PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Imbauan Panglima TNI: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Narasi yang Belum Terverifikasi

WASPADA24

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:31 WIB

5018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GP Al Washliyah) Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh imbauan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun pemberitaan yang beredar di media sosial dan belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ketua PW GP Al Washliyah Provinsi DKI Jakarta, Dedi Siregar, menilai imbauan tersebut sangat penting, khususnya di tengah meningkatnya arus informasi digital menjelang berbagai agenda nasional pada bulan Agustus.

Menurut Dedi, masyarakat harus semakin cerdas dan kritis dalam menerima informasi. Jangan sampai informasi yang belum jelas sumber, konteks, dan kebenarannya justru memicu keresahan, kesalahpahaman, bahkan konflik di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendukung penuh imbauan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita atau narasi yang beredar di media sosial dan belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat harus tetap tenang, jangan mudah terpancing oleh informasi yang sengaja dikemas untuk membangun persepsi tertentu,” tegas Dedi Siregar.

Dedi mengatakan, belakangan ini terdapat berbagai narasi di media sosial yang beredar secara masif, termasuk unggahan yang menampilkan video maupun foto demonstrasi. Persoalannya, tidak semua materi yang beredar tersebut merupakan peristiwa yang sedang terjadi.

Bahkan, sejumlah video lama kembali beredar dan disajikan seolah-olah merupakan rekaman aksi demonstrasi terbaru. Kondisi seperti ini, kata Dedi, sangat berbahaya apabila masyarakat langsung mempercayai dan menyebarkannya tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Video lama yang dikemas seolah-olah merupakan kejadian terbaru adalah bentuk informasi yang dapat menyesatkan publik. Karena itu, masyarakat jangan hanya melihat judul, potongan video, atau narasi yang menyertai sebuah unggahan. Periksa sumbernya, cek waktunya, lihat konteksnya dan pastikan informasi tersebut benar sebelum ikut menyebarkannya,” ujarnya.

Centang Biru Bukan Jaminan Kebenaran

Dedi juga mengingatkan masyarakat bahwa status akun atau tanda verifikasi di media sosial bukanlah jaminan mutlak bahwa seluruh informasi yang dipublikasikan akun tersebut pasti benar.

Menurutnya, setiap informasi tetap harus diuji berdasarkan sumber dan fakta yang dapat diverifikasi.

“Centang biru bukan sertifikat kebenaran. Siapa pun yang menyampaikan informasi tetap harus bertanggung jawab terhadap isi informasi yang disebarkannya. Masyarakat jangan sampai menganggap sebuah informasi otomatis benar hanya karena berasal dari akun yang memiliki banyak pengikut atau memiliki tanda verifikasi,” kata Dedi.

Ia menegaskan, kebebasan masyarakat dalam menggunakan media sosial harus diiringi dengan tanggung jawab. Jangan sampai ruang digital justru menjadi tempat berkembangnya informasi yang dapat menimbulkan kepanikan atau mengganggu ketertiban umum.

Jangan Terprovokasi Framing yang Belum Jelas

Dedi meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi framing yang sumber maupun konteksnya belum jelas.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, masyarakat tetap harus menjaga ketertiban, persatuan, serta tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan potongan video, foto lama, atau narasi yang dipelintir untuk menciptakan kesan seolah-olah situasi sedang dalam kondisi yang tidak terkendali. Kita harus melihat persoalan secara jernih dan berdasarkan fakta, bukan berdasarkan emosi,” tegasnya.

Dedi juga mengajak para pengguna media sosial, khususnya generasi muda, untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga ruang digital yang sehat.

Ia meminta masyarakat membiasakan diri melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi, serta tidak ikut menyebarkan konten yang belum diketahui asal-usul dan kebenarannya.

