Minut | Waspada24.com – Nuansa kebersamaan dan pelestarian budaya mewarnai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Wanua Kema Satu ke-526.
Acara yang memperingati sejarah panjang desa tersebut berpusat di Desa Kema Satu, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, pada Selasa (26/05/26).
Kegiatan tahunan yang sarat akan nilai historis ini turut dihadiri oleh jajaran komando kewilayahan TNI. Danramil 1310-05/Kauditan Kodim 1310/Bitung, Kapten Inf Isak Mangimpis, hadir secara langsung untuk menyaksikan momentum sakral bagi masyarakat setempat tersebut.
Pada perayaan kali ini, panitia mengusung tema “Merajut Keberagaman, Memperkokoh Persaudaraan”.
Tema tersebut sengaja dipilih sebagai representasi dan pelecut semangat seluruh elemen warga dalam menjaga kerukunan serta keharmonisan di tengah perbedaan.
Sebelum memasuki acara puncak, dinamika perayaan HUT Wanua Kema Satu sebenarnya telah berdenyut sejak awal April 2026. Berbagai perlombaan antardusun dan kegiatan sosial kemasyarakatan sengaja digelar secara maraton guna menyemarakkan hari jadi desa tercinta.
Bagi masyarakat lokal, agenda ini bukan sekadar seremonial kalender tahunan, melainkan sebuah tradisi turun-temurun.
Perayaan ini merefleksikan wujud rasa syukur kolektif sekaligus menjadi instrumen penting dalam merawat warisan kebudayaan leluhur agar tidak tergerus zaman.
Di sela-sela kegiatan, Kapten Inf Isak Mangimpis memberikan apresiasi tinggi kepada warga Desa Kema Satu.
Danramil memuji konsistensi masyarakat yang dinilai berhasil merawat fondasi toleransi dan persaudaraan sejati di tengah kehidupan yang majemuk.
”Momentum HUT Wanua Kema Satu bukan hanya menjadi ajang hiburan dan silaturahmi, namun juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial antarwarga serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah,”
tutur Kapten Inf Isak Mangimpis dalam arahannya.
Apresiasi senada juga datang dari pucuk pimpinan teritorial. Melalui keterangan terpisah, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menegaskan bahwa eksistensi perayaan ke-526 ini merupakan bukti konkret solidnya sinergitas antara TNI, jajaran pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Letkol Inf Dewa Made DJ menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral semacam ini demi keberlanjutan wilayah.
“Kebersamaan seperti ini merupakan modal penting dalam menjaga persatuan, mempererat persaudaraan serta mendukung pembangunan daerah,”
urai Dandim 1310/Bitung.
Lebih lanjut, Dandim menambahkan bahwa kehadiran representasi TNI di tengah masyarakat mengindikasikan kuatnya kemitraan dalam menjaga sendi-sendi budaya lokal.
Pihaknya berharap komitmen gotong royong ini dapat terus dipelihara demi menciptakan tatanan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Kemeriahan puncak acara ditutup dengan parade atraksi seni budaya lokal dan panggung hiburan rakyat yang menyedot antusiasme warga.
Sejumlah pejabat penting turut hadir menyemarakkan acara, di antaranya Asisten 2 Kabupaten Minahasa Utara Robby Parengkuan, S.H. yang mewakili Bupati, Sekcam Kema Jansen R. B. L. Katuuk, S.Teol., Kapolsek Kema AKP Reppy Samel, Hukum Tua Desa Kema Satu Maya Anthoni, S.E., Humas PLTU Kennedy Batumuaja, serta para tokoh adat, tokoh agama, dan Hukum Tua se-Kecamatan Kema. (74M)


































