Mitra,Sulut|Waspada24.com
Ruas jalan protokol di Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), kini bertransformasi menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPA) bayangan yang meresahkan warga dan pengguna jalan, Sabtu (29/11/25).
Tumpukan sampah yang berhamburan di bahu jalan utama ini bukan hanya merusak estetika, tetapi juga menebarkan aroma tak sedap yang menyengat, memaksa pengendara roda dua mempercepat laju kendaraannya demi menghindari bau busuk tersebut.
Kondisi ini sudah berlangsung lama, memunculkan kesan kuat adanya pembiaran dari pemerintah daerah setempat.
Warga Desa Basaan, yang menjadi korban langsung dari fenomena ini, mulai menyuarakan keluhan mereka.
Salah satu warga berinisial FM, saat ditemui awak media yang kebetulan melintas di lokasi, mengungkapkan keresahannya.
“Pemandangan ini sudah lama terjadi, sepertinya memang ada pembiaran dari pemerintah setempat. Kami warga Basaan merasa sangat terganggu dengan adanya sampah yang mengeluarkan aroma sangat menyesak,”
keluh FM, menyoroti dampak buruk polusi udara yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga ini terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Sementara itu, kebingungan melanda masyarakat terkait mekanisme penyampaian aspirasi mereka untuk penanganan masalah sampah ini.
FM melanjutkan, warga merasa tidak tahu harus melapor kemana agar tumpukan sampah liar di samping jalan tersebut dapat segera dibersihkan dan ditangani secara permanen.
“Kami sendiri bingung lapornya harus ke mana, biar sampah-sampah ini bisa dibersihkan,”
jelasnya, menyoroti minimnya informasi dan akses pelaporan yang efektif bagi masyarakat di wilayah tersebut untuk menanggulangi persoalan lingkungan yang fundamental.
Lokasi TPA bayangan yang meresahkan ini berada di wilayah hukum Kabupaten Minahasa Tenggara, bahkan dilaporkan tidak terlalu jauh dari kediaman salah satu legislator setempat, Stevi S. Keintjem S.Pd., Anggota Dewan Mitra dari daerah pemilihan ini.
Kedekatan lokasi dengan tempat tinggal wakil rakyat tersebut semakin menegaskan harapan warga agar masalah ini segera mendapat perhatian serius dan tindak lanjut konkret.
Masyarakat mendesak perlunya intervensi cepat dari pihak berwenang di tingkat kabupaten.
Oleh karena itu, masyarakat, khususnya pengguna jalan di wilayah Kecamatan Ratatotok Desa Basaan, berharap besar kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.
Mereka secara khusus menantikan perhatian dari Bupati Mitra, Ronald Kandoli, untuk mengambil langkah tegas.
Diharapkan Bupati dapat segera turun tangan guna menertibkan dan menyediakan solusi pengelolaan sampah yang terstruktur, mengakhiri penderitaan warga akibat bau menyengat dan pemandangan kumuh di samping jalan protokol yang seharusnya menjadi wajah terdepan wilayah tersebut. (74M)



































