Bitung | Waspada24.com — Di ruang Tribrata Aspol Pinokalan, aroma takjil berpadu dengan suasana hangat yang tak biasa pada Rabu malam, 4 Maret 2026.
Puluhan anak yatim duduk melingkar, berbaur dengan personel berseragam dan pengurus Bhayangkari.
Di sana, Polres Bitung tidak sedang membicarakan angka kriminalitas, melainkan merajut kembali simpul kemanusiaan melalui agenda buka puasa bersama.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, tampak telaten menyalami satu per satu anak yatim yang hadir sebelum menyerahkan santunan.
Bagi Albert, sore itu bukan sekadar seremoni pengganjal lapar, melainkan puncak dari rangkaian “Bulan Bakti Ramadan” yang telah digulirkan institusinya sejak awal bulan suci.
”Ramadan adalah ruang luas untuk memperkuat toleransi, bukan hanya bagi yang menjalankan puasa,”
ujar Albert dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa keberagaman di internal Polres Bitung yang komposisi personel Muslim dan Kristennya nyaris seimbang adalah cerminan kecil dari kemajemukan masyarakat Bitung yang harus dijaga.
Acara yang menghadirkan Ketua PCNU Kota Bitung, Ustaz Hi. Narto Pakaya, sebagai penceramah ini mengusung tema besar: “Hidup Harmonis dalam Beragama.”
Dalam tausiyahnya, ustadz Narto mengingatkan bahwa esensi puasa adalah pengendalian diri, sebuah pesan yang selaras dengan misi kepolisian dalam menjaga ketertiban sosial.
Albert Zai sendiri menimpali bahwa pengabdian Polri akan jauh lebih bermakna jika dilandasi energi positif dari nilai-nilai agama.
Sebelumnya, korps baju cokelat di Bitung ini memang sibuk turun ke jalan, mulai dari membersihkan masjid, membagikan takjil di titik-titik keramaian, hingga menggelar bakti sosial di berbagai Polsek.
”Puasa itu bukan cuma soal urusan perut, tapi bagaimana kita mengendalikan hawa nafsu dan perilaku. Itulah esensi yang kami maknai di Polres Bitung,”
tegas Albert.
Di sela keriuhan acara, Albert sempat menyelipkan pesan khusus bagi anak-anak yatim.
Baginya, mereka adalah wajah masa depan yang tidak boleh patah arang karena keadaan.
“Tidak ada yang mustahil selama percaya kepada Tuhan dan terus berusaha. Kesempatan itu milik semua orang,”
ucapnya menyemangati.
Pertemuan yang berakhir dengan doa bersama tersebut seolah menegaskan satu hal:
di tengah tugas-tugas berat menjaga keamanan, Polri berupaya hadir sebagai sosok yang humanis.
Sebuah langkah untuk memastikan bahwa harmoni di Kota Cakalang tetap kokoh, sekuat komitmen mereka dalam melayani warga. (74M)



































