Minut | Waspada24.com – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara pada Jumat (14/8). Sebanyak 30 pelajar terpilih resmi mengucap ikrar dan mengemban amanah baru sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2026, Sabtu (15/08/26).
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar prosesi sakral ini sebagai langkah pemungkas menuju upacara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ritme latihan intensif yang membakar semangat para peserta selama berpekan-pekan akhirnya bermuara pada momen pengukuhan tersebut.
Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1310/Bitung menegaskan komitmen penuh mereka dalam mendukung kelancaran peringatan hari bersejarah nasional ini. Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1310/Bitung, Mayor Cpm Samsuri Usman, hadir langsung mengawal jalannya acara untuk mewakili Komandan Kodim (Dandim) 1310/Bitung.
Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J. E. Ganda, SE., MAP., MM., M.Si., memimpin langsung jalannya upacara pengukuhan selaku Pembina Upacara. Sang Bupati membimbing seluruh anggota Paskibraka memanjatkan ikrar kesetiaan kepada Ibu Pertiwi di hadapan para pejabat dan tamu undangan.
Keheningan seketika menyelimuti ruangan saat para anggota Paskibraka melangkah maju satu per satu untuk mencium Bendera Merah Putih. Ujung kain Sang Saka yang menyentuh kening mereka menjadi lambang kesiapan jiwa dan raga dalam menjalankan tugas negara pada Senin, 17 Agustus 2026 mendatang.
Para pemuda-pemudi terbaik yang berdiri tegap di atrium tersebut merupakan hasil penyaringan ketat dari berbagai SMA dan SMK/sederajat di seluruh pelosok Kabupaten Minahasa Utara. Tim seleksi menyaring ratusan siswa hingga menemukan kandidat dengan ketahanan fisik, mental, dan kedisiplinan terbaik.
Mayor Cpm Samsuri Usman menyampaikan pandangannya di sela-sela kegiatan mengenai makna penting di balik pengukuhan tersebut. Ia menegaskan bahwa para anggota Paskibraka telah melewati tempaan fisik dan mental yang sangat berat sebelum akhirnya dinyatakan layak mengemban tugas mulia ini.
Dalam amanatnya, Bupati Joune Ganda menekankan bahwa prosesi hari itu melampaui sekadar seremoni protokoler tahunan. Ia menyebut pengukuhan ini sebagai milestone atau tonggak sejarah berharga, baik bagi para siswa maupun bagi para orang tua yang hadir mendampingi dengan rasa bangga.
Joune Ganda juga menautkan semangat para pengibar bendera dengan garis besar perjuangan bangsa di usia yang ke-81 tahun. Ia mengingatkan pentingnya menghayati tema nasional “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur” yang diluncurkan oleh pemerintah pusat pada tahun ini.
Menurut Joune, gagasan besar dalam tema tersebut harus meresap ke dalam dada setiap anggota Paskibraka saat mereka membentangkan Merah Putih di lapangan upacara. Ia meminta para siswa memancarkan energi kedaulatan serta tekad menuju kemakmuran bangsa melalui setiap derap langkah baris-berbaris.
Lebih lanjut, Bupati membakar semangat para peserta dengan mengingatkan pengorbanan para pahlawan kemerdekaan yang telah mendahului mereka. Ia meminta generasi muda memelihara kobaran api perjuangan itu dengan menuntaskan tugas pengibaran bendera secara sempurna dan tanpa celah.
Joune juga memberikan pesan khusus mengenai peran para Paskibraka pasca-17 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab moral para peserta tidak berhenti saat bendera selesai dinaikkan, melainkan justru baru dimulai di kehidupan sehari-hari.
Para alumni Paskibraka ini memikul peran baru sebagai teladan dan agen perubahan di tengah keluarga serta lingkungan masyarakat. Bupati optimistis bahwa pembentukan karakter dan disiplin tinggi selama pelatihan akan menjadi kunci sukses utama mereka dalam menaklukkan tantangan masa depan.
Dukungan dan nada optimisme senada bertiup dari jajaran pimpinan militer. Dari tempat terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pelatih dan 30 anggota Paskibraka yang dikukuhkan.
Letkol Inf Dewa Made DJ mengaku sangat bangga menyaksikan dedikasi, kekompakan, dan ketahanan mental para peserta selama menjalani gemblengan fisik. Ia menilai bahwa kesempatan melangkah di barisan Paskibraka merupakan sebuah kehormatan langka yang tidak bisa didapatkan oleh sembarang remaja.
Dandim Bitung ini menaruh harapan besar agar gemblengan disiplin militer selama masa karantina mampu membentuk mentalitas pemuda yang tangguh. Ia ingin pengalaman ini melahirkan sosok pemimpin masa depan yang memiliki jiwa pantang menyerah serta rasa cinta tanah air yang mengakar kuat.
Untuk menjaga performa terbaik pada hari H, Letkol Inf Dewa Made DJ berpesan agar para anggota Paskibraka menjaga pola makan, istirahat cukup, dan fokus pikiran. Ia mendorong seluruh anggota pasukan untuk membuktikan kepada masyarakat Minahasa Utara bahwa mereka mampu menuntaskan tugas dengan penuh kehormatan.
“Menjadi anggota Paskibraka merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan. Mereka adalah putra-putri terbaik yang dipercaya untuk mengemban tugas penting dalam upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,”
ujar Dandim.
Acara pengukuhan tersebut berlangsung makin semarak dengan hadirnya deretan pejabat penting lintas instansi. Wakil Bupati Minahasa Utara, Kevin W. Lotulung, S.H., M.H., tampak duduk di jajaran kursi undangan utama bersama jajaran Forkopimda.
Unsur TNI dan Polri turut mengirimkan perwakilan terbaik mereka untuk memberikan dukungan moral. Tampak hadir Kepala Bakamla Kolonel Heriwansah, Danramil 1309-05/Wori Kapten Inf Apun mewakili Dandim 1309/Manado, Wakapolres Manado AKBP Eko Sisbiantoro, S.I.K., serta Wakapolres Minut Kompol Thely Mawidingan, S.E.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah seperti Kasat Faslan Lanudal Manado Lettu Laut (T) Sugiono, Asisten I Umbase Mayuntu, Asisten II Robby Parengkuan, serta Kaban Kesbangpol Sammy Ch. S. Rompis makin menegaskan kesiapan total Kabupaten Minahasa Utara dalam menyambut Peringatan HUT ke-81 RI. (74M)


