Dukung TNI Jaga Keamanan dan Ketertiban

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta, lanjut Dedi, juga mendukung langkah TNI dalam menjaga keamanan masyarakat dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Dedi mengapresiasi imbauan Panglima TNI yang meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa serta tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengapresiasi dan mendukung imbauan Panglima TNI. Pesan agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa merupakan pesan penting untuk menjaga ketenangan publik. Kehadiran aparat dalam menjaga keamanan tentu harus kita dukung bersama, karena keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai situasi keamanan yang kondusif merupakan kepentingan bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Dedi menambahkan bahwa TNI dan Polri memiliki tugas untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keresahan.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Beraktivitas Normal

Dedi kembali mengajak masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta, untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

“Kami mengimbau masyarakat DKI Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia agar tetap tenang, tidak panik, tidak mudah terprovokasi, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari kita jaga suasana tetap kondusif menjelang berbagai agenda nasional pada bulan Agustus,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat apabila menemukan konten yang mencurigakan untuk tidak langsung mempercayai atau menyebarkannya. Masyarakat dapat mencari informasi pembanding dari sumber resmi dan media yang kredibel.

Menurut Dedi, menjaga persatuan dan ketenangan masyarakat jauh lebih penting daripada ikut menyebarkan informasi yang belum jelas hanya karena ingin menjadi pihak pertama yang membagikan sebuah berita.

“Jangan karena ingin menjadi yang pertama membagikan informasi, kita justru menjadi bagian dari penyebaran informasi yang keliru. Saring sebelum sharing. Pastikan sumbernya, pastikan waktunya, pastikan konteksnya, dan pastikan kebenarannya,” ujarnya.

PW GP Al Washliyah: Jangan Biarkan Media Sosial Menjadi Ruang Provokasi

Sebagai organisasi kepemudaan, PW GP Al Washliyah DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong generasi muda menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Dedi menilai pemuda harus menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks, disinformasi, dan narasi provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Jangan biarkan media sosial menjadi ruang provokasi. Anak muda harus menjadi pengguna media sosial yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita mudah diadu domba oleh informasi yang tidak jelas,” tegasnya.

Dedi kembali menekankan bahwa setiap informasi yang beredar harus dilihat secara proporsional dan berdasarkan fakta. Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pihak mana pun hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Mari kita jaga Indonesia tetap aman dan kondusif. Jangan mudah percaya terhadap narasi yang belum terbukti. Jangan mudah terprovokasi. Dan jangan ikut menyebarkan sesuatu yang kita sendiri belum tahu kebenarannya,” pungkas Dedi Siregar. (*)

Berita Terkait

FPII Kecam Keras Pelabelan “Londo Ireng, Kasihhati : Itu Serangan Terbuka Terhadap Martabat Insan Pers Indonesia
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
PW GP Al Washliyah Pertanyakan Keistimewaan Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: “Semua Warga Negara Sama di Mata Hukum
Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!
Fahd El Fouz Arafiq: Serangan terhadap Bahlil Sudah Kelewatan, Ormas Golkar Siap Melawan
Jangan Bangun Opini Tendensius! DPP LPPI : Pencekalan Eks Jampidsus Sudah Sesuai Aturan UU dan permintaan
TANGAN DINGIN PMA, PADANG LAWAS MAJU
GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Komitmen Presiden Prabowo Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Quick Response Brimob Aceh Evakuasi Korban Kecelakaan Tunggal di Seukulen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues Usai Mendampingi Kunjungan Kerja Wapres RI

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:48 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Gerebek Rumah Terduga Tempat Penyalahgunaan Narkoba, Satu Pelaku Diamankan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:36 WIB

Soroti Tren Belanja E-Purchasing, APH Diminta Awasi Ketat Dinas Pertanian Gayo Lues

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Pengembangan Kasus Berbuah Hasil, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku dan Sita Ratusan Gram Ganja

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:11 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:39 WIB

Resmi Jabat Kapolres Gayo Lues, AKBP Cakra Donya Disambut Didong Alo dan Tari Ranup Lampuan

Berita Terbaru