Pengamat Apresiasi Polres Cimahi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis, Ratusan Ribu Jiwa Diselamatkan

WASPADA24.COM

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 17:35 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pengamat Civil Society Dedi Siregar menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si., beserta jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi atas keberhasilan membongkar tempat produksi narkotika jenis tembakau sintetis di wilayah hukum Polres Cimahi.

Menurut Dedi, pengungkapan tersebut merupakan langkah konkret aparat kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkotika yang selama ini menjadi salah satu ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Dedi menilai keberhasilan jajaran Polres Cimahi menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat produksi tembakau sintetis di Perumahan Pengauban Silih Asih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, patut mendapatkan apresiasi publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar pengungkapan sebuah kasus narkotika. Ada upaya besar yang berhasil dilakukan Polres Cimahi dibawah kepemimoinan AKBP. Faruk Rozi untuk memutus rantai produksi sebelum barang berbahaya tersebut beredar lebih luas di tengah masyarakat,” ujar Dedi.

Dalam penggerebekan tersebut, Polres Cimahi menyita barang bukti tembakau sintetis dengan berat bruto mencapai sekitar 150 kilogram. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan aktivitas produksi dan pengemasan, di antaranya cairan kimia, alat timbang, alat komunikasi, serta perlengkapan pengemasan.

Dedi mengatakan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan pentingnya langkah cepat dan tegas aparat kepolisian dalam mengungkap jaringan produksi narkotika.

“Bayangkan apabila barang bukti sebanyak itu berhasil beredar ke masyarakat. Dampaknya tentu sangat luas. Karena itu, langkah Polres Cimahi ini harus dilihat sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat,” tegasnya.

Dedi menyoroti dampak besar dari pengungkapan tersebut. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan dalam pengungkapan kasus, barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan dapat menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari potensi bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Dari pengungkapan ini Polres Cimahi bisa menyelamatkan kurang lebih 627.392 jiwa. Angka tersebut menggambarkan betapa besar dampak dari keberhasilan aparat menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar,” kata Dedi.

Ia menegaskan bahwa narkotika bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan sosial yang dapat merusak masa depan masyarakat apabila peredarannya tidak ditangani secara serius.

Dedi secara khusus memberikan apresiasi kepada Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi dan jajaran Satuan Reserse Narkoba yang dinilai telah menunjukkan keseriusan dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

“Kami mengapresiasi Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si., dan seluruh jajaran yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini. Ini kerja nyata yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Dedi juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap pasif terhadap persoalan narkotika. Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama antara aparat penegak hukum, pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Polri tidak bisa bekerja sendirian. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. Jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait narkotika, masyarakat harus berani melaporkannya melalui saluran resmi kepada aparat yang berwenang,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh memberikan ruang bagi siapa pun yang menjadikan narkotika sebagai bisnis.

Ia menilai tindakan aparat dalam membongkar lokasi produksi narkotika harus menjadi peringatan keras bagi pihak-pihak yang masih mencoba memproduksi maupun mengedarkan barang terlarang tersebut.

“Jangan pernah menganggap produksi narkotika sebagai bisnis biasa. Dampaknya dapat menghancurkan masa depan manusia, keluarga, dan lingkungan sosial. Karena itu, terhadap jaringan narkotika, penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, tegas, dan sesuai aturan,” tegas Dedi.

Ia juga berharap keberhasilan Polres Cimahi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pengawasan dan pemetaan terhadap potensi lokasi produksi narkotika di wilayah lainnya.

Menurut Dedi, pola produksi yang memanfaatkan tempat tinggal atau lokasi yang menyerupai usaha rumahan perlu menjadi perhatian aparat tanpa mengabaikan prinsip hukum, prosedur penyidikan, dan perlindungan terhadap masyarakat yang tidak terkait.

Dedi kembali menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan tembakau sintetis dalam jumlah besar tersebut layak diapresiasi sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.

“Ini adalah kerja nyata Polres Cimahi. Ketika 150 kilogram tembakau sintetis berhasil diamankan sebelum semakin luas beredar, maka masyarakat harus memberikan apresiasi. Kami berharap Polres Cimahi terus konsisten memberantas narkotika dan mengungkap jaringan hingga ke akar-akarnya sesuai proses hukum yang berlaku,” pungkas Dedi Siregar. (*)

Berita Terkait

Satu dari Enam di Sumut! Pemkab Karo Kini Miliki Tim Tanggap Insiden Siber Resmi
Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange
Kabar Gembira! Febiona & Agnesia Korban Keracunan MBG di Karo Kondisi Membaik, Segera Pulang Akhir Pekan Ini RSCM Bantah Isu Hilang Ingatan & Gangguan Psikotik  
Banjir Melanda Aceh, Mualem Disorot karena Bolak-Balik Kuala Lumpur, Publik Pertanyakan Kepemimpinan
Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029
Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
Budi Arie Clear: Tak Ada Bukti Hukum Keterlibatan dalam Kasus Judi Online

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Belum Dikembalikan! Rp130 Juta Simpanan Anggota KSU KMGR Paya Rentan Desa Kem-Kem Macet

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Sinergi Wujudkan Masyarakat Sehat: Kapolsek Laubaleng AKP A. Nainggolan Tekankan Pentingnya Cegah Stunting

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:23 WIB

AKP Joni H. Pardede Pimpin Langkah Cepat: Satresnarkoba Polres Karo Amankan 20 Butir Ekstasi di Kabanjahe

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Lega: Pemkab Karo Bergerak Cepat Atasi Genangan & Banjir Sepanjang Jalur Simpang Enam–Lau Dah  

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Namanya Dicatut Tanpa Izin! Warga Berastepu Laporkan Orang yang Mengaku Wakili 165 KK Pengungsi Sinabung

Rabu, 30 September 2026 - 01:31 WIB

​Uang Simpanan Tak Kunjung Dibayarkan, Anggota Koperasi Mega Gotong Royong Desa Siabang-Abang Gelar Aksi Spontanitas dan Tuntut Keadilan

Minggu, 27 September 2026 - 04:13 WIB

Wakil Rektor II IT&B Indonesia Asprina Br Surbakti (38) Ditemukan Tewas di Kediaman Perumahan Je Khesain — Mobil Dibawa Kabur, Polisi Telusuri Jejak Pelaku

Sabtu, 26 September 2026 - 00:13 WIB

Bupati Karo Hadiri Ibadah Oikumene ASN dan Non-ASN: Tanamkan Nilai Iman dan Integritas dalam Pelayanan

Berita Terbaru