Karo | Waspada24.com – Sejumlah pria mengaku sebagai Timsus Kodam I Bukit Barisan merazia beberapa lokasi perjudian tembak ikan di beberapa kecamatan Kabupaten Karo. Razia ini agak lain, karena para pria berbadan tegap itu tidak menunjukkan surat tugas. Aksi mereka seperti adegan di dalam film. Datang, masuk ke lokasi, ambil CPU lalu menghubungi pengawas sebentar kemudian pergi.
Parahnya lagi, aksi razia itu tidak mengamankan para pemain judi. Mereka hanya menyita Central Processing Unit (CPU) dari mesin judi tersebut. Diketahui, CPU tersebut berfungsi sebagai unit pemrosesan pusat — yang biasanya terletak didalam mesin meja judi tembak ikan – ikan.
Hal itu diketahui berdasarkan pengakuan para karyawan (Marka) penjaga mesin judi kepada wartawan. Katanya, razia tanpa prosedur itu tetjadi pada hari Jumat 22 November 2025) malam kemarin.
“Setelah mereka (oknum aparat TNI) mengambil perangkat CPU, salahsatu dari aparat tersebut meninggalkan nomor kontak handphone dan saya disuruh menghubungi pemilik mesin (toke) agar berkordinasi ke nomor kontak yang diberikan tadi. Kemudian aparat tersebut meminta uang tebusan senilai jutaan rupiah jika ingin CPU tersebut dikembalikan. Dan setelah berhasil negosiasi dengan harga pas dangan toke CPU akhirnya dikembalikan,” ujar karyawan seorang wanita muda, penjaga mesin tembak ikan – ikan, berparas cantik yang enggan namanya disebutkan dalam pemberitaan.
Hal senada juga dikatakan seorang warga berinisial LS (49) yang kebetulan sedang berada di lokasi saat beberapa oknum mengaku sebagai aparat TNI dari Timsus Kodam I Bukit Barisan mendatangi lokasi judi.
“Ya benar, ke kami tadi mereka ngaku anggota Timsus Kodam bang. Anehnya gak ada didampingi aparat seperti dari kepolisian satpol PP atau dari perangkat pemerintah desa. Mereka langsung mengambil CPU mesin ikan – ikan. Bukanya mengamankan barang bukti, malah setelah mengambil CPU modusnya terkesan hanya semacam memeras bandar (pemilik) mesin judi,” ungkapnya.
Mereka terlihat negosiasi dan tidak terlihat ada pendampingan dari pemerintah setempat ataupun dari instalansi yang lain.
Dari percakapan yang yang samar – samar didengar dari masyarakat bahkan ada negosiasi yang mencapai puluhan juta rupiah.
Butet, salah satu Marka ikan – ikan di Kecamatan Simpang Empat mengatakan, “Ia bang orang yang melaksanakan pengerebekan tersebut, itu orang Kodam bang. Mereka ambil CPU nya saja,” ujarnya.
Di salah satu lokasi di Kecamatan Kabanjahe, Intan yang merupakan Marka mesin ikan – ikan mengatakan bahwa mesin ikan – ikan mereka tidak jadi diangkat karena langsung negosiasi dengan bosnya.
“Kata bosnya mereka sudah damai dengan membayar Rp 33 juta, itu makanya kami nga jadi di ambil CPUnya dan tempat kita tetap buka ini bang,” beber Intan.
Beberapa jam kemudian, saat awak media mencoba menghubungi nomer kontak yang sebelumnya diberikan kepada para penjaga/karyawan (marka) bertujuan untuk konfirmasi, namun nomor kontak tersebut sudah tidak aktif.
Diduga, nomor tersebut tidak aktif karena takut misi ala koboy nya terbongkar oleh wartawan sehingga oknum yang mengaku dari anggota Timsus Kodam 1 Bukit Barisan tersebut lebih memilih menon aktifkan Handphone.
Upaya tindak lanjut menyikapi informasi yang didapat, rencananya tim wartawan akan mendatangi Kodim 0205/TK dan Subdempom 1/2-1 Tanah Karo untuk diminta keterangan serta tanggapannya terkait kejadian tersebut.
Aksi razia Timsus Kodam I BB yang diduga sebagai modus pemerasan kepada sejumlah bandar atau toke judi ikan-ikan, terekam kamera pemantau CCTV yang terpasang di lokasi judi.
Di dalam rekaman cctv yang diperoleh media ini, terlihat dengan jelas pihak yang mengaku dari Timsus Kodam I BB langsung memasuki area permainan. Selanjutnya memperkenalkan diri dari Timsus Kodam I. Lalu, seorang petugas wanita (Marka) tampak membongkar meja ikan dengan cara mengangkatnya dan timsus Kodam I BB mengambil CPU.
Di dalam rekaman itu tampak sejumlah pemain ikan-ikan mengangkat tangan dan bergegas meninggalkan lokasi. (Tim)



































