Puluhan Anak SD N Kecamatan Tiganderket Diduga Korban Pencabulan, Buat Laporan Ke Polres Tanah Karo

REDAKSI SUMUT

- Redaksi

Selasa, 4 Februari 2025 - 08:05 WIB

50338 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

filter: 0; jpegRotation: 90; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; 
hw-remosaic: 0; 
touch: (0.010185185, 0.010185185); 
modeInfo: ; 
sceneMode: Night; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (-1, -1); 
aec_lux: 0.0; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~15: 0.0;

filter: 0; jpegRotation: 90; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.010185185, 0.010185185); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

 

Karo – Puluhan Warga Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, di dampingi Kepala Desa Tanjung Merawa Robertus Singarimbun mendatangi Polres Tanah Karo, Senin 4 Peb 2025 pukul 10 WIB guna membuat Laporan dan menindak lanjuti terduga berinisial OS (30) pria, yang di duga melakukan pencabulan.

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencabulan terhadap puluhan anak – anak yang dilakukan oknum berinisial OS (30), di duga sudah berlangsung 10 Tahun. Korban yang di jadikan pemuas napsu setan nya itu semuanya anak laki – laki. Dan umur korban rata – rata di bawah umur 10 Tahun.

 

Semua aksi bejadnya itu di lakukan di Desa Tanjung Merawa. Dari keterangan Ibu korban, OS melakukan aksinya saat orang tua korban lagi bekerja di ladang orang.Dan rata – rata Korban nya anak dari Orang tua yang bekerja di ladang orang.

 

Menurut ibu korban, OS mengiming imingi dengan sejumlah uang kepada korban. sehingga korban mau melakukan apa yang disuruh oknum cabul itu. Bukan itu saja, OS mengancam korban agar aksi nya itu jangan sampai ada yang tau. Apalagi melaporkan ke orang tua nya. OS berikan uang servis kepada setiap korban. Jumlah nya beda – beda, ada yang 10 ribu, 15 ribu, 20 ribu tutur ibu korban dengan muka sedih.

 

Dari keterangan Kepala Desa Tanjung Merawa Robertus Singarimbun saat ditemui kru media waspada24 di lapangan Mapolres Tanah Karo, beliau mengatakan, (OS) merupakan warga Desa Tanjung Merawa, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo. Sehari harinya oknum OS ini bekerja sebagai buruh tani di ladang orang.

 

“Berawal dari adanya pengakuan seorang anak laki laki masih duduk dibangku SD, mengadu kepada neneknya bahwa dirinya (korban) telah disodomi oleh seseorang pria dewasa, warga desa yang sama. Pengakuan anak tersebut sontak membuat sang nenek dan keluarganya merasa terkejud. Kemudian oleh sang nenek korban, melaporkan kepada Pemerintah desa. Curiga kalau korban tidak hanya satu anak ini saja , kami pun dari pemerintahan desa berinsiatif mendatangi pihak sekolah untuk sama – sama menanyakan kepada anak anak didik, ingin mengetahui siapa saja sudah pernah jadi korban pencabulan oleh terduga pelaku cabul berinisial OSM. Nah dari situ kami dapatkan keterangan dan pengakuan dari para korban yang sudah pernah mengalami hal yang sama, dan ternyata jumlah ada berkisar 10 orang anak yang sudah mengaku diperlakukan sama,” ujar kades.

 

“Kami dari pemerintahan desa tanjung merawa, selanjutnya mendampingi orang tua dan anak anak yang diduga sebagai korban pencabulan terhadap anak dibawah umur , untuk membuat laporan pengaduan ke Polres Tanah Karo, saat ini para korban sedang dimintai keterangan di ruangan unit PPA , kami menduga masih banyak anak anak yang diduga telah jadi korban namun masih enggan atau malu untuk mengatakan jujur. Seluruh korban nya masih anak anak SD berjenis kelamin laki laki. Saat ini terduga pelaku berinisial OSM sejak hari jumat kemarin sudah melarikan diri dari desa, mungkin ia takut diamuk massa.” Ungkap kades tanjung merawaRobertus Singarimbun mengatakan, diatidak menyangka Oknum OS itu berbuat seperti itu. Sehari harinya OS bekerja sebagai Aron di ladang orang.

 

Sampai berita ini di tayangkan, puluhan Anak – anak dan orang tua korban, masih mengikuti tahapan pemeriksaan oleh penyidik PPA Polres Tanah Karo.

 

Penulis:Riswan Sembiring

Berita Terkait

Baranews Grup Ucapkan Terima Kasih atas Dedikasi dan Pengabdian Brito Sentiasa Manik di Dunia Jurnalistik
Polres Tanah Karo Gerebek Dua Sarang Narkoba di Kabanjahe, 1 Pengedar dan 6 Pengguna Diamankan  
Ramadhan 1447 H: Bupati Karo Ajak Masyarakat Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama Pemkab Karo  
Sekda Karo Pimpin Apel Gabungan ASN: Tekankan Disiplin sebagai Gaya Hidup dan Percepat Program Strategis
DPD IPK Kabupaten Karo Tunjuk Iwan Jhoniwanta Purba Sebagai Ketua Satuan Tugas
BUPATI KARO SAMBANG WARGA MUNTE: SERTAI GERAKAN INDONESIA ASRI DAN UMUMKAN BERBAGAI PROGRAM PEMBANGUNAN
Kemenkoinfra Turun Tangan Cepat! Rakor Lintas Kementerian Dorong Percepatan Infrastruktur Kabupaten Karo  
Dorong Toleransi dan Kepedulian, DPD IPK Karo Serahkan Bantuan Pembangunan GBI Kinepen

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:12 WIB

Tanpa Peringatan, Tanpa Klarifikasi! Rion Arios Nilai Pemutusan Pengelola Pasar Petisah Terlalu Brutal

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:58 WIB

Pengelola Lama Diputus Sepihak, “Pengantin” Langsung Muncul: Kebijakan PUD Pasar Medan di Pasar Petisah Diprotes Keras

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:35 WIB

Semangat Kebersamaan dan Kemanusiaan, Lapas Binjai Gelar Aksi Berbagi Takjil

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:25 WIB

AKPERSI Pekanbaru: Kritik Pendidikan Harus Berbasis Fakta, Pemerintah Kota Tetap Komitmen Majukan Sekolah

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:47 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Sambut Silaturahmi PDPM Asahan, Bahas Sinergi Pembinaan

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:03 WIB

Buka Puasa Bersama dan Penguatan Tahfiz, Lapas Kelas I Medan Tegaskan Komitmen Pembinaan Humanis

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:08 WIB

Humanis dan Religius, Polsek Perbaungan Hadirkan Ramadan Bermakna Bersama Anak Yatim

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:27 WIB

Respon Cepat Informasi Masyarakat, PATNAL Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumut sidak Lapas Lubuk Pakam

Berita Terbaru

SULUT

​Sianida di Lambung Labuhan Haji

Jumat, 6 Mar 2026 - 18:04 WIB

error: Content is protected !!