Minut | Waspada24.com – Jembatan Perintis Garuda kini menjadi fokus utama percepatan pembangunan di Desa Sawangan, Kec. Airmadidi, Kab. Minahasa Utara, guna memastikan urat nadi perekonomian masyarakat segera berfungsi optimal, Rabu (06/05/26).
Personel Koramil 1310-06/Airmadidi, Sertu Jemmi Korinus, terjun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan teknis.
Kehadiran Babinsa di lokasi proyek ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan tanpa kendala berarti di tengah target waktu yang ketat.
Fokus pengerjaan saat ini diarahkan pada proses pemlesteran blok angkur tepi jauh yang menjadi struktur krusial jembatan.
Sertu Jemmi tidak hanya memantau, tetapi juga ikut berbaur dengan para pekerja guna memastikan material dan teknik pengerjaan memenuhi standar yang diharapkan.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari instruksi Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat infrastruktur di wilayah pedesaan.
Keterlibatan aktif aparat kewilayahan menjadi jaminan bahwa proyek strategis ini tetap berada pada jalur (on track) sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.
Peran Babinsa dalam proyek ini melampaui sekadar fungsi pengawasan, melainkan bertindak sebagai katalisator pembangunan.
Dengan pengawalan ketat di lapangan, potensi keterlambatan dapat diminimalisir sehingga manfaat infrastruktur ini segera dirasakan oleh warga Desa Sawangan.
Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, secara resmi memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi personelnya di lokasi pembangunan.
Menurutnya, sinergi antara TNI dan pekerja lapangan adalah kunci utama dalam mewujudkan fasilitas publik yang berkualitas.
”Kami ingin memastikan setiap tahapan berjalan presisi dan tepat waktu. Kehadiran Babinsa di sana berfungsi sebagai motor penggerak semangat gotong royong agar pengerjaan fisik ini memiliki progres yang signifikan setiap harinya,”
ungkap Letkol Inf Dewa Made DJ dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa Jembatan Perintis Garuda adalah manifestasi kepedulian TNI AD dalam menjawab kesulitan rakyat terkait aksesibilitas.
Jembatan ini diproyeksikan menjadi jalur vital yang menghubungkan pusat-pusat aktivitas pendidikan, sosial, hingga perdagangan antarwilayah.
Sebagai penutup, komitmen berkelanjutan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu merampungkan proyek ini dalam waktu dekat.
Aksesibilitas yang mumpuni melalui jembatan baru ini diyakini akan menjadi daya dorong kuat bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Minahasa Utara. (74M)


































