KUTACANE — Suasana penuh semangat dan haru mewarnai pelepasan resmi kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh Tenggara yang akan berlaga di ajang MTQ ke-XXXVII tingkat Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie Jaya, 1–8 November 2025 mendatang.
Acara yang berlangsung di kediaman pribadi Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, di Kute Muara, Kecamatan Babussalam, Kamis (30/10), menjadi momentum penting untuk membakar semangat para peserta sebelum berangkat mengharumkan nama daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa tahun ini Aceh Tenggara harus bangkit dan menorehkan prestasi membanggakan.
Tahun lalu kita berada di posisi ke-23 dari 23 kabupaten/kota di Simeulue. Itu hasil yang sangat mengecewakan. Tahun ini, saya ingin Aceh Tenggara menembus posisi 10 besar. Kita tidak boleh lagi berada di bawah,” tegasnya penuh motivasi.
Menurutnya, target tersebut bukan sekadar ambisi, melainkan wujud tanggung jawab bersama untuk mengangkat martabat “Bumi Sepakat Segenep”. Pemerintah daerah, kata Bupati, selama ini telah berkomitmen mendukung pembinaan peserta melalui pelatihan dan penguatan kapasitas yang dibiayai dari anggaran daerah.
Kafilah Aceh Tenggara harus tampil percaya diri, kompetitif, dan menjaga martabat daerah. Tunjukkan bahwa kita bisa bersaing secara terhormat dan membawa pulang prestasi,” ujarnya disambut tepuk tangan para undangan.
Selain itu, Salim Fakhry juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan etika selama pelaksanaan MTQ berlangsung. Ia meminta seluruh peserta, pelatih, dan official untuk menjaga sikap serta nama baik daerah.
Jangan ada laporan yang merugikan atau mencoreng citra kita. Kafilah Aceh Tenggara harus jadi teladan — santun, berakhlak, dan kompak,” pesan Bupati.
Usai memberikan sambutan, Bupati bersama jajaran Forkopimda, antara lain Dandim 0108, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, dan Ketua Mahkamah Syariah Kutacane, menyerahkan bonus dan tali asih kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Bonus serupa juga diberikan kepada peserta MTQ 2023 di Simeulue yang telah menorehkan prestasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara, M. Rasadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kontingen Aceh Tenggara membawa 70 orang ke Pidie Jaya, terdiri dari peserta, pelatih, official, panitia, tim keamanan, tim media, dan pendamping.
Kafilah akan berlaga pada delapan cabang lomba, di antaranya: Tilawah Al-Qur’an (11 peserta), Hifzhil Qur’an (18), Tafsir Bahasa Indonesia (1), Fahmil Qur’an (6), Syarhil Qur’an (3), Khattil Qur’an (3), Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (2), dan Hafalan Hadist (2).
MTQ XXXVII Provinsi Aceh sendiri menjadi ajang bergengsi yang tidak hanya menguji kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat ukhuwah islamiyah antar daerah.
Bupati Salim Fakhry pun menutup pesannya dengan optimisme tinggi:
Berangkatlah dengan niat ibadah, bertandinglah dengan semangat juang, dan pulanglah membawa kebanggaan untuk Aceh Tenggara!”
(Redaksi)



































