Bitung | Waspada24.com – Suasana ruang rapat Komandan Sathantai Kodaeral VIII Bitung mendadak berubah menjadi ruang kelas darurat, Senin (22/06/26) pagi.
Di dalamnya, puluhan prajurit TNI Angkatan Laut duduk dengan khidmat menyimak setiap kata yang dilontarkan Pelda Ebenheser Mabuka, sosok Babinsa dari Koramil 1310-02/Lembeh yang berdiri di depan mereka.
Bukan tanpa alasan personel kelautan itu rela meluangkan waktu untuk belajar tentang dunia teritorial. Mereka tengah mengikuti pembekalan khusus tentang Pembinaan Bintara Teritorial (Binter) sebuah ilmu yang selama ini lebih identik dengan keseharian prajurit TNI Angkatan Darat.
“Kemampuan ini sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas di wilayah pesisir dan kawasan maritim yang karakternya berbeda,”
ujar Pelda Ebenheser tegas di hadapan para peserta yang sebagian besar adalah Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar).
Mengusung tema “Untuk Mewujudkan Kader Potensi Maritim yang Profesional dan Adaptif”, kegiatan tersebut dirancang untuk membekali personel Sathantai Kodaeral VIII Bitung dengan pemahaman utuh tentang fungsi, peran, dan metode Binter.
Pelda Ebenheser secara rinci memaparkan sejumlah aspek mendasar dalam pembinaan teritorial, mulai dari penguasaan kondisi geografi, demografi, hingga dinamika sosial masyarakat di lingkungan sekitar.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi secara efektif sebuah modal sosial yang tak kalah penting dari keterampilan teknis di medan perang.
“Pembinaan teritorial adalah salah satu fungsi utama TNI untuk menyiapkan wilayah pertahanan sekaligus membangun kemanunggalan dengan rakyat,”
terangnya di tengah sesi penyampaian materi.
Menurutnya, penguasaan terhadap karakteristik wilayah laut yang dinamis menjadi keharusan bagi prajurit AL. Bukan hanya untuk kepentingan operasional, tetapi juga untuk membangun harmoni dengan komunitas pesisir yang menjadi mitra strategis.
Di sela-sela kegiatan, Komandan Kodim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menyoroti pentingnya sinergi antar matra TNI sebagai pilar utama menjaga keutuhan NKRI.
Dandim menegaskan bahwa tanggung jawab pembinaan teritorial tak bisa hanya dipikul oleh aparat kewilayahan AD. Seluruh prajurit TNI, dari matra mana pun, perlu memiliki bekal yang sama.
“Kami berharap terjalin kesamaan persepsi dan peningkatan kemampuan dalam pembinaan wilayah,”
ungkap Letkol Dewa Made DJ kepada awak media usai kegiatan.
Ia menambahkan, pemberdayaan potensi maritim secara optimal akan melahirkan sistem pertahanan negara yang kuat, profesional, dan adaptif terhadap berbagai ancaman di masa depan.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diselingi dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Sejumlah prajurit bahkan berbagi pengalaman lapangan yang mereka hadapi selama bertugas di kawasan pesisir.
Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam itu ditutup dengan harapan besar bahwa pembekalan semacam ini menjadi agenda rutin lintas matra.
Sebab, tantangan di wilayah laut tak hanya membutuhkan kekuatan tempur, tetapi juga kecakapan membangun kedekatan dengan rakyat.
Hasil dari pembekalan ini diyakini bakal menjadi modal berharga bagi para prajurit AL untuk menjalankan peran ganda, sebagai garda terdepan pertahanan negara sekaligus agen pemberdayaan masyarakat di kawasan maritim. (74M)


































