Bitung | Waspada24.com — Fajar di Kelurahan Manembo-nembo terusik oleh aroma tak sedap yang menyeruak dari rimbun halaman belakang sebuah hunian. Jumat, (27/02), sekitar pukul 06.00 WITA, rasa penasaran keluarga Kakuhesa-Kahiking berujung pada temuan memilukan.
Di sana, di antara tanah Lingkungan I RT IV, tubuh kaku Anugrah Kahiking ditemukan tak lagi bernyawa.
Lelaki berusia 74 tahun yang sehari-harinya bergelut dengan tanah sebagai petani itu, ditemukan tergeletak dalam posisi yang mengagetkan kerabatnya.
Tak butuh waktu lama bagi warga untuk segera memutar nomor darurat Call Center 110 Polres Bitung. Laporan penemuan mayat itu seketika memicu pergerakan unit kepolisian menuju lokasi kejadian di Kecamatan Matuari.
Garis polisi segera membentang. Personel Polsek Matuari bersama tim Inafis dan Pamapta Polres Bitung tiba di tempat kejadian perkara untuk melakukan identifikasi awal.
Operasi lapangan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Matuari, AKP Feriantina Dwi Arahmayani, bersama Pamapta I IPDA Alfarizi, guna memastikan setiap detail di lokasi tercatat dengan akurat.
Penyisiran di area belakang rumah dilakukan dengan saksama oleh Tim Inafis.
Meski kondisi jenazah mulai mengeluarkan aroma menyengat, petugas tetap menjalankan prosedur olah TKP dengan ketat.
Usai pemeriksaan di lokasi, jenazah sang petani lanjut usia tersebut kemudian dievakuasi ke RS Manembo-nembo untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Dari balik duka yang menyelimuti, sebuah fakta kesehatan terungkap.
Berdasarkan pengakuan pihak keluarga kepada penyidik, Anugrah memang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi menahun.
Rutinitas mengonsumsi obat-obatan menjadi keseharian almarhum sebelum ajal menjemput di sela aktivitasnya. Keluarga pun memilih mengikhlaskan kepergian sang kakek sebagai sebuah musibah dan secara resmi menolak prosedur autopsi.
AKP Feriantina Dwi Arahmayani mengonfirmasi bahwa dari hasil pemeriksaan fisik luar, tim medis dan kepolisian tidak menemukan adanya indikasi kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam. Hasil pemeriksaan awal mengarah pada kondisi kesehatan almarhum,”
ujar Feriantina dalam keterangannya, Jumat siang.
Menutup rangkaian penanganan tersebut, Kapolsek Matuari mengingatkan warga akan krusialnya pengawasan terhadap anggota keluarga yang sudah lanjut usia.
Ia menegaskan agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian jika menemukan situasi darurat atau mencurigakan.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di wilayah Matuari dilaporkan tetap dalam kondisi aman dan kondusif. (74M)



































