Minut, Sulut | Waspada24.com
Keluhan publik terkait rusaknya infrastruktur di ruas Jalan Ir. Soekarno, Kabupaten Minahasa Utara, akhirnya mendapat respons resmi dari otoritas terkait, Jumat (23/01/26).
Kondisi jalan yang dipenuhi lubang di berbagai titik ini kian meresahkan karena mengancam keselamatan para pengendara dan sering kali menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas.
Merespons desakan warga yang meminta langkah konkret, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengonfirmasi bahwa penanganan jalur tersebut merupakan prioritas mereka.
Hal ini mempertegas status kewenangan jalan yang memang berada di bawah naungan pemerintah provinsi.
Kepala Dinas PU Sulut, Deicy Paat, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya tidak tinggal diam melihat kerusakan yang ada.
Secara berkala, tim di lapangan telah melakukan upaya pemeliharaan guna menjaga konektivitas di jalur vital yang menghubungkan wilayah Minahasa Utara tersebut.
Langkah darurat bahkan sempat diambil pada penghujung tahun 2025 dengan melakukan penambalan menggunakan material trimix.
Upaya ini dilakukan sebagai solusi cepat untuk meminimalisir risiko kecelakaan di titik-titik kerusakan paling parah sebelum anggaran besar dapat dikucurkan.
Namun, Deicy mengakui bahwa perbaikan sementara tersebut belum mampu memberikan hasil yang optimal dan tahan lama.
Tingginya intensitas kendaraan yang melintas setiap harinya menjadi faktor utama rapuhnya hasil penanganan darurat yang telah dilakukan sebelumnya.
Selain beban kendaraan, faktor alam juga turut memperparah situasi. Curah hujan yang tinggi di wilayah Sulawesi Utara mempercepat pengikisan material aspal, sehingga lubang-lubang baru kembali muncul meski telah sempat diperbaiki pada akhir tahun lalu.
”Beban lalu lintas yang sangat padat, ditambah faktor cuaca yang tidak menentu, membuat penanganan darurat yang kami lakukan sebelumnya tidak bertahan maksimal,”
Ujar Deicy Paat saat memberikan penjelasan terkait kendala teknis di lapangan.
Kabar baiknya, Dinas PU Sulut memastikan bahwa perbaikan secara permanen dan menyeluruh akan segera dieksekusi pada tahun 2026 ini.
Saat ini, pihaknya tengah menunggu proses administrasi pencairan anggaran agar pengerjaan fisik di lapangan dapat segera dimulai.
Sebagai penutup, Deicy menegaskan bahwa anggaran telah teralokasi dalam APBD 2026 dan akan segera masuk ke tahap tender.
Sembari menunggu proses tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan ekstra hati-hati saat melintas, terutama dalam kondisi cuaca buruk. (74M)



































