Ironi Pelayanan RS Wahidin: Pasien Lemah Dilarang Pakai Kursi Roda, Hak Dikebiri

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025 - 04:06 WIB

50204 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WASPADA24.COM, MAKASSAR, SULSEL – Dugaan praktik pelayanan diskriminatif dan arogansi oknum petugas kembali mencoreng citra pelayanan kesehatan di Makassar. Kali ini, tokoh masyarakat Sulawesi Selatan, Busrah, S.H., M.H., menjadi korban perlakuan tidak profesional di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, menghambat haknya untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin pasca operasi.

Insiden ini terjadi pada Kamis (7/5/2025) pagi, ketika Busrah yang datang lebih awal harus menghadapi kenyataan pahit akibat tindakan sewenang-wenang petugas rumah sakit. Kendala bermula saat Busrah, yang kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih pasca operasi, membutuhkan kursi roda untuk memudahkan mobilitasnya di lingkungan rumah sakit.

Namun, permintaan fasilitas yang seharusnya menjadi hak setiap pasien yang membutuhkan itu ditolak mentah-mentah oleh seorang petugas RS Wahidin. Alasan penolakan sungguh ironis dan subjektif: petugas tersebut menilai Busrah mampu berjalan. Padahal, fakta di lapangan justru sebaliknya, Busrah jelas-jelas kesulitan bergerak mandiri, bahkan untuk berdiri pun memerlukan bantuan.
“Sebenarnya kursi roda saya ada di rumah, tapi saya tidak bawa karena saya pikir di rumah sakit tersedia,” ungkap Busrah dengan nada kecewa, menyuarakan kekecewaannya atas ketiadaan fasilitas penunjang yang seharusnya tersedia dan mudah diakses oleh pasien yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika awak media mencoba mengonfirmasi kejadian tersebut melalui sambungan telepon dan mempertanyakan alasan pelarangan penggunaan kursi roda, Humas RS Wahidin, Ibu Aulia, memberikan jawaban yang kontradiktif dengan fakta yang disaksikan langsung oleh jurnalis.

Menurut Ibu Aulia, petugas telah melakukan “skrining visual” dan menilai pasien mampu berjalan. Pernyataan ini jelas bertentangan dengan pengamatan awak media yang melihat langsung kesulitan Busrah dalam bergerak, bahkan harus dipapah untuk berdiri.

Ironisnya, perlakuan tidak menyenangkan yang dialami Busrah tidak berhenti pada penolakan kursi roda. Ia juga mengaku mendapatkan kata-kata kasar dari oknum petugas di area lobi rumah sakit, semakin memperburuk pengalamannya dalam mencari layanan kesehatan yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara.

Akibat langsung dari tindakan tidak bertanggung jawab oknum petugas tersebut, Busrah terpaksa gagal menjalani satu rujukan penting yang telah dijadwalkan. Ketiadaan akses terhadap kursi roda secara signifikan memperburuk kondisi fisiknya yang sedang dalam masa pemulihan.
Merasa diperlakukan tidak adil dan direndahkan, Busrah mengambil langkah berani dengan menghubungi awak media.

Tindakan ini didasari oleh harapan besar agar kejadian serupa tidak terulang kembali menimpa pasien lain yang mencari pertolongan di RS Wahidin.
Busrah berharap insiden ini mendapatkan perhatian serius dan respons tegas dari manajemen RS Wahidin. Ia menekankan urgensi peningkatan kualitas pelayanan dan penegakan prinsip dasar bahwa rumah sakit adalah fasilitas publik yang wajib melayani setiap pasien tanpa diskriminasi sedikit pun.

Pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan pasien, menurutnya, harus menjadi landasan utama dalam setiap interaksi di lingkungan rumah sakit. Kasus ini menjadi preseden buruk dalam dunia pelayanan kesehatan dan menuntut adanya evaluasi menyeluruh serta tindakan korektif yang tegas dari pihak-pihak terkait demi tegaknya hak-hak pasien.

Awak media berharap agar seluruh instansi pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat memberikan teguran keras dan mendorong perbaikan pelayanan, khususnya di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

Berita Terkait

Program Penyetaraan Pendidikan Narapidana, Rutan Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan PKBM Bina Tunas Muda Cakrawala
PPNM Gelar Pembagian Rapor Serentak dan Apresiasi Siswa Berprestasi di Seluruh Kompleks Sekolah
Lapas Sibolga Jalin Sinergi dengan DPRD Kota Sibolga, Perkuat Dukungan Program Pembinaan dan Pemasyarakatan
Perkenalan dan Sapa Warga Binaan, Plt Kalapas Narkotika Langkat Tegaskan Komitmen Pembinaan dan Ketertiban
Tak Kenal Lelah Selama Dua Tahun, Dapur Umum GRIB Jaya Medan Menebar Cinta dan Kepedulian Lewat Sepiring Makanan
Jalin Sinergi Baru, Plt. Kepala Lapas Narkotika Langkat Silaturahmi dan Koordinasi dengan Camat Hinai
Sepiring Makan Siang, Seribu Senyuman: Kisah Kemanusiaan yang Terus Hidup dari Dapur Umum GRIB Jaya Medan
Lepas Sambut Kakanwil Jabar: Yudi Suseno Siap Lanjutkan Fondasi Prestasi dan Estafet Kepemimpinan Kusnali

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:40 WIB

Pantastis! Biaya Perlengkapan Sekolah di SMPN1 Indralaya Jadi Sorotan Publik, Orang Tua Keluhkan Beban Hingga Rp2,5jt Terbukaan Rincian Harga Tak Ada?

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:10 WIB

Periksa Jagung Pipil di Desa Tapung Makmur, Bhabinkamtibmas Tapung Hilir Dukung Program Ketahanan Pangan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:58 WIB

Dorong Swasembada Pangan KSDM Polda Riau Panen Raya Jagung 4 Hektare Bersama Petani

Senin, 22 Juni 2026 - 05:45 WIB

Pin Up Casino Onlayn Azərbaycan

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:24 WIB

Program Ketahanan Pangan Berlanjut, Polsek KKH Cek Tanaman Jagung di Desa Simalinyang

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:46 WIB

Kapolda Irjen Herry Heryawan: Sebaik-baiknya Polisi Adalah yang Bermanfaat Bagi Sesama

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:59 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:21 WIB

Top Naale Limited Casino’s bonusgids: welkomstbonus, inzetvereisten en extra promoties voor Nederlandse spelers

Berita Terbaru