperti kubangan di tengah sawah, sulit dilalui pejalan kaki apalagi pengendara.
Jalan yang rusak membuat akses masyarakat menjadi sulit terutama untuk aktifitas perekonomian karena warga kesulitan mendapatkan sarana transportasi seperti truk atau kendaraan besar lainnya.
Untuk menjual hasil pertanian, masyarakat harus berhati-hati untuk melintasi jalan yang rusak parah karna sudah bertebing di tengah badan jalan karna cukup besar resiko kendaraan terbalik atau terjebak di jalan rusak sudah menjadi tontonan biasa.
Pihaknya telah berkali-kali mengajukan perbaikan jalan tersebut ke Pemkab Agara baik melalui desa atau langsung ke Bupati Agara Namun hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan diperbaiki.
Saat di jumpai wartawan.waspada24.com-salah satu Tokoh masyakat di Kecamatan Tanoh Alas. Uan (47), minggu,23/11/25,”mengatakan permohonan perbaikan jalan tersebut telah diajukan sejak bupati terdahulu hingga Pj Bupati Syakir, namun pengajuan tersebut tidak pernah mendapat jawaban,”jelasnya.
Kalau angin surga sudah sering kami dapatkan, bahkan rencananya tahun ini akan ada pembangunan dari dana Dau . Namun kenyataanya sudah mau akhir tahun belum ada tanda-tanda jalan ini akan diperbaiki.

Ribuan warga di tiga Kecamatan yang berjarak beberapa puluh kilometer dari pusat kota Kutacane berharap pemerintah merealisasikan janji yang kerap diucapkan segera melakukan pembangunan yang merata.
Kata tambahan lagi dari musyadi.Spd hancurnya ruas badan jalan mbarung kedataran sekitar mulai dari desa Lawe sarap Kecamatan Lawe Alas sampai ke Desa Tuhi jongkat sekitar dua puluh kilometer Km.,”Harapanya pada Dinas PUPR Aceh Tenggara untuk membuat usulan menghaspal ruas jalan Mbarung kedataran apabila dananya tidak mencukupi ruas jalan yang paling rusak parah di patching di tahun 2026 nanti,”jelasnya
“Kami masyrakat yang berjarak tidak lebih dari dua puluh kilometer dari pusat kota Kutacane belum mendapatkan janji tersebut. Harapan kami keinginan warga segera terwujud untuk meningkatkan roda perekonomian,”jelasnya.
Laporan(M.Jeni)
Waspada24.com.



































