Kutacane.Waspada24.com- Empat SPBU se Aceh Tenggara untuk Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di tiga Kecamatan yakni Desa kampung Karo, Kecamatan Babul makmur, Desa Kuning dan Desa Lawe kihing Kecamatan Bambel dan Desa Kampun Melayu, Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara.
Memang ada pasca banjir di Kabupaten Aceh Tenggara untuk Bahan Bakar Mesin sempat macet dua hari langka karna Mobil tangki tidak masuk dari medan ke kutacane Aceh Tenggara.

Setelah itu,mobil tangki minyak sudah beroperasi dari medan ke kutacane mengisi minyak di empat SPBU yang ada di Aceh Tenggara .Minyak di bawa mobil tangki tersebut perharinya 16 Ton pertalit dan 10 Ton pertamax.Itu satu SPBU aja sedangkan SPBU di Aceh Tenggara ada empat bearti berapa banyak minyang di pasokan minyak mungkinkah minyak begitu banyak habis setiap hari.
,” Jujur dan bingung kami dari masyarakat begitu banyak minyak yang sudah masuk setiap hari kerja kok bisa terjadi antrean setiap SPBU Padahal pasokan BBM kita masuk setiap hari,” kata Aliyas warga Agara
Dari hasil pantauan awak media waspada24.com Rabu 03/12/25 di tiga SPBU Kuning dan SPBU lawe kihing,SPBU kampung melayau pukul 10,30 WIB untuk pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap berjalan lancar tanpa ada kendala. Dimana setiap hari pasokan BBM yang diterima puluhan ton perharinya minyak yang masuk.

Tapi kenyataannya terlihat di lapangan justru berbeda, sudah enam hari mobil tangki yang membawa minyak dari medan ke kutacane Aceh Tenggara minyak masuk terlihat lancar di empat SPBU.Kenapa minyak bisa mahal di pihak pengecer harga mencekek leher dari 25 perliter sampai dengan 30 perliternya. Itu namanya harga ke untungan 100%akan tetapi 1000%.
Ketka di konfirmasi salah satu warga dari Kute kelapa Gading jumpa di saat antrean di SPBU kuning Rabu 03/12/25 pukul 11.30 WIB ,”.Alyas Spd kepala sekolah SMA 1 ketambe dia mengatakan pada waspda24.com-Ada sebuah penomena yang saya lihat dalam kelangkaan BBM di Aceh Tenggara ini, dari 4 SPBU yang setiap harinya beroperasi dari pagi sampai dengan tengah malam namun tetap saja BBM langka.
Bahkan antrian Panjang yang mengular sampai satu kilometer di setiap Sentral pengisian bahan bakar umum/SPBU di setiap harinya terjadi, kemana perginya bahan bakar jenis Pertamax, Pertalite dan solar tersebut, imbuh Aliyas
Mohon pemerintah Daerah tanggap dengan kejadian ini terutama pihak Aparat Penegak Hukum (APH). Dan dinas yang bersangkutan cek dulu kelapangan bagaimana nasib masyarakat di Aceh Tenggara ini di situ ada bencana di situ juga minyak mencekek leher harganya.
Ini harapan masyakat banyak yang ada di Aceh Tenggara ini.pada pemerintah daerah,secepatnya mensetabilkan minyak di pengecer yang tidak ada bertanggup kawab tersebut.
Berarti dengan kelangkaan bahan bakar tersebut diduga ada oknum2 yang melakukan penimbunan yang paling ironis harga di eceran mencapai Rp. 30.000/liternya,diminta pihak APH dapat menindak tegas,”jelas Alyas Spd.
,” kapan berakhir kelangkaan minyak di Aceh Tenggara ini, sudah enam hari mobil tangki masuk di empat SPBU tersebut namun BBM menghilang begitu cepat bak ditelan bumi saya mau pergi kesekolah saya mau isi BBM tetap aja antrean,”jelasnya Aliyas
Setiap hari antrian masih juga terlihat panjang baik dia kendaraan bermotor mau pun mobil atau becak mesin. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan besaar dan kekecewaan dikalangan masyarakat apa lagi saat ini masih dalam penanganan bencana di Aceh Tenggara.
Laporan(M.Jeni)
Waspada24.com.

































