Bitung | Waspada24.com – Pelataran Masjid Al-Falah Empang menjadi saksi bisu upaya rekonsiliasi antara kelompok pemuda yang sebelumnya sempat bersitegang, Rabu (11/03/26).
Suasana dingin pasca-konflik mencair saat Polres Bitung mengumpulkan pemuda dari wilayah Empang dan Sarikelapa dalam bingkai buka puasa bersama.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat pihak kepolisian menyikapi gesekan fisik yang melibatkan pemuda dari kedua lingkungan di Kelurahan Bitung Timur tersebut.
Momentum Ramadan dipilih sebagai instrumen pendingin suasana guna menyatukan kembali simpul persaudaraan yang sempat merenggang.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H, memimpin langsung agenda humanis ini didampingi jajaran pejabat utama, termasuk Kasat Intelkam AKP Slamet dan Kasat Reskrim AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama.
Kehadiran pucuk pimpinan Polres ini menegaskan keseriusan aparat dalam menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Maesa.
Turut hadir memberikan dukungan moral yakni Camat Maesa Fatmawaty Soleman, Lurah Bitung Timur Syarifudin Takahindangen, hingga tokoh adat seperti Panglima Adat Nusa Utara Richard Mamuntu.

Sinergi lintas sektoral ini bertujuan memberikan jaminan keamanan sekaligus pesan damai bagi sekitar 30 pemuda yang hadir.
Di hadapan para pemuda, tokoh pemuda Kota Bitung Mario Mamuntu melontarkan ajakan reflektif agar energi masa muda tidak terbuang sia-sia dalam aksi jalanan.
Ia menekankan bahwa maskulinitas dan semangat kompetisi seharusnya disalurkan melalui arena olahraga atau bela diri yang lebih bermartabat.
Senada dengan hal tersebut, Camat Maesa Fatmawaty Soleman mengingatkan esensi bulan suci sebagai ajang melatih kesabaran.
Pemerintah kecamatan berharap para pemuda dapat menahan diri dari provokasi dan lebih fokus pada kegiatan ibadah serta pengembangan diri yang positif.
Dalam orasinya, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai menggarisbawahi bahwa peran Polri saat ini telah bertransformasi menjadi jembatan sosial.
Menurutnya, pendekatan persuasif jauh lebih efektif dalam menyentuh akar permasalahan dibanding sekadar penegakan hukum di lapangan.
”Kami sangat bersyukur melihat adik-adik dari Empang dan Sarikelapa bisa duduk satu meja. Permusuhan hanya akan memutus masa depan kalian, padahal kalian adalah aset berharga bagi kota ini,”
ujar AKBP Albert Zai di sela-sela kegiatan.
Sebagai solusi konkret jangka panjang, Kapolres mengungkapkan rencana besar untuk menggelar ajang “Kapolres Cup 2026”.
Kompetisi lari tersebut dijadwalkan berlangsung pasca-Idulfitri sebagai wadah resmi bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat dan energi kompetitif mereka secara sehat.
Tak hanya soal keamanan, sektor pendidikan juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut.
Pemerintah kecamatan berjanji akan memfasilitasi anak muda yang putus sekolah untuk mendapatkan solusi pendidikan melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Bitung.
Suasana keakraban memuncak saat azan magrib berkumandang, di mana seluruh elemen yang hadir menikmati santap bersama sebagai simbol persatuan.
Pertemuan yang berakhir pada pukul 18.50 WITA ini ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh dengan senyum kekeluargaan.
Sebagai langkah keberlanjutan, agenda serupa dijadwalkan kembali digelar di wilayah Sarikelapa pada Kamis (12/3).
Polres Bitung berkomitmen untuk terus mengawal proses perdamaian ini hingga stabilitas keamanan di Kecamatan Maesa benar-benar pulih sepenuhnya. (74M)



































