Jakarta | Waspada24.com – Presiden Prabowo Subianto merespons cepat situasi darurat yang melanda wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, khususnya di Kota Bitung, Kota Ternate, serta Pulau Batang Dua.
Sejak Kamis (02/04/26) pagi, Kepala Negara dilaporkan terus memantau perkembangan situasi setelah menerima laporan komprehensif dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Langkah taktis langsung diambil oleh Presiden dengan menginstruksikan dimulainya operasi tanggap darurat secara masif.
Fokus utama dari arahan tersebut adalah memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh masyarakat yang berada di zona terdampak, guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa koordinasi lintas lembaga saat ini tengah berlangsung dengan intensitas tinggi.
Dalam keterangan tertulisnya, Teddy menyebutkan bahwa Presiden ingin memastikan seluruh birokrasi bekerja tanpa hambatan demi efektivitas penanganan bencana di lapangan.
Sebagai bentuk tindak lanjut di titik lokasi, tim gabungan yang terdiri dari unsur BNPB, TNI, Polri, serta jajaran pemerintah daerah telah dikerahkan ke titik-titik krusial.
Selain melakukan pengecekan kerusakan infrastruktur, prioritas utama tim lapangan saat ini adalah melakukan proses evakuasi warga yang terjebak atau berada di zona berbahaya.
Presiden Prabowo secara tegas memberikan mandat agar kecepatan menjadi kunci dalam operasi penyelamatan ini.
Seluruh aparat diperintahkan untuk memprioritaskan evakuasi warga di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak, tanpa mengabaikan aspek keselamatan personel yang bertugas.
Di sisi lain, pemerintah mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.
Warga diminta untuk tidak memasuki kembali bangunan-bangunan yang telah terdampak hingga otoritas berwenang memberikan pernyataan resmi mengenai jaminan keamanan lokasi. (74M)


































