Bitung | Waspada24.com – Aura kolaborasi lintas instansi terpancar kuat dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Aula Endra Dharmalaksana (ED) Polres Bitung pada Kamis (19/03/26).
Pertemuan ini menjadi tonggak awal dalam menjamin keamanan kota menjelang hari besar keagamaan.
Fokus utama dalam agenda tersebut adalah Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan menyambut Malam Takbiran Tahun 2026.
Diskusi ini bertujuan untuk menyatukan visi antara penegak hukum, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat agar perayaan berlangsung tanpa kendala.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 Wita ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bitung, AKP Novi Sadia. Dalam pelaksanaannya, AKP Novi didampingi Asisten II Setda Kota Bitung, S.M.T Sondakh, sebagai representasi pemerintah kota.
Kehadiran jajaran TNI, Polri, serta berbagai pimpinan instansi vertikal menunjukkan komitmen serius dalam menjaga stabilitas wilayah.
Tidak hanya aparat, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan pun turut dilibatkan untuk memberikan perspektif dari sisi sosiologis.
AKP Novi Sadia dalam arahannya menekankan bahwa kunci keberhasilan pengamanan terletak pada kedisiplinan kolektif.
Ia menginstruksikan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan preemtif guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
”Apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada seluruh instansi yang hadir. Sinergi ini adalah modal utama kita untuk memastikan malam takbiran berjalan aman, lancar, dan terkendali hingga tuntas,”
tegas AKP Novi di hadapan peserta rapat.
Pihak kepolisian juga menggarisbawahi pentingnya edukasi bagi para peserta pawai.
Imbauan mengenai kepatuhan aturan lalu lintas akan masif dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan maupun gesekan antar pengguna jalan.
Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah rencana pelaksanaan apel kesiapan pasukan. Agenda ini dipandang perlu sebagai bentuk unjuk kesiapan fisik dan mental seluruh personel pengamanan sebelum diterjunkan ke titik-titik rawan di lapangan.
Di sisi lain, Asisten II Pemkot Bitung, S.M.T Sondakh, membeberkan konsep perayaan tahun ini yang dirancang lebih semarak. Partisipasi masyarakat akan diwadahi melalui pawai kendaraan hias, baik roda dua maupun roda empat, untuk menghidupkan suasana religius.
Lokasi strategis di depan Rumah Dinas Wali Kota Bitung telah ditetapkan sebagai titik start sekaligus finish iring-iringan.
Penentuan rute ini telah melalui pertimbangan matang guna mengakomodir antusiasme warga yang diprediksi akan membludak.
”Pemerintah menyadari bahwa kesuksesan acara ini mustahil tercapai tanpa dukungan masyarakat dan unsur keagamaan. Kami mengajak semua pihak untuk merasa memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelancaran kegiatan ini,”
ujar Sondakh.
Dinas Perhubungan Bitung menyatakan kesiapannya dengan mengerahkan puluhan personel khusus pengatur arus lalu lintas.
Langkah serupa juga diambil oleh Satpol PP yang akan memfokuskan pengamanan pada panggung utama serta jalur-jalur protokol yang dilalui massa.
Rapat juga menghasilkan sejumlah regulasi ketat, di antaranya larangan penggunaan knalpot brong dan keterlibatan kendaraan kontainer dalam pawai. Selain itu, penggunaan helm bagi pengendara motor menjadi syarat mutlak yang tidak dapat ditawar demi keselamatan.
Potensi gesekan antar kelompok juga menjadi atensi serius dalam forum tersebut.
Mitigasi dilakukan melalui jalur koordinasi yang intensif dengan tokoh masyarakat, mengedepankan pendekatan humanis agar suasana damai tetap terjaga di tengah kemeriahan.
Setelah melalui diskusi panjang hingga pukul 10.45 Wita, rapat resmi ditutup dengan kesepakatan satu komando dalam operasional di lapangan.
Seluruh pihak kini berada dalam posisi siap siaga untuk menghadirkan Malam Takbiran 2026 yang religius dan kondusif di Kota Bitung. (74M)



































